Mabes Polri Minta Kampanye Balon Kepala Daerah Tak Bawa Atribut Polisi Kadiv Humas Mabes Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto. (MP/Fadhli)

MerahPutih.com - Mabes Polri mengimbau kepada para calon kepala daerah yang berasal dari unsur kepolisian untuk tidak mengenakan atribut tiap kali kampanye atau turun ke masyarakat. Kebijakan itu berlaku hingga 12 Februari atau batas penetapan calon oleh KPUD.

"Dalam kurun waktu sampai 12 Februari, kita sudah mengimbau mereka tidak pakai atribut Polri," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, Senin (15/1).

Setyo menegaskan, semua peserta kontestasi politik Pilkada 2018 yang berasal dari anggota Polri harus mengikuti aturan yang berlaku.

Hingga kini, diketahui ada 3 orang Pati Polri yang akan terjun di Pilkada Serentak 2018. Ada juga 7 orang perwira menengah yang juga mengikuti pilkada serentak di berbagai daerah.

Ketiga Pati Polri itu adalah Mantan Kakorbrimob Irjen Murad Ismail, Irjen Anton Charliyan, dan mantan Kapolda Kalimantan Timur Irjen Syafaruddin.

Mereka itu, kata Setyo, sudah mengajukan pengunduran diri. Namun, saat ini surat keputusannya masih di proses di Mabes Polri. "Ini, 'kan, memerlukan waktu," ucap Setyo.

Khusus bagi 3 orang Pati, proses pemberhentiannya tak bisa langsung dapat diproses karena Mabes Polri harus mengajukannya ke presiden.

"Diharapkan sebelum tanggal 12 Februari sudah keluar keputusan pengunduran diri," tandasnya. (Ayp)



Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH