Mahasiswa PTN Yogyakarta KKN di Masa Pandemi, Bagaimana Caranya? Pelepasan perwakilan mahasiswa KKN daring di UGM. (Foto: MP/Humas UGM)

MerahPutih.com - Virus corona membuat sejumlah perguruan tinggi negeri di Yogyakarta mengubah praktik kuliah kerja nyata (KKN). Ada yang mengubah menjadi via daring atau online seperti di Universitas Gadjah Mada (UGM). Ada pula yang menyesuaikan lokasi KKN sesuai domisili tinggal mahasiswa seperti dilakukan oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Kepala Humas dan Protokol UGM Iva Ariani menjelaskan, dalam KKN daring mahasiswa melakukan pemberdayaan masyarakat dari lokasi masing-masing.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Mahasiswa Bisa Minta Bantuan ke Kodam jika Ingin Demo

"Jadi pemberdayaan masyarakat dilaksanakan secara online jarak jauh. Mahasiswa bisa KKN dari kampung halaman mereka. Atau dari lokasi kosan mereka, " jelas Iva di Yogyakarta Kamis (02/ 07) 2020.

Mahasiswa akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat atau pihak penanggung jawab lokasi KKN untuk mengumpulkan data. Data yang dibutuhkan oleh mahasiswa akan dikirimkan secara online atau ekspedisi.

"Jika diperlukan maka perwakilan mahasiswa yang berdomisili di dekat lokasi KKN yang akan pergi kumpul data," bebernya.

Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM Irfan Priyambada mengatakan, pelaksanaan mahasiswa KKN gelombang pertama berjumlah 4.504 orang.

"Mereka ditempatkan di 178 lokasi, tersebar di 28 provinsi, 77 kabupaten, dan 263 desa," kata Irfan.

Selama di lokasi, para mahasiswa akan melakukan berbagai tema program kegiatan di antaranya meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, pengembangan desa wisata, penguatan ekonomi kerakyatan dan menyiapkan masyarakat menuju era new normal.

Pelepasan perwakilan mahasiswa KKN daring di UGM. (Foto: MP/Humas UGM)
Pelepasan perwakilan mahasiswa KKN daring di UGM. (Foto: MP/Humas UGM)

Sementara itu, Wakil Rektor UNY Bidang Akademik Profesor Margana menuturkan, program KKN tahun ini dilaksanakan di domisili masing-masing mahasiswa.

Mahasiswa yang memiliki domisili yang sama akan dikelompokkan menjadi satu. Kemudian mereka akan memilih lokasi KKN yang masih berdekatan atau satu kota atau satu provinsi dengan tempat tinggal mereka. Namun, KKN bisa juga dilakukan secara individu.

"Intinya jangan sampai ada mobilitas tinggi. Jangan sampai muncul klaster KKN UNY. Kami mengedepankan kesehatan mahasiswa," ujar Margana.

Berbeda dengan KKN biasanya yang memiliki beragam kegiatan, kali ini mahasiswa UNY yang menempuh KKN diminta fokus pada satu kegiatan untuk masyarakat.

"KKN sekarang harus mengangkat tema tertentu untuk membantu masyarakat secara penuh. Jadi misalnya mengambil proyek pembinaan UMKM di desa itu, mulai perencanaan, implementasi, evaluasi sampai jadi, sehingga satu kesatuan,"kata dia.

Menurutnya, KKN bisa disepadankan dengan kegiatan bermasyarakat, sehingga tidak masalah dilaksanakan di domisili masing-masing mahasiswa. Namun, diakuinya akan ada perbedaan dibanding biasanya.

KKN UNY sebelumnya dilaksanakan secara berkelompok di suatu daerah. Kali ini, mahasiswa diminta KKN di domisili masing-masing. Akan cukup sulit bagi mahasiswa untuk menjalankan kegiatannya secara berkelompok. Sehingga, mahasiswa kali ini bisa KKN secara individu ataupun berkelompok.

"Tapi kalau kelompok, di sekitar wilayah situ saja. Jangan sampai ada mobilitas antarprovinsi. Kalau bisa satu provinsi," jelasnya.

Selain itu, Margana menyebut pelaksanaan KKN kali ini bisa terintegrasi dengan praktik kependidikan (PK) bagi mahasiswa jurusan kependidikan. Oleh karena itu, program ini akan lebih lama durasinya dibanding sebelumnya menjadi satu semester penuh. Hal ini lantaran adanya penambahan satuan kredit semester (SKS) dari 3 SKS menjadi 6 SKS.

"Jadi pelaksanaannya 1 semester karena kenyataannya di lapangan mahasiswa kerja dari pagi sampai malam. Begitu juga untuk praktik kependidikan mahasiswa minta 1 semester untuk PK," paparnya.

Baca Juga:

Ikut Demo Mahasiswa dan Dosen, Rektor Uniba Solo Lepas Baju dan Pilih Mundur

Untuk PK, mahasiswa juga bisa menjalankannya di lingkungan rumah masing-masing, seperti mengajar di klub belajar masyarakat maupun sekolah di sekitar domisilinya. Dengan durasi yang lebih lama, kampus UNY kemudian memperbolehkan mahasiswa menyambi KKN dan PK dengan skripsi maupun mata kuliah lain karena pelaksanaannya secara daring.

Lebih lanjut, Rektor UNY Profesor Sutrisna Wibawa menuturkan, pelaksanaan KKN di desa masing-masing mahasiswa merupakan implementasi konsep merdeka belajar. Mahasiswa harus berada di luar kampus selama satu semester penuh untuk berinteraksi dengan masyarakat.

Salah satu mahasiswa UNY yang akan melaksanakan KKN kali ini yaitu Achmad Muhaemin. Mahasiswa FMIPA UNY ini akan melakukan KKN di kediamannya di Kebumen, Jawa Tengah. Ia masih mencari kawan satu kelompok yang kediamannya satu wilayah.

"Programnya belum kepikiran karena belum ada pembekalan, tapi tanggal 27 Juni sudah pelepasan mahasiswa untuk KKN," kata Achmad. Agenda orientasi KKN dijadwalkan baru berlangsung pada Selasa (30/6) besok. (Teresa Ika/Yogyakarta)

Baca Juga:

Begini Cara Nadiem Agar Nasib Mahasiswa Tak Terkatung-katung Selama Pandemi


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH