Mabes Polri Sebut Benny Wenda Tengah Memprovokasi Warga Papua Benny Wenda (kanan). (Foto: Facebook/bennywenda)

MerahPutih.com - Polri merespons pernyataan tokoh separatis Benny Wenda soal pembentukan pemerintahan Papua.

Karopenmas Polri Brigjen Awi Setiyono menyatakan, pernyataan tersebut adalah bentuk provokasi dan propaganda. Mengingat posisi Benny ada di Inggris.

"Ini adalah salah satu bentuk provokasi, bentuk propaganda," jelas Awi di gedung Mabes Polri saat jumpa pers, Rabu (2/12).

Baca Juga:

Dituduh Biang Rusuh, Kapolri Ungkap Benny Wenda Punya Sejumlah Pengikut di Indonesia

Awi berharap, dengan adanya klaim sepihak Benny Wenda, tidak ada masyarakat Indonesia yang terprovokasi, khususnya kepada warga Papua.

Dia menuturkan bahwa saat ini Papua dan Papua Barat adalah bagian dari Indonesia yang tidak terpisahkan.

"Papua maupun Papua Barat masih sah di bawah NKRI, ini sudah final, tidak ditawar lagi," kata Awi.

Karopenmas Polri Brigjen Pol. Awi Setiyono. ANTARA/HO-Mabes Polri/aa.
Karopenmas Polri Brigjen Pol. Awi Setiyono. ANTARA/HO-Mabes Polri/aa.

Ia kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Papua, tidak terprovokasi dengan pernyataan Wenda. Dua provinsi di ujung timur Indonesia itu masih sah menjadi bagian dari NKRI.

Benny Wenda merupakan Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) yang mengklaim dirinya adalah Presiden Pemerintahan Sementara Papua Barat.

Ia mengumumkan pembentukan Pemerintah Sementara Papua Barat.

Menurut Benny, pengumuman itu menandai intensifikasi perjuangan melawan penjajahan Indonesia di wilayah Papua yang berlangsung sejak tahun 1963.

“Kami siap untuk mengambil alih wilayah kami dan kami tidak akan lagi tunduk pada aturan militer ilegal Jakarta," jelas Benny.

Baca Juga:

Wiranto Tuding Benny Wenda Instruksikan Penyerangan Warga Pendatang di Papua

Bahkan, ia meminta warga Papua menerapkan konstitusi sendiri.

"Mulai hari ini, 1 Desember 2020, kami mulai menerapkan konstitusi kami sendiri dan mengklaim kembali tanah kedaulatan kami," ujar Wenda.

Pemerintah Sementara ini menyatakan kehadiran negara Indonesia di Papua Barat adalah ilegal. Mereka menolak hukum apa pun, pengenaan apa pun oleh pemerintah Indonesia dan tidak akan mematuhinya. (Knu)

Baca Juga:

Polri: Benny Wenda Desain Kerusuhan Demo Wamena

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Indonesia Ingin Pajak Penghasilan Perusahaan Digital di Dunia Seragam
Indonesia
Indonesia Ingin Pajak Penghasilan Perusahaan Digital di Dunia Seragam

Pemerintah Indonesia mulai Agustus 2020, akan memungut PPN yang dibebankan kepada konsumen lewat perusahaan yang melakukan perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) atas barang dan jasa dari luar negeri.

Gelar Perkara 'Kerumunan Petamburan' Tertunda, Ini Alasannya
Indonesia
Gelar Perkara 'Kerumunan Petamburan' Tertunda, Ini Alasannya

Proses penyelidikan juga akan terus dilakukan

Pemerintah Diminta Lakukan Sosialisasi, Komunikasi dan Edukasi Kesiapannya Hadapi Corona
Indonesia
'Hilang' Sejak Oktober, Jack Ma Akhirnya Muncul dalam Video Amal Yayasan
Indonesia
Bakal Pulangkan Kombatan ISIS, Menag Dianggap Bermain Api
Indonesia
Bakal Pulangkan Kombatan ISIS, Menag Dianggap Bermain Api

Ada ancaman keamanan nasional (kamnas) ketika wacana itu justru disampaikan secara serampangan tanpa ada perencanaan yang matang.

DPRD DKI Kembali Bahas APBD 2021 di Puncak, Gembong: Cari Ketenangan
Indonesia
DPRD DKI Kembali Bahas APBD 2021 di Puncak, Gembong: Cari Ketenangan

"Kenapa ketenangan? karena memang Jakarta ini klaster covid masih lumayan tinggi kan. Jadi, supaya fokus, kita selenggarakan pembahasan di sana," terangnya.

Bendung Katulampa Siaga 1, Warga Pasar Ikan Diminta Siaga
Indonesia
Bendung Katulampa Siaga 1, Warga Pasar Ikan Diminta Siaga

hal itu karena wilayah Bogor diguyur hujan deras.

Potensi Penyimpangan Anggaran COVID-19 Sangat Besar
Indonesia
Potensi Penyimpangan Anggaran COVID-19 Sangat Besar

Slamet menekankan pentingnya melakukan tata kelola keuangan dengan baik

Satelit Australia tak Sanggup Jelaskan Misteri Hilang Sinyal ELT Sriwijaya Air
Indonesia
Satelit Australia tak Sanggup Jelaskan Misteri Hilang Sinyal ELT Sriwijaya Air

Basarnas telah mengecek ke sistem satelit yang dimiliki Australia untuk mencari tahu penyebab tidak adanya sinyal ELT, tetapi hasilnya tetap gelap

Kegiatan yang Picu Keramaian Saat Natal dan Tahun Baru Dipastikan Ilegal
Indonesia
Kegiatan yang Picu Keramaian Saat Natal dan Tahun Baru Dipastikan Ilegal

Untuk perayaan Natal 2020, polisi juga sudah berkoordinasi dengan pemuka agama