Mabes Polri Pastikan Iwan Bule Tak Terlibat Kasus Novel Baswedan Komjen Muhammad Iriawan. (MP/Mauritz)

MerahPutih.com - Mabes Polri memastikan Komjen Mochamad Iriawan tak terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Dugaan keterlibatan orang kuat di Polri juga dibantah.

Karopenmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, Iriawan sudah memberi jawaban ke tim pencari fakta.

Baca Juga: Masa Kerja TGPF Habis, KPK Masih Berharap Pelaku Teror Novel Baswedan Ditemukan

"Komjen Iriawan tidak pernah dipanggil. Tapi tim gabungan pakar datang ke beliau, untuk membicarakan atau ngobrol klarifikasi tentang kasus penyiraman Novel," kata Dedi kepada wartawan, Senin (15/7).

Karopenmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo
Karopenmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo

Dedi menjelaskan, wawancara dengan Iriawan dilakukan tim pakar guna menggali informasi tentang apa saja yang dilakukan Iriawan terkait kasus teror Novel.

"Karena kapasitas beliau saat kejadian tersebut sebagai Kapolda Metro dan informasi lain yang beredar. Dan sudah clear, dan beliau sudah membentuk tim khusus untuk menangani kasus tersebut. Beliau juga sampaikan secara umum hasil kerja tim yang menangani kasus ini selama menjabat Kapolda Metro kepada tim pakar," imbuh Dedi.

Dedi menuturkan Iriawan menjelaskan tim khusus yang dibentuknya semasa menjabat Kapolda Metro Jaya telah bekerja secara profesional. Dedi mengatakan Iriawan telah berupaya melakukan pembuktian secara ilmiah dalam mengungkap kasus teror terhadap Novel.

Baca Juga: Novel Minta Tim Bentukan Kapolri Tak Berspekulasi Soal Aktor Intelektual Kasusnya

"Kasus tersebut tidak ada kaitannya dengan beliau dan tim yang dibentuk beliau sudah bekerja secara profesional dan proses pembuktian secara ilmiah untuk mengungkap kasus tersebut," tutur Dedi.

Iriawan mengaku pernah dimintai keterangan oleh TGPF Novel.

"Sebetulnya tidak diperiksa, kalau diperiksa itu kan di-BAP, diklarifikasilah. Jadi dia tanya kenapa Novel, saya bilang pernah ke kantor saya, ya dia kan bekas polisi, junior saya," kata Iriawan kepada wartawan.

Kandidat Ketua Umum PSSI M.Iriawan (Foto: I.C.Senjaya)
Kandidat Ketua Umum PSSI M.Iriawan (Foto: I.C.Senjaya)

Iriawan mengatakan salah satu orang dekat Novel pernah menjadi bawahannya saat di Polda Metro Jaya. Dia menyebut pernah bertemu dengan Novel untuk berdiskusi tentang penanganan korupsi.

"Sahabatnya Novel sekarang Haji Arif sudah jadi Wakil Bupati Kebumen. Dia sudah tidak jadi polisi, sekarang jadi wakil bupati, dia sahabatnya Arif, kemudian kita diskusi di kantor terkait dengan penanganan kasus-kasus oleh KPK bisa tidak kita kolaborasi," imbuhnya.

Baca Juga: Sosok Penyerang Novel Baswedan Terungkap

Mantan Kapolda Metro Jaya itu juga mengaku pernah memperingatkan Novel untuk berhati-hati terhadap ancaman. Dia menyebut peringatan itu bukan berarti karena tahu soal serangan yang ditujukan kepada Novel.

"Kalau memperingatkan seorang polisi kan wajar saja, apalagi kepada penyidik KPK, ya wajar. Tapi bukan berarti saya tahu siapa pelakunya dong, kan gitu, TGPF seharusnya nyari sekarang nanya siapa pelakunya dari bawah dari TKP bukan dari atas," ucapnya. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH