Mabes Polri Tegaskan Polemik Ekspor Ganja Tak Perlu Didiskusikan Lagi Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra (ANTARA/Dyah Dwi)

MerahPutih.Com - Mabes Polri menilai , pernyataan Anggota Komisi VI DPR fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rafli mengusulkan ganja menjadi komoditas ekspor Indonesia di pasar internasional, tak perlu lagi diperpanjang.

"Perkembangan terakhir pernyataan politik sudah dicabut, jadi tidak ada diskusi lagi soal itu," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (3/2).

Baca Juga:

Wacana Legalisasi Ganja, Peneliti Siap Buka Pintu Diskusi dengan Semua Kalangan

Asep mempertegas sikap Korps Bhayangkara yang mengacu pada hukum positif yang berlaku. Dimana narkotika jenis ganja hingga saat ini dilarang.

Anggota Fraski PKS DPR Rafli usulkan legalisasi ganja dan jadi komoditas ekspor
Anggota DPR dari Fraksi PKS Rafli usulkan ganja dilegalkan (Foto: kanalaceh)

"Polri berpedoman pada hukum positif yang berlaku, sampai hari ini jenis narkotik sudah diatur itu dilarang. Kami mengacu pada hukum positif yang berlaku yang mengatur tentang hukum narkotika," kata Asep.

Sebelumnya, Rafli menyarankan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto agar menjadikan ganja sebagai salah satu komoditas ekspor.

Hal itu disampaikan Rafli dalam rapat kerja di Komisi VI.

Baca Juga:

Legislator Asal Aceh Usulkan Legalisasi Ganja Agar Bisa Jadi Komoditas Ekspor

Rafli menilai, selama ini pelarangan ganja yang digolongkan menjadi jenis narkotika hanya merupakan konspirasi global. Anggota DPR asal Aceh ini bahkan menyebut, pelaku penyalahgunaan ganja yang kini mendekam di jeruji besi tidak sebanyak penyalahgunaan jenis narkotika lainnya.(Knu)

Baca Juga:

LGN, Komunitas Suarakan Legalitas Ganja Miliki Ratusan Anggota


Tags Artikel Ini

Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH