Maestro Batik Cirebon Ingin Serahkan Batik Antikorupsi ke Presiden Jokowi Maestro batik Cirebon Katura AR di depan karyanya batik antikorupsi, Cirebon, Kamis (4/1). (MP/Mauritz)

MerahPutih.com - Batik tak hanya bisa dibuat untuk menjadi pakaian tapi juga bisa menjadi media kreativitas seni. Di tangan maestro batik Cirebon Katura AR, lukisan di kain batik menjadi wujud dukungan moril kepada pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

Batik yang dibuat dengan ukuran 1,5 meter x 2,5 meter ini memerlukan waktu satu bulan untuk pengerjaan. Lukisan batik itu menampilkan gunungan dan gambar tikus berdasi. Gambar tikus berdasi merupakan sindiran kepada para koruptor.

Katura mengagumi sosok Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Bagi Katura, Jokowi-JK punya makna sendiri.

“Nama Jokowi JK sendiri mempunyai makna, yaitu Jo itu Ojo, Ko itu Koyo, lalu Wi nya Wingi-wingi, yang artinya Jangan Seperti Kemarin-kemarin. Sedangkan JK artinya Jujur Kerja Keras,” ujarnya, di Cirebon, Jawa Barat, Kamis (4/1).

Jadi, gambar batik itu, Katura menginginkan,'jangan seperti kemarin-kemarin banyak tikus, dan ingin tikus-tikus tersebut dimusnahkan'.

Pada lukisan batik gunungan terdapat tulisan Indonesia HEBAT. HEBAT menurutnya akronim dengan Harmonis, Ekonomis, Bersih, Agamis, dan Tegas.

"Ini saya buat untuk diserahkan nanti kepada Pak Jokowi dan KPK. Juga ini saya buat agar Indonesia bersih dari koruptor," tandasnya. (*)

Berita ini merupakan laporan Mauritz, kontributor merahputih.com, untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya. Baca juga berita lain terkait korupsi: Terinspirasi Setya Novanto, Katura Membuat Batik Antikorupsi


Tags Artikel Ini

Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH