Kasus Korupsi
 MA Vonis Lepas Eks Bos Pertamina Karen Agustiawan Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

MerahPutih.Com - Mahkamah Agung (MA) memvonis lepas mantan Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan. Karen sebelumnya divonis 8 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta terkait kasus korupsi kilang minyak blok Basker Manta Gummy (BMG) di Australia pada 2009.

"Vonis lepas onslag," kata juru bicara MA Andi Samsan Nganro dikonfirmasi wartawan, Senin (9/3).

Baca Juga:

Karen Eks Dirut Pertamina Tidak Niat Korupsi, Kata Pengacaranya

Hakim menilai Karen tidak terbukti melakukan perbuatan yang ditaksir merugikan negara hingga Rp 568 miliar. Putusan itu diadili oleh Ketua Majelis Hakim Agung Abdul Latif dengan anggota Krisna Harahap, M. Asikin dan Sofyan Sitompul.

Sebelumnya Karen Agustiawan divonis 8 tahun penjara atas kasus dugaan korupsi kilang minyak
Mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan divonis bebas oleh MA (MP/Ponco Sulaksono)

Pertimbangan putus lepas terhadap Karen karena perbuatannya dinilai bukan bentuk pidana korupsi. MA memandang, kegagalan Pertamina dalam akuisisi saham Blok BMG sebesar 10 persen atau senilai USD 31,5 juta bukan sebagai kerugian negara.

Terpisah, kuasa hukum Karen, Soesilo Ariwibowo membenarkan bahwa kliennya divonis lepas. Namun, hingga kini tim kuasa hukum masih menunggu petikan putusan dari MA.

"Iya benar, saya baru saja mendengar putusannya. Tapi untuk petikan putusannya masih ditunggu," ujar Soesilo.

Kendati demikian, Soesilo belum bisa memastikan apakah kliennya langsung dikeluarkan dari tahanan. "Untuk eksekusinya menunggu petikan putusan ya, mungkin besok," kata Soesilo.

Baca Juga:

Mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan Ditetapkan Jadi Tersangka

Sebelumnya, Majelis Hakim memvonis mantan Dirut Pertamina Karen Agusiawan bersalah dalam kasus korupsi Blok Basker Manta Gummy (BMG), Senin (10/6). Karen divonis 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar dalam kasus BMG karena dianggap menyalahgunakan wewenang hingga merugikan negara sekitar Rp 568 miliar.

Putusan banding pun menguatkan putusan pengadilan tingkat pertama yang menjatuhkan Karen dengan hukuman 8 tahun penjara. Namun, dalam Kasasi, MA malah memvonis lepas mantan Dirut Pertamina itu.(Pon)

Baca Juga:

Mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan Ditahan Kejaksaan Agung

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
JK Wacanakan 'Lockdown', Pemerintah Merujuk Status Pandemi Corona WHO
Indonesia
JK Wacanakan 'Lockdown', Pemerintah Merujuk Status Pandemi Corona WHO

Kebijakan lockdown bisa diterapkan di Indonesia selama Pemerintah mempersiapkan dampaknya

Fahri Hamzah: UU Cipta Kerja Lahirkan Kapitalisme Baru
Indonesia
Fahri Hamzah: UU Cipta Kerja Lahirkan Kapitalisme Baru

Fahri Hamzah menilai UU Cipta Kerja tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga merampas hak-hak individu, serta hak berserikat atau berkumpul dan memberikan kewenangan luar biasa kepada lahirnya kapitalisme baru.

Sidang Gugatan Kivlan Zein Soal Senjata Api Digelar Pekan Depan
Indonesia
Sidang Gugatan Kivlan Zein Soal Senjata Api Digelar Pekan Depan

Sidang perdana perkara dengan nomor 27/PUU-XVIII/2020 itu beragendakan pemeriksaan pendahuluan

Pemeriksaan SIKM di Beberapa Pos Bikin Ruas Jalan Tol Macet
Indonesia
Pemeriksaan SIKM di Beberapa Pos Bikin Ruas Jalan Tol Macet

Check point penyekatan kendaraan yang hendak masuk wilayah Jakarta tersebar di 11 titik di wilayah

Khawatir Ditunggangi Massa Anarkis, Buruh Ogah Demo di Depan Istana Negara
Indonesia
Khawatir Ditunggangi Massa Anarkis, Buruh Ogah Demo di Depan Istana Negara

"Kami juga informan yang kita sebar. Ada pihak yang akan meminjam panggung kami," terang Supardi.

Gelar Perkara Kasus Dugaan Pelanggaran Prokes Rizieq Shihab Ditunda
Indonesia
Gelar Perkara Kasus Dugaan Pelanggaran Prokes Rizieq Shihab Ditunda

Penyidik terpaksa menunda gelar perkara kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 saat kegiatan Imam Besar FPI Rizieq Shihab.

Jangan Tergiur Iming-iming Kekayaan, Nih Cara Terbaik Memilih Investasi
Indonesia
Jangan Tergiur Iming-iming Kekayaan, Nih Cara Terbaik Memilih Investasi

Soal investasi bodong tak pernah berhenti menghiasi pemberitaan. Masih hangat ramainya kasus kasus MeMiles kan?

DPRD Perintahkan Dishub DKI Gandeng Kemenhub Hadang Perantau ke Jakarta
Indonesia
DPRD Perintahkan Dishub DKI Gandeng Kemenhub Hadang Perantau ke Jakarta

Hal itu bertujuan untuk menekan penyebaran penyakit dari Wuhan, Tiongkok itu meluas.

  [HOAKS atau FAKTA]: Sekeluarga Positif Corona dan Meninggal Akibat Hadiri Pesta Ulang Tahun
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Sekeluarga Positif Corona dan Meninggal Akibat Hadiri Pesta Ulang Tahun

“Pemeriksaan yang dilakukan petugas dengan APD lengkap adalah pemeriksaan Kesehatan sebagai tindak lanjut dari berita yang beredar di masyarakat. Saat ini, keluarga tersebut dalam kondisi sehat,” jelas Agus.

 Purnomo Resmi Mundur Sebagai Bakal Cawali, Rudy: Suratnya Belum Saya Proses
Indonesia
Purnomo Resmi Mundur Sebagai Bakal Cawali, Rudy: Suratnya Belum Saya Proses

"Benar saya telah menerima surat dari Purnomo yang mundur dari bakal cawali yang diusung DPC PDIP Solo.Namun, saya masih belum memprosesnya," ujar Rudy