Mahasiswa UNS Meninggal Usai Ikut Kegiatan Menwa, Polisi Periksa Enam Saksi UNS. (Foro:UNS)

MerahPutih.com - Polresta Surakarta, Jawa Tengah telah memeriksa enam orang saksi dalam kasus meninggalnya Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) atas nama Gilang Endi Saputra (23).

Korban meninggal dunia usai mengikuti kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Resimen Mahasiswa (Menwa) pada Sabtu-Minggu (23-24/10).

Baca Juga:

Mahasiswa UNS Meninggal Usai Ikuti Kegiatan Menwa

Kasatresrim Polresta Surakarta, AKP Djohan Andika mengatakan, enam orang saksi itu yang mengetahui langsung adanya kegiatan Diklat UKM Menwa. Enam orang saksi itu merupakan panitia kegiatan.

"Sedangkan satu orang merupakan satu angkatan dari korban dalam organisasi tersebut, juga kita jadikan saksi," kata Kasatresrim Polresta Surakarta, AKP Djohan Andika, Senin (24/10).

Ia menegaskan, dari keterangan saksi, korban ini baru gabung Menwa sebagai junior. Dari hasil klarifikasi sementara, agenda ini dilaksanakan selama dua hari sejak Sabtu-Minggu (23-24/10).

"Pada Minggu siang korban mengeluhkan kondisi fisiknya melemah hingga akhirnya ambruk saat menjalani sesi di area Bengawan Solo, tepatnya bawah Jembatan Jurug sisi utara," tutur dia.

Kemudian korban dibawa teman-temannya ke Basecamp, lanjut diaz untuk diberi pertolongan pertama. Namun, kondisi korban terus melemah kemudian dibawa teman-temannya ke rumah sakit yang kemudian meninggal dunia.

Polresta Surakata melakukan olah tempat kejadian perkara, Senin (25/10). (MP/Satreskrim Polresta)
Polresta Surakata melakukan olah tempat kejadian perkara, Senin (25/10). (MP/Satreskrim Polresta)

"Kami sudah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) mulai dari bawah Jembatan Jurug hingga markas Menwa UNS," kata dia

Ia menegaskan, hasil olah TKP ini yang nantinya akan menjadi salah satu bahan guna pertimbangan kepolisian dalam menyimpulkan kejadian ini. Sementara ini untuk barang bukti yang disita adalah baju seragam serta perlengkapan saat korban mengikuti agenda diklat tersebut.

"Kami juga menunggu hasil otopsi dari Bid Dokkes Polda Jateng dan Dokter Spesialis Forensik RSUD Dr Moewardi," kata dia.

Ia menambahkan, setelah saksi selesai dirasa rasa cukup, baru lakukan gelar perkara untuk menyimpulkan kasus ini. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Menwa Dapat Hibah Rp 1 Miliar, Sandi: Untuk Bangun Rasa Bela Negara dan Patriotisme

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PPP Nilai UU Pemilu Tidak Perlu Direvisi
Indonesia
PPP Nilai UU Pemilu Tidak Perlu Direvisi

Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPR RI menilai Undang-Undang Nomor 17 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) tidak perlu direvisi.

Update COVID-19 Rabu (13/1): Pasien Sembuh Berjumlah 703.464
Indonesia
Update COVID-19 Rabu (13/1): Pasien Sembuh Berjumlah 703.464

Mereka dinyatakan sembuh setelah mendapatkan hasil dua kali negatif dalam pemeriksaan laboratorium polymerase chain reaction (PCR)

KKB Ancam Perhelatan PON Papua, Pemerintah Diminta Jamin Keselamatan Atlet
Indonesia
KKB Ancam Perhelatan PON Papua, Pemerintah Diminta Jamin Keselamatan Atlet

Anggota Komisi X DPR, Sakinah Aljufri meminta pemerintah menjamin keamanan seluruh stakeholder dalam pelaksanaan PON XX Papua.

Ini Kendala Sulitnya Aparat Tangkap KKB Papua
Indonesia
Ini Kendala Sulitnya Aparat Tangkap KKB Papua

Mabes Polri menegaskan, kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang belakangan menebar aksi teror di Kabupaten Puncak, Papua sudah teridentifikasi.

Dipecat, Bekas Ketua DPC Partai Demokrat Halut Gugat AHY Rp5 Miliar
Indonesia
Dipecat, Bekas Ketua DPC Partai Demokrat Halut Gugat AHY Rp5 Miliar

Bekas Ketua DPC Partai Demokrat Halmahera Utara, Yulius Dagilaha menggugat Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Dalam permohonannya, Yulius meminta AHY membatalkan SK pemecatan dan membayar kerugian Rp5 miliar.

Vaksin Nusantara Diminati Turki, Ketua DPD Berharap Pemerintah Bergerak Cepat
Indonesia
Vaksin Nusantara Diminati Turki, Ketua DPD Berharap Pemerintah Bergerak Cepat

Ketua DPD La Nyalla Mattalitti menyambut positif kabar mengenai diminatinya vaksin Nusantara oleh Turki.

Kasus COVID-19 Turun, Panglima TNI Minta Masyarakat Bersyukur Tapi Waspada
Indonesia
Kasus COVID-19 Turun, Panglima TNI Minta Masyarakat Bersyukur Tapi Waspada

Penggunaan masker adalah kunci terpenting dalam mencegah penyebaran COVID-19

Pemprov DKI Selidiki Lonjakan Klaster Perkantoran di Jakarta
Indonesia
Pemprov DKI Selidiki Lonjakan Klaster Perkantoran di Jakarta

Lanjut Widyastuti, saat ini pihaknya masih menyelidiki faktor pemicu meningkatnya klaster perkantoran dari data epidemiologi, yang mana beberapa kasus yang ditemukan juga berhubungan dengan klaster keluarga.

[Hoaks atau Fakta]: 10 Juta Perempuan Jomlo, Rusia Wajibkan Poligami
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: 10 Juta Perempuan Jomlo, Rusia Wajibkan Poligami

Klaim yang menyebutkan tentang pewajiban poligami oleh Pemerintah Rusia, berasal dari usulan salah seorang politisi negara tersebut pada 2006 lalu.

Jokowi Minta Semua Pihak Saling Tolong Menolong Atasi COVID-19
Indonesia
Jokowi Minta Semua Pihak Saling Tolong Menolong Atasi COVID-19

"Semua pihak harus kolaborasi bekerja sama saling tolong-menolong bergotong-royong untuk mengatasi ujian yang maha berat ini," katanya.