Mahabarata: Asmara Raja Dewa, Lakon Lama Bergaya Baru Penampilan Teater Koma denga judul Mahabarata: Asmara Raja Dewa. (Instagram/@teaterkoma)

KEKOSONGAN membuat Sang Hyang Wenang beraksi. Memutar ide untuk memenuhi keramaian. Ia menciptakan menciptakan Tiga Dunia, yakni Mayapada atau Dunia Atas, Madyapada Dunia Gelap dan Marcapada Dunia Bawah, tak lupa juga beserta penghuninya.

Semula suasana berjalan aman, hingga waktu mengantarkan penghuninya pada perperangan dasyat karena perebutan kekuasaan. Dalam ceritanya, hal ini terjadi antara Idajil dan Hyang Tunggal. Nasib naas diterima Hyang, hingga kekuasaanya harus digantikan oleh Batara Guru.

Dari sinilah dimulai kisah Raja Dewa, Batara Guru dalam menjaga kedamaian Tiga Dunia yang selalu diusik oleh penghuni Dunia Gelap. Belum lagi Idajil, selalu menghasut para perusuh dari belenggu tempat pengasingannya.

Perseteruan saling harsut, saling gesek ini terus terjadi. Siapakah yang akan berkuasa dalam kisah ini? Batara Guru atau Idajil bersama pasukannya. Lanjut ceritanya dikisahkan dalam penampilan teater berjudul Mahabarata: Asmara Raja Dewa.

Penampilan Teater Koma di Taman Ismail Marzuki

Penampilan Teater Koma denga judul Mahabarata: Asmara Raja Dewa. (Instagram/@teaterkoma)
Penampilan Teater Koma denga judul Mahabarata: Asmara Raja Dewa. (Foto: instagram@teaterkoma)

Setelah menggelar Gemintang yang bertema fiksi ilmiah pada bulan Juni dan Juli lalu, Teater Koma kembali beraksi dengan penampilan bertajuk Mahabarata: Asmara Raja Dewa. Kisah ini mengangkat kehidupan para dewa dan wayang.

Sejatinya Mahabarata: Asmara Raja Dewa merupakan lakon lama, kisah lama, tapi sangat memikat. Ini lakon para dewa dan kemudian lakon penciptaan manusia.

Mereka yang Terlibat dalam Mahabarata: Asmara Raja Dewa

Penampilan Teater Koma denga judul Mahabarata: Asmara Raja Dewa. (Instagram/@teaterkoma)
Penampilan Teater Koma denga judul Mahabarata: Asmara Raja Dewa. (Foto: instagram@teaterkoma)

Pergelaran kali ini didukung oleh Idries Pulungan, Budi Ros, Sari Madjid, Alex Fatahillah, Dorias Pribadi, Daisy Lantang, Ratna Ully, Asmin Timbil, Raheli Dharmawan, Toni Tokim, Bayu Dharmawan Saleh, Angga Yasti, Tuti Hartati, Dana Hassan, Suntea Sisca, Julung Zulfi, Indrie Djati, Dodi Gustaman, Sekar Dewantari, Sir Ilham Jambak, Rangga Riantiarno dan masih banyak lagi.

Mereka yang berperan di belakang adalah tata busana Rima Ananda, tata rias Subarkah Hadisarjana dan tata rambut garapan Sena Sukarya dengan dukungan PAC Martha Tilaar, akan berpadu dengan tata artistik garapan Idries Pulungan, tata cahaya besutan Deray Setyadi, latar animasi dan multimedia olahan Bulqini, di mana tata gerak Ratna Ully serta arahan instruktur vokal Naomi Lumban Gaol akan diiringi oleh musik komposisi dan aransemen karya Fero Aldiansya Stefanus.

Mereka yang Merangkai Mahabarata: Asmara Raja Dewa

Penampilan Teater Koma denga judul Mahabarata: Asmara Raja Dewa. (Instagram/@teaterkoma)
Penampilan Teater Koma denga judul Mahabarata: Asmara Raja Dewa. (Foto: instagram@teaterkoma)

Mahabarata: Asmara Raja Dewa merupakan produksi ke-154 Teater Koma yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, akan dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki setiap hari, 16 s.d. 26 November 2018, pukul 19.30 WIB kecuali hari Minggu, 18 dan 25 November 2018, pukul 13.30 WIB.

Bagi yang ingin menyaksikan langsung pertunjukan Teater Koma dalam Mahabarata: Asmara Raja Dewa bisa memesan tiketnya di teaterkoma.org dan blibli.com. (zaim)

Kredit : zaimul


Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH