MacOS Catalina Tak Terima Selain yang di Apps Store MacOS Catalina Akan Membatasi Penggunaan Aplikasi Di Luar Apple App Store (Foto Official Apple Website)

UPDATE terbaru yang dilakukan oleh Apple adalah MacOS Catalina. Banyak yang berubah melalui update ini. Selain antarmuka yang lebih sederhana, dan beberapa fitur yang hilang dan tergabung seperti iTunes yang bisa diakses pada menu Finder.

Kabarnya Apple akan perketat aplikasi yang bisa digunakan di MacOS Catalina. Ini menjadi pro dan kontra bagi para pengguna aplikasi di luar Apple App Store.

Baca Juga:

NASA Rencanakan Misi Pencarian Bumi Kedua dengan Alat Ini

komputer
Perkenalan MacOS Catalina di Apple Worldwide Developer Conference 2019 (Foto Cut Off Mac)


Laman Forbes menuliskan, Apple akan memperketat MacOS Catalina dengan membuat update untuk pengesahan prasyarat aplikasi Apple. Secara eksluusif gawai seperti MacBook Pro, MacBook Air, iMac, dan Mac Pro akan membatasi dari aplikasi di luar Apple App Store.

Bisa jadi performa dalam menggunakan aplikasi di luar Apple App Store tak akan berjalan mulus pada MacOS Catalina. Hal ini tentu menjadi pro dan kontra bagi para pengguna gawai Apple yang menggunakan aplikasi di luar App Store.

Pada bulan Juni mereka sudah mengumumkan bahwa semua software yang ada di luar Apple App Store harus disahkan oleh Apple agar dapat berjalan dengan lancar di MacOS. Kemudian pada September, untuk pemakai yang menggunakan gawai Apple yang tidak support untuk catalina, updatenya akan dinonaktifkan untuk sementara demi mengoptimalkan OS anyar itu. Nanti pada tanggal 3 Februari 2020, mereka akan mulai melakukan pensahan prasyarat aplikasi di luar Apple App Store pada update terbaru MacOS Catalina.

Baca Juga:

Tahun Depan Akan Ada Pesaing GPS? Yuk Intip Bocorannya

komputer
Antarmuka dari MacOS Catalina (Foto Official Apple Website)


MacOS Catalina adalah salah satu update terbaru yang dibuat oleh Apple pada tahun 2019. OS ini mengalami perubahan fitur dan antarmuka. Kemudian Apple memulai untuk menghentikan dukungan aplikasi berbasis 32-bit, hal ini tentu membuat penggunanya harus menggunakan aplikasi berbasis 64-bit pada OS terbaru tersebut. Hal itu perlu pensahan prasyarat aplikasi Apple membuat pengguna menjadi lebih terbatas dalam memasukkan aplikasi ke dalam gawainya.

Tetapi jika dilihat dari sisi positifnya, keputusan yang dibuat oleh Apple tersebut membuat pengguna akan lebih merasa aman untuk mendapatkan pengalaman terbaik dalam menggunakan gawai Apple. (dnz)


Baca Juga:

White Ops Menemukan 100 Aplikasi Berbahaya


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH