Mahasiswa Ditangkap Densus 88 Bertugas Kirim Dana ke ISIS Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan memberikan keterangan pers di Mabes Polri, Selasa (24/5/2022). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

MerahPutih.com - Pengungkapan kasus dugaan terorisme yang melibatkan oknum mahasiswa di Malang berinisial IA terus dilakukan.

Dari hasil pemeriksaan, IA diketahui telah menggalang dan mengirimkan dana ke kelompok teroris sejak tiga tahun lalu.

"Sejak 2019 itu dia sudah melakukan komunikasi (menggalang dan mengirimkan dana) dengan mengajak rekan-rekan di grup salah satu sosial media," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Selasa (31/5).

Baca Juga:

Polri Ungkap Modus Pencarian Dana Terorisme, dari Sumbangan Kemanusiaan hingga Pinjol

Menurut Ramadhan, tersangka IA mulai mengirimkan dana ke ISIS usai menyatakan dukungannya terhadap kelompok tersebut.

IA, kata Ramadhan, juga mengajak peserta lain untuk ikut mendukung dan memberikan bantuan dana. "Bantuan dana ini digunakan untuk kegiatan terorisme," ujarnya.

Adapun kegiatan terorisme ini tidak hanya meliputi kegiatan fisik, tapi juga memberikan bantuan pemberangkatan untuk pelatihan fisik dan militer, pembelian senjata, dan pemberangkatan anggota ke Suriah.

"Jadi pengumpulan dana itu bisa dilakukan untuk kegiatan teroris apa saja," tegas perwira tinggi (PATI) polisi itu.

Baca Juga:

Teror Bom Kampung Melayu Jelang Ramadan 2017

Ramadhan menyebut IA telah berkomunikasi dengan terpidana teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan berencana menyerang fasilitas umum (fasum) serta kantor kepolisian.

"Yang mereka sebutkan perbuatan dengan melakukan penyerangan di tempat fasilitas-fasilitas umum dan di kantor-kantor kepolisian," tutup Pati Polri bintang satu itu.

Dalam kasus ini, IA dijerat Pasal 15 Jo 7 dan Pasal 13A Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, dengan ancaman penjara paling lama lima tahun. (Knu)

Baca Juga:

Polisi Cari Pelaku Teror Ancaman Bom Kedutaan Besar Belarus

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dianiaya Sesama Tahanan, Muhammad Kece Bisa Ajukan Perlindungan ke LPSK
Indonesia
Dianiaya Sesama Tahanan, Muhammad Kece Bisa Ajukan Perlindungan ke LPSK

Meski berstatus tahanan, mereka tetap harus mendapatkan jaminan keamanan, baik dari aparat maupun ancaman dari sesame penghuni rutan lainnya.

CFW Sudah Menjalar, Ketua DPR Minta Energi Kreatif Anak Muda Diwadahi
Indonesia
CFW Sudah Menjalar, Ketua DPR Minta Energi Kreatif Anak Muda Diwadahi

Citayam Fashion Week (CFW) mendapat apresiasi dari Ketua DPR RI Puan Maharani.

Diduga Tercemar, Dinas Lingkungan Hidup DKI Ambil Sampel Air Laut
Indonesia
Diduga Tercemar, Dinas Lingkungan Hidup DKI Ambil Sampel Air Laut

Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta melakukan pengambilan sampel air laut di sejumlah titik pesisir Ibu Kota menindaklanjuti kabar teluk Jakarta yang diduga tercemar Paracetamol.

Ayah Sopir Vanessa Angel Diperiksa Polisi
Indonesia
Ayah Sopir Vanessa Angel Diperiksa Polisi

Kami juga sudah memeriksa asisten rumah tangga Vanessa Angel

LRT Bakal Beroperasi Tanpa Masinis, KAI Pastikan Keamanan Terjaga
Indonesia
LRT Bakal Beroperasi Tanpa Masinis, KAI Pastikan Keamanan Terjaga

PT KAI menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang andal untuk memastikan pelayanan, keselamatan, dan keamanan selama dalam perjalanan tetap terjaga.

Kepala BNPT Ibaratkan Penyebaran Paham Radikal bak COVID-19
Indonesia
Kepala BNPT Ibaratkan Penyebaran Paham Radikal bak COVID-19

Penyebaran paham radikalisme dinilai sama berbahaya dengan virus COVID-19.

PDIP Ingatkan Kader Tak Terbawa Arus Capres, Hasto: Komando di Tangan Ketum
Indonesia
PDIP Ingatkan Kader Tak Terbawa Arus Capres, Hasto: Komando di Tangan Ketum

Hasto mengingatkan pilpres kewenangan ibu ketua umum. Yang perlu dilakukan adalah gerak ke bawah, pergerakan ke rakyat membantu rakyat

Elektabilitas Prabowo Jauh Kalahkan Ganjar Pranowo dan Anies di Sumsel
Indonesia
Elektabilitas Prabowo Jauh Kalahkan Ganjar Pranowo dan Anies di Sumsel

Dari temuan Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyebutkan, Prabowo Subianto paling banyak dipilih, yaitu oleh 34,4 persen.

Universitas Atma Jaya Targetkan 50 Ribu Warga Disuntik Vaksin Booster
Indonesia
Universitas Atma Jaya Targetkan 50 Ribu Warga Disuntik Vaksin Booster

Per Minggu (23/1), cakupan vaksinasi total (1, 2, dan 3) telah mencapai 306.578.242 suntikan.

Kota Bandung Butuh Peta Mitigasi Bencana
Indonesia
Kota Bandung Butuh Peta Mitigasi Bencana

Yana meminta para kepala perangkat daerah, camat maupun lurah untuk segera menindaklanjuti kajian risiko bencana di Kota Bandung.