Mahasiswa Indonesia di Wuhan Senang Dengar Kabar Evakuasi Oleh Pemerintah Penduduk memakai masker saat merebaknya wabah virus corona di China. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins (REUTERS/CARLOS GARCIA RAWLINS/h-fdh)

Merahputih.com - Mahasiswa Indonesia asal Sulawesi Selatan (Sulsel) di Wuhan, Tiongkok, Patmawaty Taibe mengaku bersyukur dan berharap rencana evakuasi oleh pemerintah dapat segera direalisasikan.

Mahasiswa yang kini mengambil program doktoral psikologi itu mengatakan sangat berharap bisa keluar dari kota yang terisolir itu, khususnya Provinsi Hubei.

Baca Juga:

Karena Virus Corona, Film Terbaru Jackie Chan Gagal Rilis

"Kami sangat senang dengan kabar rencana evakuasi yang terus dimatangkan pemerintah," katanya melalui pesan WhatsApp dikutip Antara, Rabu (30/1).

Mahasiswi tingkat doktoral yang akrab dipanggil Eva ini, juga mengaku terus memantau perkembangan atau progres pemerintah terhadap warganya yang ada di Tiongkok melalui berita dari dalam negeri.

Anggota paramiliter menggunakan masker saat berjaga di Gerbang Tiananmen, saat sejumlah wilayah dilanda wabah virus corona baru, Senin (27/1/2020). ANTARA/REUTERS/CARLOS GARCIA RAWLINS/tm.
Anggota paramiliter menggunakan masker saat berjaga di Gerbang Tiananmen, saat sejumlah wilayah dilanda wabah virus corona baru, Senin (27/1/2020). ANTARA/REUTERS/CARLOS GARCIA RAWLINS/tm.

Saat ini, Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri bekerjasama dengan kementerian dan lembaga terkait telah mematangkan persiapan agar evakuasi bisa dilakukan dengan cepat dan tepat, sembari menunggu izin dari otoritas Tiongkok.

Baca Juga:

Wabah Virus Corona, Apa Dampaknya terhadap Pasokan Bawang Impor Asal Tiongkok?

Persiapan evakuasi juga berkaitan dengan proses karantina lanjutan di negara tujuan, mengingat Kota Wuhan di Provinsi Hubei, Tiongkok telah berstatus karantina selama sepekan terakhir untuk mencegah penyebaran Virus Corona lebih luas.

"Kami sangat senang dengan kabar ini. Semoga semuanya dimudahkan, Aamiin," ujar dosen Universitas Bosowa (Unibos) Makassar ini pula. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Delapan Petugas Pilkada DIY Positif COVID-19
Indonesia
Delapan Petugas Pilkada DIY Positif COVID-19

Penambahan Selasa menjadi rekor terbanyak selama pandemi corona terjadi di wilayah DIY.

Semakin Bertambah, Pasien Virus Corona Meninggal Capai 106 Orang
Indonesia
Semakin Bertambah, Pasien Virus Corona Meninggal Capai 106 Orang

Jumlah itu naik dari jumlah sebelumnya, yakni 81 orang.

 Pemprov DKI Tindak 677 Perusahaan Langgar PSBB, 126 Ditutup Sementara
Indonesia
Pemprov DKI Tindak 677 Perusahaan Langgar PSBB, 126 Ditutup Sementara

Kepala Disnakertrans, Andri Yansah mengatakan, dari 677 perusahaan 126 dilakukan penutupan sementara perusahaan yang tak dikecualikan selama masa PSBB.

 Obat untuk Pasien Corona Penuhi Kebutuhan untuk 60 Ribu Pasien
Indonesia
Obat untuk Pasien Corona Penuhi Kebutuhan untuk 60 Ribu Pasien

“Nah ini juga sudah kita siapkan, stoknya ada untuk yang sakit,” kata Erick

Warga Kupang Lakukan Uji Swab Massal Sehabis Dikunjungi Menteri Edhy
Indonesia
Warga Kupang Lakukan Uji Swab Massal Sehabis Dikunjungi Menteri Edhy

Selama berada di Desa Mata Air, sejumlah warga sempat melakukan foto bersama dan bersalaman dengan Menteri Edhy Prabowo.

[HOAKS atau FAKTA]: Anak-anak Muslim di Prancis Diberi Identitas Khusus
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anak-anak Muslim di Prancis Diberi Identitas Khusus

Pengguna Twitter ZahraBilloo menyatakan bahwa Prancis tengah menyusun sebuah peraturan baru yang mewajibkan anak-anak muslim beridentitas khusus.

UMP Jateng 2021 Naik, SBSI Solo: Ideal Upah Rp3 Juta
Indonesia
UMP Jateng 2021 Naik, SBSI Solo: Ideal Upah Rp3 Juta

"Kebutuhan ideal upah di Solo berada di kisaran Rp3 juta. Belum lagi kondisi pandemi COVId-19 membuat kebutuhan makin membengkak," ujar Endang

PT KCI Minta Razia Surat Tugas Dilakukan di Akses Menuju Stasiun
Indonesia
PT KCI Minta Razia Surat Tugas Dilakukan di Akses Menuju Stasiun

PT KCI sudah menerapkan protokol pencegahan virus corona

Warga Tetap Beraktivitas Normal Pascaerupsi Merapi
Indonesia
Warga Tetap Beraktivitas Normal Pascaerupsi Merapi

"Tadi memang ada letusan, tetapi tidak berpengaruh terhadap aktivitas warga di sini, tidak panik seperti 2010 dulu (erupsi besar Merapi, red.)," ujarnya

 Indonesia Kehilangan Jutaan Wisatawan Akibat Pandemi Corona
Indonesia
Indonesia Kehilangan Jutaan Wisatawan Akibat Pandemi Corona

“Kalau dihitung saja sih, mungkin kita kehilangan potensi kedatangan wisatawan asing itu sekitar empat juta lah,” kata Wishnutama, Kamis (28/5).