Mabes Polri Ungkap Tingkat Pelanggaran Polisi Bandel Jauh Menurun Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo. Foto: Dok. Pribadi

Merahputih.com - Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri memastikan oknum polisi nakal yang melakukan pelanggaran baik etik maupun pidana menurun dibandingkan dengan tahun 2020.

Hal ini dapat dilihat dari data pengaduan masyarakat (dumas) terhadap Reskrim menurun 0,9 persen pada 2020, dan menurun 85,7 persen pada 2021. Kemudian, aduan terhadap Lantas menurun 18,75 persen pada 2020, dan menurun 52,6 persen pada 2021

"Ini merupakan catatan data terakhir hingga Oktober 2021," terang Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo kepada wartawan, Rabu (3/11).

Baca Juga

Polisi Tegaskan Instruksi Kapolri Hanya untuk Media Internal Bukan Media Nasional

Penurunan angka pelanggaran oleh anggota Polri salah satunya karena penerapan strategi lebih kuat di internal Propam Polri. Selain itu penurunan pelanggaran terjadi atas pengawasan yang maksimal melalui kerja sama dengan POM TNI, Kompolnas, Ombudsman, Komnas HAM serta sejumlah akademisi.

Berdasarkan hasil kajian akademisi, ada beberapa hal yang dilakukan Propam Polri di wilayah-wilayah, seperti strategi pre-emtif dan preventif untuk mencegah pelanggaran. "Serta pengawasan secara eksternal yang sudah maksimal," tutur dia.

Sambo menjelaskan ada beberapa faktor kenapa terjadi pelanggaran oleh anggota Polri semenjak Jenderal Listyo Sigit Prabowo terpilih sebagai Kapolri. Menurut dia, pihaknya sudah melakukan penelitian dengan menggandeng sejumlah ahli.

“Kami gandeng akademisi, Kompolnas dan beberapa ahli sehingga nanti mitigasi dan pencegahan ini tepat. Kita lakukan penelitian dengan metode kualitatif dan kuantitatif melibatkan akademisi,” jelas Sambo.

Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo

Dari penelitian tersebut, ada dua faktor penyebab terjadinya pelanggaran yang dilakukan anggota. Yakni faktor individu anggota sendiri dan faktor dari organisasi.

Faktor individu, yang menyebabkan terjadinya pelanggaran anggota adalah ideologi dari anggota. Ideologi ini terkait tentang kecintaan anggota kepada institusi, dan mungkin ini terkait dengan rekrutmen.

“Kedua, masalah spiritual dari anggota. Ketiga, komunitas anggota itu. Ini juga sangat berpengaruh signifikan terhadap terjadinya pelanggaran anggota,” ujarnya.

Baca Juga

Polisi Bongkar Jaringan Mafia Tanah Intimidasi Warga di Jakarta Pusat

Dari sisi organisasi, Sambo menyebut ada budaya kerja. Menurutnya, ini juga menjadi faktor penyebab terjadinya pelanggaran anggota. Lalu, mungkin belum maksimalnya sosialisasi terhadap aturan-aturan internal, fasilitas dan infrastruktur terkait anggaran.

“Keempat, masalah organisasi ini adalah indikator kinerja yang harus kita tetapkan sehingga reward dan punishment ini bisa maksimal,” jelas mantan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim ini. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
57,98 Juta Penduduk Indonesia Sudah Divaksin Penguat
Indonesia
57,98 Juta Penduduk Indonesia Sudah Divaksin Penguat

Hingga saat ini berarti sudah ada sebanyak 57.980.364 (57,98 juta) warga Indonesia menerima dosis penguat.

Menko Airlangga: Masih Ada 18 Provinsi Capai Booster di Bawah 10 Persen
Indonesia
Menko Airlangga: Masih Ada 18 Provinsi Capai Booster di Bawah 10 Persen

Pemerintah mencatat, terdapat 18 dari 34 provinsi di Indonesia yang capaian vaksinasi dosis ketiga atau booster masih rendah di bawah 10 persen. Artinya, baru 16 provinsi yang sudah vaksin booster mencapai di atas 10 persen, dengan 9 provinsi di antaranya berada di luar Jawa-Bali.

DPR Sebut Sudah Ingatkan OJK Soal Pinjol Ilegal, tapi Diam Saja
Indonesia
DPR Sebut Sudah Ingatkan OJK Soal Pinjol Ilegal, tapi Diam Saja

Anggota DPR Vera Febyanthy meminta OJK melindungi konsumen dan menjaga nama baik industri keuangan non-bank.

Rusia Bersedia Berunding, Janji Nyawa Tentara Ukraina yang Menyerah Aman
Dunia
Rusia Bersedia Berunding, Janji Nyawa Tentara Ukraina yang Menyerah Aman

Moskow menyaratkan pasukan Ukraina terlebih dahulu meletakkan senjata mereka.

Pemerintah Segera Umumkan Vaksinasi Dosis Keempat untuk Masyarakat
Indonesia
Pemerintah Segera Umumkan Vaksinasi Dosis Keempat untuk Masyarakat

Vaksinasi booster kedua untuk tenaga medis kini tengah digencarkan.

Sejumlah Persoalan Muncul pada Pengadaan Tanah di IKN
Indonesia
Sejumlah Persoalan Muncul pada Pengadaan Tanah di IKN

Wakil Menteri ATR/Waka BPN Surya Tjandra mengatakan, sebelum kawasan yang akan dilakukan pembangunan IKN merupakan kawasan hutan, jadi sebetulnya tidak perlu adanya pengadaan tanah.

Ukraina Desak Negara Demokratis Segera Boikot Minyak Rusia
Dunia
Ukraina Desak Negara Demokratis Segera Boikot Minyak Rusia

Zelenskyy mengatakan, Moskow meraup banyak uang dari ekspor minyak sehingga mereka tak perlu menanggapi serius perundingan damai.

Pemprov DKI Bakal Gelar Pasar Murah, Minyak Goreng Dijual Per Liter Rp 13.500
Indonesia
Pemprov DKI Bakal Gelar Pasar Murah, Minyak Goreng Dijual Per Liter Rp 13.500

PT Food Station Tjipinang Jaya bakal melaksanakan pasar murah minyak goreng curah, di Pasar Indul Beras Cipinang, Jakarta Timur.

Kasus Dugaan Pelecehan dan Perundungan Pegawai KPI Terancam tak Terungkap
Indonesia
Kasus Dugaan Pelecehan dan Perundungan Pegawai KPI Terancam tak Terungkap

"Tapi kami akan berusaha keras, sekarang masih fase penyelidikan untuk membuktikan apakah benar peristiwa ini ada," kata Hengki.

Cara Dapatkan Informasi Soal Korban Gempa Cianjur
Indonesia
Cara Dapatkan Informasi Soal Korban Gempa Cianjur

BNPB memfasilitasi masyarakat yang ingin mendapat informasi soal korban.