Mabes Polri Ajukan Permintaan Proses Ekstradisi Jozeph Zhang Paul Zhang. (Tangkapan Layar)

MerahPutih.com - Mabes Polri berkoordinasi dengan Otoritas Pusat dan Hubungan Internasional (OBHI) dan Ditjen AHU Kemenkumham terkait dengan penanganan kasus dugaan penistaan agama Jozeph Paul Zhang .

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan mengungkapkan, salah satunya adalah mengajukan permohonan ekstradisi untuk menangkap Jozeph Paul Zhang.

Baca Juga

Bareskrim Polri Ajukan Permohonan Ekstradisi Jozeph Paul Zhang

"Hasil rapatnya adalah yang pertama mengirimkan permohohan ekstradisi atas nama JPZ," kata Ramadhan dalam jumpa pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Jumat (30/4).

Ramadhan menjelaskan, dengan adanya permohonan ekstradisi tersebut, diharapkan Jozeph Paul Zhang dapat segera ditangkap.

"Ketika permintaan ekstradisi kami dikabulan ya itu maksudnya," tutur Ramadhan

Jozesph Paul Zhang. Foto: Youtube

Kemudian, dalam rapat itu juga Mabes Polri berkoordinasi dengan Jerman dan Belanda untuk melacak keberadaan dari penista agama yang mengaku Nabi ke-26 tersebut.

"Ini untuk mencari keberadaaan JPZ kemudian melengkapi administrasi permohonan ekstradisi atas nama JPZ," ujar Ramadhan.

Penyidik masih menunggu permohonan penerbitan Red Notice dari Interpol pusat yang berada di Lyon, Pracis. Pasalnya, pasca Red Notice itu terbit maka pergerakan Paul Zhang di luar negeri akan menjadi lebih terbatas.

Bareskrim Polri telah menetapkan Jozeph Paul Zhang sebagai tersangka dalam kasus dugaan penodaan agama lantaran mengaku sebagai Nabi ke-26.

Jozeph disangka melanggar pasal penyebaran informasi bermuatan rasa kebencian berdasarkan SARA sesuai dalam Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang ITE. Kemudian dengan pasal penodaan agama sebagaimana termaktub dalam Pasal 156a KUHP. (Knu)

Baca Juga

Polri Akui Kesulitan Tangkap Jozeph Zhang di Luar Negeri

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jejak Komisioner KPK Lili Pantauli di Kasus Walkot Tanjungbalai
Indonesia
Jejak Komisioner KPK Lili Pantauli di Kasus Walkot Tanjungbalai

Perkenalan antara Lili dan Syahrial disebut telah terjadi sebelum berkas perkara Syahrial tiba di meja Lili

3 Juni, KPU Banjarmasin Tetapkan Wali Kota Terpilih
Indonesia
3 Juni, KPU Banjarmasin Tetapkan Wali Kota Terpilih

Usai Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Banjarmasin, pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Pilkada Banjarmasin Ibnu Sina-Arifin unggul atas paslon lainnya.

Perayaaan Kemenangan Jangan Jadi Ajang Pelanggaran Protokol
Indonesia
Perayaaan Kemenangan Jangan Jadi Ajang Pelanggaran Protokol

Bawaslu mengimbau masyarakat tidak berkumpul saat proses penghitungan surat suara Pilkada serentak 2020 di TPS.

Besok Abu Janda Diperiksa Sebagai Saksi dalam Kasus Dugaan SARA
Indonesia
Besok Abu Janda Diperiksa Sebagai Saksi dalam Kasus Dugaan SARA

'Twit war' ini bermula saat Zulkarnain membahas soal arogansi minoritas terhadap mayoritas di Afrika

5 Orang Meninggal Dunia akibat Banjir, Anies: Kita Ambil Hikmahnya
Indonesia
5 Orang Meninggal Dunia akibat Banjir, Anies: Kita Ambil Hikmahnya

Sebanyak 5 orang meninggal dunia atas bencana banjir yang menerjang wilayah Jakarta beberapa hari terakhir ini.

Kini Konsultasi Hukum Bisa Secara Daring
Indonesia
Kini Konsultasi Hukum Bisa Secara Daring

Layanan konsultasi hukum secara daring ini mulai Senin sampai dengan Jumat pukul 08.00-16.00 WIB. Kemudian, Sabtu dan Minggu pukul 10.00-18:00 dengan biaya layanan hanya Rp 99.000 per 30 menit

Kejagung Minta Polisi Segera Serahkan Munarman
Indonesia
Kejagung Minta Polisi Segera Serahkan Munarman

Kejagung meminta penyidik Densus segera menyerahkan tanggung jawab tersangka dan barang bukti, sesuai Pasal 8 ayat 3b, Pasal 138 ayat 1 dan Pasal 139 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Gunung Merapi Masih Erupsi, Pemda DIY Pulangkan 187 Pengungsi
Indonesia
Gunung Merapi Masih Erupsi, Pemda DIY Pulangkan 187 Pengungsi

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memulangkan sekitar 187 pengungsi Gunung Merapi ke desa mereka.

Pernyataan Muhadjir Sebut Indonesia di Situasi Darurat Tuai Sorotan
Indonesia