Mabes Polri Serahkan Kasus Dugaan Korupsi AKBP Bambang Kayun ke KPK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: MP/Dicke Prasetia)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan AKBP Bambang Kayun sebagai tersangka.

Ia dijadikan tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi pemalsuan surat perebutan ahli waris.

Menanggapi penetapan ini, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyatakan, sebelumnya Dittipidkor Bareskrim Polri sempat mengusut dugaan suap dan gratifikasi AKBP Bambang Kayun.

Baca Juga:

KPK Minta Bantuan TNI AU Hadirkan Eks KSAU Agus Supriatna

Kini kasus tersebut telah dilimpahkan ke KPK.

"Perkembangan akhir, antara Tipidkor dan KPK sedang koordinasi hingga saat ini dalam rangka pelimpahan penanganannya," ungkap Dedi Prasetyo saat dimintai konfirmasi wartawan, Rabu (23/11).

Menurut Dedi, pelimpahan kasus dugaan suap AKBP Bambang Kayun ke pihak KPK dilakukan demi transparansi proses penyidikan.

Baca Juga:

KPK Periksa Anggota DPR Muhammad Kadafi Terkait Kasus Suap Rektor Unila

Dia juga menyebut Bambang sudah diproses secara etik oleh Propam Polri.

"Yang bersangkutan juga sudah menjalani proses kode etik Propam," tuturnya.

Dedi belum menjelaskan secara rinci status AKBP Bambang Kayun apakah telah dijatuhi sanksi etik atau belum.

Dia mengaku masih menunggu informasi dari Propam Polri.

"Nunggu Propam dulu," tutup dia. (Knu)

Baca Juga:

KPK Disinyalir akan Tetapkan Tersangka Korupsi Pembangunan DPRD Marowali Utara

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kata Megawati Setelah Terima Gelar Profesor dari Seoul Institute of The Arts
Indonesia
Kata Megawati Setelah Terima Gelar Profesor dari Seoul Institute of The Arts

Mantan Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mendapat gelar Honorary Chair Professor dari Seoul Institute of The Arts (SIA).

Lukas Enembe Hendak Tinggalkan Indonesia Sebelum Ditangkap
Indonesia
Lukas Enembe Hendak Tinggalkan Indonesia Sebelum Ditangkap

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menangkap Lukas di Papua, sebelum politikus Partai Demokrat itu terbang ke luar negeri.

DPD RI Keluarkan 9 Rekomendasi Soal Kasus BLBI
Indonesia
DPD RI Keluarkan 9 Rekomendasi Soal Kasus BLBI

DPD RI mengeluarkan 9 rekomendasi atas kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) pada Sidang Paripurna RI ke-4 Masa Sidang I Tahun Sidang 2022-2023.

Tahun Baru Imlek, PT KAI Jual Tiket Kereta Api Promo Mulai Dari Rp 100 Ribu
Indonesia
Tahun Baru Imlek, PT KAI Jual Tiket Kereta Api Promo Mulai Dari Rp 100 Ribu

Momen Tahun Baru dan Imlek 2023 PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan promo tiket Kereta Api New Year Deals.

Sejumlah Titik di Jakarta Diterjang Banjir
Indonesia
Sejumlah Titik di Jakarta Diterjang Banjir

Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya membuat ruas jalanan hingga pemukiman penduduk ikut terendam.

Kakak Megawati Usulkan Dokter Pribadi Sukarno-Hatta Jadi Pahlawan Nasional
Indonesia
Kakak Megawati Usulkan Dokter Pribadi Sukarno-Hatta Jadi Pahlawan Nasional

"Bahwa saya sangat setuju sekali bahwa dokter Soeharto dijadikan pahlawan nasional dan saya mendukung penuh," ucap Guntur.

Pemerintah Sebut Rencana subsidi Kendaraan Listrik Perlu Restu DPR
Indonesia
Pemerintah Sebut Rencana subsidi Kendaraan Listrik Perlu Restu DPR

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan rencana subsidi kendaraan listrik memerlukan restu atau persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terlebih dahulu sebelum diimplementasikan.

Jam Operasional KRL Ditambah, Penumpang Boleh Berbuka Puasa di Kereta
Indonesia
Jam Operasional KRL Ditambah, Penumpang Boleh Berbuka Puasa di Kereta

Layanan operasional Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek ditambah dari 1.007 perjalanan per harinya menjadi 1.053 perjalanan per hari, mulai Senin (4/4).

Bulgaria Usir 70 Diplomat Rusia dengan Tudingan Mata-mata
Dunia
Bulgaria Usir 70 Diplomat Rusia dengan Tudingan Mata-mata

Bulgaria mengusir 70 staf diplomatik Rusia karena kekhawatiran atas spionase dan telah membatasi jumlah perwakilan Moskow di negara itu.

Viral Pengemudi Pelat RFH Pukuli Anak Anggota DPR, Berawal dari Serempetan
Indonesia
Viral Pengemudi Pelat RFH Pukuli Anak Anggota DPR, Berawal dari Serempetan

Zulpan menjelaskan kasus pemukulan ini berawal dari adanya aksi serempetan di jalan antara mobil korban dengan pelaku.