Soal Pemanggilan Pemred Kompas TV, Ini Penjelasan Mabes Polri Rosiana Silalahi. (Foto/Instagram @rarasativali)

MerahPutih.com - Mabes Polri menyatakan kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Direktur Penyidikan KPK, Aris Budiman bukan ditujukan kepada karya jurnalistik.

Kabagpenum Divhumas Polri, Kombes Martinus Sitompil mengatakan, dipanggilnya Pemred Kompas TV, Rosiana Silalahi dan Aiman Witjaksono sebagai saksi adalah untuk meminta keterangan terkait konteks dugaan pencemaran nama baik. Dalam hal ini, terlapornya adalah Koordinator ICW Donald Fariz.

"Yang dilaporkan kan bukan medianya tapi isinya. Memang itu produk jurnalistik yang dimintakan itu adalah keterangan. Jadi jangan salah baca, bukan berhadapan antara penyidik Polda metro dengan kompas, bukan," ujar Martinus di Lido, Sukabumi, Jawa Barat, jumat (29/9).

Rosi dan Aiman akan dimintai keterangan mengenai pernyataan Donal yang dianggap Aris merupakan pencemaran nama baik.

"Supaya ini menguatkan adanya dugaan terjadinya seperti apa," kata Martinus.

Rencananya, hari ini Aiman dan Rosi direncanakan akam diminati keterangangan sebagai saksi oleh penyidik Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Namun, keduanya meminta pemeriksaan diundur.

Aiman berharap, kasus ini terlebih dahulu diselesaikan melalui Dewan Pers. "Kami tetap mendorong lewat UU Pers," kata Aiman. (Ayp)

Baca juga berita terkait pemeriksaan pemred Kompas TV di: Polisi Benarkan Akan Periksa Pemred Kompas TV

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Didi Kempot tidak Dimakamkan di Solo
Indonesia
Didi Kempot tidak Dimakamkan di Solo

Saat masuk rumah sakit kondisinya sudah anti jantung

Kasus 'Obat' COVID Anji dan Hadi Pranoto Naik ke Penyidikan
Indonesia
Kasus 'Obat' COVID Anji dan Hadi Pranoto Naik ke Penyidikan

Naiknya status laporan ini ke penyidikan pasca penyidik melakukan gelar perkara.

Diduga Terkena COVID-19, Politisi Senior PAN Ali Taher Tutup Usia
Indonesia
Diduga Terkena COVID-19, Politisi Senior PAN Ali Taher Tutup Usia

PAN berduka cita yang amat mendalam atas berpulangnya Bapak Dr. Ali Taher Parasong, Ketua Fraksi PAN MPR RI, anggota komisi VIII, dan Baleg.

 Dear Anggota DPR, Please Jangan Aji Mumpung di Tengah Pandemi COVID-19
Indonesia
Dear Anggota DPR, Please Jangan Aji Mumpung di Tengah Pandemi COVID-19

“DPR dengan laku grusa-grusunya bisa dituding publik sedang terapkan aji mumpung,” imbuh Hikam dalam keteranganya di Jakarta.

Anak Buah Anies Bantah Perombakan Jembatan Menteng Buntut Blusukan Risma
Indonesia
Anak Buah Anies Bantah Perombakan Jembatan Menteng Buntut Blusukan Risma

Pemerintah Kota Jakarta Pusat akan mengubah kolong jembatan di Kelurahan Pegangsaan Menteng menjadi taman.

Banjir Bandang di Masamba Akibatkan Dua Orang Tewas
Indonesia
Banjir Bandang di Masamba Akibatkan Dua Orang Tewas

Banjir bandang diduga diakibatkan curah hujan yang sangat tinggi sejak 12 Juli 2020

Jokowi tak Salah Pilih Prabowo
Indonesia
Jokowi tak Salah Pilih Prabowo

Trimedya berharap bukan hanya sekali ini Prabowo dan jajaran kabinet lainnya mempunyai kinerja yang diapresiasi publik

DPR Diminta Gunakan Hak Angket dalam Kasus Djoko Tjandra
Indonesia
DPR Diminta Gunakan Hak Angket dalam Kasus Djoko Tjandra

Mudahnya Djoko Tjandra untuk mendapat akses layanan publik maupun keluar masuk Indonesia, hampir tak mungkin dilakukan tanpa bantuan pihak berwenang

MAKI Minta Kajari Jaksel Dievaluasi
Indonesia
MAKI Minta Kajari Jaksel Dievaluasi

Permintaan itu terkait jamuan 2 tersangka kasus dugaan suap terkait penghapusan nama Djoko Tjandra dalam daftar red notice Polri.

Miliki Kinerja Bagus, Guru PPPK Dijanjikan Bisa Jadi CPNS
Indonesia
Miliki Kinerja Bagus, Guru PPPK Dijanjikan Bisa Jadi CPNS

Sebelumya, Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana menegaskan, guru akan beralih menjadi PPPK bukan PNS.