Mahasiswa Perantau di Yogyakarta Banyak Tak Masuk DPTb Daftar Pemilih Pemilu 2019. (Ant)

MerahPutih.com - Mahasiswa di Kota dan Kabupaten di DI Yogyakarta yang tergolong masuk dalam kelompok Daftar Pemilih Tambahan ( DPTb) tidak dapat memilih, meskipun sudah mengurus surat formulir A5, alias tempat pindah memilih.

"Padahal ketentuan pemilu menyatakan bahwasanya baik DPT maupun DPTb dapat menggunakan hak pilihnya dari jam 7-13 siang," kata Zaidan, Pemantau dari Aliansi Penggerak Demokrasi Indonesian (APDI), di Yogyakarta, Rabu (17/4).

Zaidan mengungkapkan sejumlah kasus yang dialami antara lain tidak boleh langsung memilih karena lebih diutamakan dulu mereka yang terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT). Kasus lainnya, lanjut dia, TPS tidak mendapat daftar nama DPTb dari kelurahan dan KPU, sehingga tidak berani memberikan izin memilih.

"Padahal di form A5, PPS sudah menunjuk TPS tersebut adalah lokasi mahasiswa yang bersangkutan untuk memilih," kata Zaidan, dilansir Antara.

Menurut Zaidan, ada juga mahasiswa perantau yang disuruh memilih di atas jam 12 siang, tetapi ketika waktu ternyata surat suara sudah habis.

Yogyakarta, lanjut dia, merupakan kota pelajar sehingga banyak mahasiswa perantau yang otomastis pengguna A5 otomatis tinggi. “Apa fungsinya mengurus A5, jika kita tidak di data setelah itu?” sesal dia.

MK
Gedung Mahkamah Konstitusi (Foto/Mahkamahkonstitusi.go.id)

Untuk diketahui, Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengabulkan permohonan untuk memperpanjang pendaftaran pemilih bagi para perantau. KPU memperpanjang masa pendaftaran bagi kalian yang tengah mengadu nasib jauh dari domisili dan terpaksa pindah tempat pencoblosan untuk tetap eksis berkontribusi dalam pesta demokrasi lima tahunan.

Layanan pindah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebetulnya sudah habis 30 hari sebelum pemilihan, ketika KPU menutup batas waktu pengurusan surat pindah memilih (A5) pada 17 Maret silam. Untung saja, MK dalam putusan memperpanjang batas waktunya hingga 7 hari sebelumnya pencoblosan, alias 10 April mendatang.

MK menetapkan 4 kondisi pemilih sebagai syarat untuk bisa mengurus surat pindah memilih (Formulir A5), antara lain pemilih sedang dirawat di rumah sakit, tahanan rutan/lapas, korban bencana alam dan mereka yang bertugas saat hari pencoblosan.

Artinya, perantau yang memenuhi 4 kriteria itu masih bisa mengurus pindah TPS maksimal sampai Rabu 10 April untuk tetap eksis menyalurkan aspirasi memilih Presiden dan Wakil Rakyat di 17 April nanti. (*)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH