Mabes Polri Kerja Sama dengan Malaysia Tangani Sindikat Kejahatan Internasional

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 16 Desember 2022
Mabes Polri Kerja Sama dengan Malaysia Tangani Sindikat Kejahatan Internasional
Direktur Hubinter Polri Irjen Pol. Krishna Murti saat bersama Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid di Jakarta, Selasa (13/12/2022). (ANTARA/HO-Divisi Humas Polri)

MerahPutih.com - Sindikat kejahatan tak jarang melibatkan lintas negara. Seperti narkotika hingga terorisme.

Untuk mempermudah penanganan perkara lintas negara, Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri dengan Polis Diraja Malaysia (PDRM) membangun nota kesepahaman memerangi kejahatan lintas negara dan peningkatan kapasitas.

"Polri selain melakukan kerja sama secara bilateral juga merupakan penjuru dari kerja sama di kawasan ASEAN," kata Kadiv Hubinter Polri Irjen Krishna Murti dalam keterangannya di Malaysia, Jumat (16/12).

Baca Juga:

Polri Turun Tangan soal Polemik Iptu Umbaran, Wartawan jadi Kapolsek

Menurut Krishna, perkembangan kejahatan lintas negara yang semakin beragam, maka diperlukan perhatian yang serius dari semua pihak.

Beberapa hal yang menjadi perhatian dari deliverables tersebut adalah upaya percepatan penanganan kejahatan lintas negara melalui kerja sama Police-to-Police (P-to-P).

"Sekaligus juga penyederhanaan mekanisme penanganannya," ucapnya.

Mantan Wakapolda Lampung dan Dirkrimum Polda Metro Jaya ini mengungkapkan, dengan adanya penguatan kerja sama P to P itu, diharapkan jika terdapat buronan warga negara Indonesia (WNI), agar dapat ditolak masuk atau dideportasi oleh Malaysia ataupun seluruh Negara anggota ASEAN lainnya.

"Hal yang sama juga akan dilakukan oleh pihak Indonesia nantinya," sebut pria yang malang melintang bertugas di sejumlah negara ini.

Baca Juga:

Kapolri Siapkan Pengamanan dan Cegah Polarisasi Jelang Pemilu 2024

Selama ini, kata Krishna, kerja sama antara Polri dan PDRM berjalan dengan baik.

Itu terwujud dari berbagai kerja sama yang telah dilakukan.

Salah satunya adalah penempatan Liaison Officer/Staf Teknis Polri di berbagai wilayah Malaysia yang berbatasan dengan Indonesia.

Selain itu, kerja sama lain yang dilakukan oleh kedua kepolisian adalah pengembalian tersangka pelaku kejahatan yang diperlukan kepolisian kedua negara dalam rangka proses penyidikan, pengembangan kasus, dan peradilan.

Kerja sama lain yang dilakukan adalah memberikan kesempatan bagi para personel untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan, baik di Indonesia maupun Malaysia.

"Tentunya masih banyak kerja sama lain yang telah dan akan dilakukan oleh Polri dan PDRM," tutur Krishna yang juga rekan seangkatan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ini. (Knu)

Baca Juga:

Polri Persiapkan Tugas dan Antisipasi Gangguan Kamtibnas 2023

#Krishna Murti #Polri
Bagikan
Bagikan