Maestro Tari Kenamaan Tanah Air Ramaikan Festival Payung Indonesia 2017 Pembuatan payung fantasi untuk FPI 2017. (Foto: MP/WIN)

ADA yang berbeda dengan Festival Payung Indonesia 2017. Selain menghadirkan ratusan perajut payung dari berbagai daerah di Tanah Air, festival payung kali ini menampilkan sajian yang belum pernah ada sebelumnya, yaitu pentas maestro tari Indonesia.

Sederet maestro tari yang namanya tak asing di telinga seperti Retno Maruti (Jakarta), Didik Nini Thowok (Yogyakarta), Rusini (Solo), Dariah (Banyumas), Ayu Bulantrisna Jelantik (Bali), dan Munasiah Daeng Jinne (Makassar) akan menari di FPI. Rencananya, mereka akan tampil pada hari terakhir penyelenggaraan festival payung, yaitu Minggu (17/9) malam di Pendopo Pura Mangkunegaran, Solo.

“Kalau boleh saya bilang, mungkin baru pertama kali ini beliau tampil di ajang seperti ini. Beliau akan membawakan karya-karyanya masing-masing,” jelas Direktur Project FPI 2017, Heru Mataya.

Usia para penari ternama Tanah Air ini memang sudah tak muda lagi. Namun, semangat mereka untuk menampilkan kesenian tradisional Indonesia masih menyala.

“Kemarin saat kami beritahu bahwa kami akan (mengajak) tampil di Pura Mangkunegaran, beliau sangat antusias. Setidaknya, itu menjadi inspirasi bagai generasi muda,” pungkas Heru.

Artikel ini dibuat berdasarkan laporan WIN, kontributor Merahputih.com untuk wilayah Solo dan sekitarnya. (*)

Hari ini merupakan kelahiran Chrisye. Merahputih.com membuat laporan khusus mengenai perjalanan hidup penyanyi legendaris itu. Simak artikel pertamanya di sini: SEJARAH HARI INI: Chrisye, Sang Legenda Musik Indonesia Lahir.



Rina Garmina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH