Ma'ruf Amin Tegur MUI DKI Jakarta Soal Munajat 212 Salah seorang peserta aksi munajat 212 (@AfitFitrah1)

Merahputih.com - Cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin mengingatkan jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta untuk tidak membawa nama MUI dalam gerakan politik praktis.

Pernyataan tersebut ditegaskan Ma'ruf Amin menanggapi kegiatan Munajat 212 yang dinilai bernuansa politik.

"Kalau munajatnya sih ga masalah, yang penting jangan jadi kendaraan politik, dan jangan mempolitisasi MUI," kata Kiai Ma'ruf Amin di kediamannya, Jumat (22/2).

Diketahui, MUI DKI Jakarta menjadi salah satu panitia kegiatan Munajat 212 yang digelar di Kawasan Monas, Kamis (21/2).

"Ya saya ini Ketum MUI, saya cawapres tapi saya tidak mau menggunakan MUI sebagai kendaraan politik saya, MUI biar independen, tidak boleh digunakan," tandas Kiai Ma'ruf.

munajat
Ribuan Jamaah Munajat 212 di Monas, Jakarta (Foto: Twitter @fadlizon)

Mustasyar PBNU itu mengatakan, sesuai dengan kesepakatan bersama, MUI sebagai organisasi tidak boleh dibawa-bawa dalam politik. Jadi, kalau ada pihak-pihak yang menggunakan MUI sebagai kendaraan politik artinya pihak tersebut menyalahi kesepakatan.

"Itu sudah menjadi kesepakatan, karena itu MUI DKI jangan menggunakan MUI sebagai kendaraan politik, itu menyimpang dari kesepakatan," imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Ma'ruf Amin menegaskan, 212 yang digalangnya pada 2016 lalu sudah selesai, karena gerakan itu bersifat penegakan hukum. Namun, dia menilai 212 terkini dinilianya sudah sangat politus karena sudah terlibat dukung-mendukung calon.

"Saya itu kan yang mendorong 212, yang membuat fatwanya kan saya, yang dibela kan fatwa yang saya buat dulu, gitu loh. Yang penting jangan 212 dijadikan kendaraan politik, itu aja," pungkasnya. (Fdi)

Kredit : fadhli

Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH