hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-1
Maatje Benassi, Orang Pertama yang Diduga Menularkan COVID-19 Maatje Benassi (kiri) dalam perlombaan CISM Military World Games tahun 2013 (Foto: armedforcessports.defense)
hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-2
hiburan-gaya-hidup-mobile-singlepost-banner-7

SAMPAI saat ini asal mula COVID-19 masih sangat hangat untuk diperbincangkan. Berbagai negara berusaha menelusuri dan menganalisis apa penyebab dari virus yang menjadi pandemi ini, termasuk mencari pasien 0 atau manusia pertama yang terindikasi menjadi carrier atau penular virus Corona.

Karena dengan mengetahuinya, peneliti bisa mencari tahu penyebab dan bisa membuat vaksin yang paling tepat untuk menyembuhkan virus Corona. Kalau selama ini kita mengira bahwa virus ini berasal dari Wuhan, ternyata ada sebuah rumor yang menyebutkan bahwa justru pasien 0 COVID-19 adalah seorang perempuan asal AS bernama Maatje Benassi.

Baca juga:

Belum Selesai Virus Corona, Kini Muncul Hantavirus

Dilansir dari laman Global Times, masyarakat Tiongkok mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk merilis informasi kesehatan Benassi yang datang ke Wuhan pada Oktober 2019 yang lalu. Siapa sebenarnya Maatje Benassi? Sampai ia dikatakan sebagai pasien 0 untuk COVID-19.

1. Maatje Benassi wakili militer US dalam lomba bersepeda

Maatje Benassi, Orang Pertama yang Diduga Menularkan COVID-19
Maatje Benassi (kanan) diduga sebagai pasien 0 virus corona setelah berlomba di Wuhan (Foto: armedforcessports.defense)

Sebuah kompetisi olahraga bernama CISM Military World Games dilangsungkan pada 18 Oktober sampai 27 Oktober 2019. CISM Military World Games sendiri merupakan sebuah acara olahraga internasional terbesar bagi mereka yang berada di militer.

Tahun lalu, kompetisi tersebut merupakan diselenggarakan di Wuhan, Tiongkok dan merupakan tahun ketujuh pertandingan internasional ini. Nah, Maatje Benassi termasuk sebagai salah satu perwakilan dari militer Amerika Serikat dalam lomba bersepeda. Ia kembali mewakili US Army untuk yang ketiga kalinya dalam kompetisi ini.

Hal ini didukung dengan laporan dari official website US Department of Defense yang menyebutkan bahwa Benassi memang berpartisipasi dalam lomba sepeda sejauh 50 mil tersebut. Ia berhasil masuk ke kategori satu dalam road, track, dan cyclocross.

2. Seorang atlet di USMES

Maatje Benassi, Orang Pertama yang Diduga Menularkan COVID-19
Benassi merupakan seorang atlit pro bersepeda (Foto: zwiftpower)

Pada akun LinkedIn yang sekarang sudah dihapus, Benassi merupakan seorang Armed Diplomatic Security Officer dari Woodbridge, Virginia. Wanita berumur 52 tahun itu bergabung ke militer Amerika pada tahun 2008.

Dilansir dari laman Usmes, Benassi merupakan seorang sersan kelas satu dan salah seorang member yang membentuk US Militiary Cycling Teams yang kemudian disebut dengan USMES.

Ia pernah berpartisipasi dalam kompetisi legendaris seperti Redlands, HP Women's Challenge, dan beberapa lomba lainnya yang membawanya berkarir dalam Veritas Professional Women's Team. Benassi merupakan salah satu atlet yang sangat jago dalam bidangnya karena ia sudah memenangkan kurang lebih 40 pertandingan lho.

Di tahun 2020 ini, Benassi juga akan kembali berlomba di berbagai balapan sepeda dan berharap akan membawa pulang gelar US Masters Nationals Road Cycling Championships, US Masters Nationals Track Cycling Championships, dan Masters Worlds Track Cycling Championships.

Baca juga:

Apakah Aman Berenang di Tengah Pandemi Virus Corona?

3. Alasan di Balik Dugaan Pasien 0

Lalu mengapa mendadak setelah lima bulan Benassi diperbincangkan dan diduga sebagai penyebab menyebarnya virus Corona? Seminggu yang lalu, seorang jurnalis investigatif di Washington DC bernama George Webb mengklaim dalam videonya bahwa ia menduga Maatje Benassi sebagai pasien pertama COVID-19.

Enggak hanya itu, Webb kemudian menambahkan bahwa Forst Detrick Laboratory yang merupakan laboratorium militer tempat penelitian organisme berbahaya seperti Ebola ditutup dengan alasan fasilitas dan sistem yang tidak mendukung.

Walaupun hanya asumsi dan tanpa bukti yang konkret, hal ini membuat begitu banyak pertanyaan di media sosial Tiongkok. Masyarakat di sana lalu membuat petisi yang dikirimkan ke website White House menuntut agar pemerintah US memberi penjelasan antara hubungan tutupnya laboratorium Fort Detrick dan pandemi Corona.

Selain itu, Zhao Lijian seorang diplomat Tiongkok menulis kecurigaannya melalui akun Twitter pada awal Maret 2020. Zhao menyebut bahwa perwakilan US Army yang berlomba di Military World Games yang membawa virus Corona ini setelah pihak kesehatan Amerika mendeteksi infeksi pada pasien yang terkena flu.

Ia lalu meminta agar pihak AS melakukan transparansi terkait kasus ini dan memberi penjelasan kepada publik terutama mengenai informasi kesehatan Maatje Banessi.

Baca juga:

Mirip Corona, Film-Film Kisahkan Virus yang Menghancurkan Kota

Bagaimana menurutmu? Apakah kamu percaya bahwa Maatje Benassi merupakan pasien pertama COVID-19? Atau kah ia memang benar-benar hanya sekedar atlit bersepeda dan kebetulan berada di tempat dan waktu yang salah? (Sam)


hiburan-gaya-hidup-mobile-singlepost-banner-3

Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-4
hiburan-gaya-hidup-singlepost-banner-5