Mabes Polri Usut Laporan Dugaan Ujaran Kebencian Mantan Komisioner Komnas HAM Baranusa melaporkan mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai ke Polda Metro Jaya, Senin (4/10/2021). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

MerahPutih.com - Mabes Polri tengah memproses laporan Barisan Relawan Nusantara atau Baranusa, terkait kasus dugaan ujaran kebencian yang diduga dilakukan mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.

Saat ini, laporan sedang dipelajari dan penyidik akan mengambil langkah selanjutnya.

"Tengah dipelajari oleh penyidik, tentunya akan diambil langkah-langkah oleh penyidik nanti," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan di Mabes Polri, Rabu (6/10).

Baca Juga:

Soal Dugaan Rasial Natalius Pigai, Gibran: Tidak Usah Ditanggapi

Menuruy Rusdi, langkah penyidik selanjutnya adalah mengumpulkan bukti-bukti yang relevan terkait kasus dugaan rasisme itu, untuk menilai apakah ada tindak pidana atau tidak ada tindak pidana.

"Kalau ada tindak pidana tentunya akan dilanjutkan prosesnya, kalau tidak ada tindak pidana tidak akan dilanjutkan oleh penyidik," ungkapnya.

Menyoal apakah sudah ada agenda pemanggilan untuk meminta keterangan pelapor, Rusdi menyatakan, belum ada.

"Belum, nanti kita tunggu penyidiknya," katanya.

Dokumentasi aktivitas Natalius Pigai (tengah). ANTARA FOTO/Reno Esnir
Dokumentasi aktivitas Natalius Pigai (tengah). ANTARA FOTO/Reno Esnir

Sekadar informasi, Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara (Baranusa) Adi Kurniawan melaporkan Natalius Pigai ke Bareskrim pada Senin (4/10) karena kicauannya di akun Twitter @NataliusPigai2.

Laporan polisi itu terdaftar dengan Nomor STTL/388/X/2021/Bareskrim.

Dalam laporan itu, Natalius diduga melakukan tindakan pidana penghinaan, ujaran kebencian, atau hate speech melalui media elektronik dan/atau kejahatan tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

Baca Juga:

Abu Janda-Natalius Pigai Duduk Satu Meja, PKB: Harus Diteladani

Pigai membantah tulisan yang diunggahnya di Twitter bernada rasialisme.

Pigai menegaskan, dirinya hanya mengkritik Presiden Jokowi dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam kapasitas mereka sebagai pejabat negara.

Dia mengatakan, sebagai aktivis, ia perlu mengawal tujuan bernegara.

Pigai berharap polisi bersikap profesional dan adil dalam menangani laporan terhadap dirinya. "Saya harap kepolisian akan profesional dan adil melihatnya," kata dia. (Knu)

Baca Juga:

Temui Natalius Pigai, Tak Berarti Abu Janda Lolos dari Jeratan Hukum

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ribuan Aparat Jaga Ketat Sidang Putusan Rizieq Shihab di PN Jaktim
Indonesia
Ribuan Aparat Jaga Ketat Sidang Putusan Rizieq Shihab di PN Jaktim

"Sekitar 2.800 personel dikerahkan, gabungan dari TNI-Polri," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus

PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemerintah Diminta Genjot Vaksinasi
Indonesia
PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemerintah Diminta Genjot Vaksinasi

Selain evaluasi berbasis data kesehatan dari WHO, Mufida berharap pemerataan vaksinasi menjadi perhatian serius Pemerintah.

Cegah Polarisasi, Komnas HAM Minta Ambang Batas Pencalonan Capres Diturunkan
Indonesia
Cegah Polarisasi, Komnas HAM Minta Ambang Batas Pencalonan Capres Diturunkan

Komnas HAM juga mendorong pemerintah dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri dan DPR RI untuk membuat regulasi di bidang kepemiluan yang lebih adaptif terhadap situasi pandemi COVID-19 .

Polda Papua Lakukan Pencarian Pesawat Twin Otter Rimbun Air
Indonesia
Polda Papua Lakukan Pencarian Pesawat Twin Otter Rimbun Air

Pesawat Rimbun Air Cargo seri Twin Otter 300 PK-OTW dikabarkan hilang kontak di Kabupaten Intan Jaya, Papua, hari Rabu, 15 Sept 2021 pukul 07.37 WIT.

Tak Bentuk TGPF Tewasnya Enam Laskar FPI, Mahfud MD: Itu Urusan Komnas Ham
Indonesia
Tak Bentuk TGPF Tewasnya Enam Laskar FPI, Mahfud MD: Itu Urusan Komnas Ham

Mahfud juga mempersilakan Komnas HAM mengumumkan hasil investigasi mereka

Paripurna DPR Setujui 7 RUU Jadi UU
Indonesia
Paripurna DPR Setujui 7 RUU Jadi UU

Mulai tanggal 8-31 Oktober 2021 DPR RI memasuki Masa Reses Masa Persidangan I Tahun Sidang 2021-2022.

Kapolda Metro Jaya Doakan Napi yang Tewas Diampuni Dosanya
Indonesia
Kapolda Metro Jaya Doakan Napi yang Tewas Diampuni Dosanya

Dari delapan korban luka bakar, enam diantaranya mengalami luka bakar di atas 50 persen

Aturan Baru Berwisata di Malioboro
Indonesia
Aturan Baru Berwisata di Malioboro

"Pengunjung yang masuk ke kawasan Malioboro akan otomatis tercatat dan nantinya akan mendapat pesan singkat melalui WhatsApp untuk mengingatkan bahwa waktu berkunjung mereka hampir habis," kata Ekwanto di Yogyakarta, Jumat (13/8)

Bima Arya Tegaskan Warga Bogor Terdampak Saat Rizieq Dirawat di RS Ummi
Indonesia
Bima Arya Tegaskan Warga Bogor Terdampak Saat Rizieq Dirawat di RS Ummi

Kasus Rizieq tersebut membuat legitimasi dan kewenangan jajarannya menjadi diragukan

Terima Gelar Kehormatan Tokoh Betawi, Anies: Amanat yang Harus Dijaga
Indonesia
Terima Gelar Kehormatan Tokoh Betawi, Anies: Amanat yang Harus Dijaga

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menerima Gelar Kehormatan Tokoh Betawi.