Mahasiswa IPB Ciptakan Alat Pendeteksi Alkohol untuk Makanan dan Minuman Ilustrasi alkohol (Pixabay.com)

BAGI umat muslim memilih makanan atau minuman tanda adanya kandungan alkohol sangatlah penting. Pasalnya, alkohol merupakan salah satu hal yang diharamkan untuk dikonsumsi.

Berkat kecerdasan beberapa mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), terdapat suatu alat bernama Ad-Toam yang berfungsi untuk mendeteksi kadar alkohol pada produk makanan dan minuman sehingga diketahui status kehalalannya.

"Alat ini dirancang khusus, portable jadi bisa dibawa kemana-mana, sederhana, cocok buat traveler atau yang sedang keluar negeri, tidak khawatir lagi," kata Ahmad Khairul Reza, satu dari empat mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) perancang Ad-Toam, saat ditemui, Senin (21/8).

Alat ini nantinya dapat mendeteksi kandungan etanol (alkohol) pada makanan dan minum. Kadar alkohol akan tersaji pada monitor seperti layar telepon genggam.

Untuk mengecek kandungan etanol tersebut, Ad-Toam dilengkapi elektroda platina yang bereaksi nikel. Nikel dipilih karena tidak mudah kerosi dengan zat lainnya. Sehingga dapat mendeteksi dengan keakuratan 93 persen.

Besi elektroda platina bereaksi nikel berupa garputala. Untuk mengecek kandungan etanol atau alkohol cukup menancapkan elektrona platina kepada makanan atau minuman yang ingin diukur.

Uji coba telah dilakukan kepada makanan tradisional tape, minuman beralkohol bir dan vodka serta potongan kue dari salah satu toko kue yang 'belum' memiliki sertifikasi halal.

"Uji coba pada tape menunjukkan kadar etanolnya 0,1 persen. Artinya masih diperbolehkan atau halal dikonsumsi," kata Sejahtera, mahasiswa lainnya.

Pada uji coba minuman mixmax vodka diperoleh angka 4,78 persen, sesuai dengan keterangan sajian di botol tertulis kurang lebih 4,8 persen.

Sementara itu, dua potong kue yakni blackforrest dan cake marcon diperoleh data, cream mengandung 1,7 persen dan cakenya mengadung 2,7 persen etanol.

"Berdasarkan standar halal LPPOM MUI, kandungan alkohol diatas 1 persen tidak dibolehkan, karena dapat memabukkan," katanya.

Ad-Toam adalah hasil kreativitas empat mahasiswa Fakultas Ilmu Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB, mereka adalah, Ahmad Khairul Reza selaku ketua tim, Anisah Rahajeng Kartikasari, Sejahtera dan Intan Nurhasanah selaku anggota.

Ad-Toam masih perlu penyempurnaan sebelum benar-benar bisa dilepas ke masyarakat. Pihaknya perlu menjajaki kerja sama dengan industri yang dapat memproduksi produk portable tersebut. (*)

Sumber: Antara

Selain artikel ini Anda juga bisa baca "Tea Photography", Seni Memotret Kegemaran Othniel Giovanni


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH