Ma'ruf Amin: Santri Jangan Mau Kalah dengan Perkembangan Zaman Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin. (MP/Fadhli)

MerahPutih.Com - Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin memberikan pesan khusus kepada 7.000 santri Pondok Pesantren Babussalam, Jombang, Jawa Timur.

Kiai Ma'ruf menegaskan bahwa di era digital, para santri jangan mau kalah dengan perkembangan zaman dan harus selalu siap menghadapi tuntutan zaman.

"Karena nanti akan terjadi perubahan besar dengan adanya perubahan teknologi, santri harus menghadapi itu," ujar Kiai Ma'ruf di Jombang, Senin, (18/3).

Perkembangan teknologi, kata dia, hadir dengan banyak sisi. Kiai Ma'ruf menyebut salah satu aspek yang harus diwaspadai yakni perubahan pola. Hal ini menjadi ciri khas era digital di mana semua hal menjadi lebih praktis.

Dampaknya, cara lama diubah dan inovasi menggantikan hal itu. Kiai Ma'ruf optimis kecenderungan itu bisa dihadapi jika para santri memegang teguh prinsip Nahdlatul Ulama (NU).

"Prinsip untuk tidak menghilangkan kebaikan, menjaga yang lama yang baik. Tapi kita juga mengambil yang baru yang lebih baik," sebut Kiai Ma'ruf.

Cak Imin dan Kiai Ma'ruf Amin
Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional (TKN) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) bersama cawapres 01 KH Ma'ruf Amin. (MP/Fadli)

Kemampuan adaptif ini mendesak untuk dimiliki santri. Sebab Kiai Ma'ruf melihat mereka sebagai salah satu ujung tombak sumber daya manusia Indonesia.

"Santri itu pemimpin di masa depan, banyak santri jadi pahlawan nasional pemimpin negara menjadi menteri, bahkan juga untuk presiden," sebut Kiai Ma'ruf.

Saat debat, Kiai Ma'ruf menggunakan istilah 10 years challenge untuk menggambarkan program pihaknya. Pernyataan tersebut menegaskan bagaimana komitmen pasangan calon 01 untuk mengimplementasikan program ketika dipercaya memimpin.

Sementara itu, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang mendampingi Kiai Ma'ruf menyatakan tantangan kemenangan pasangan Jokowi-Ma'ruf di wilayah Jawa Timur.

Menurut Cak Imin demikian sapaan karibnya, wilayah Jawa Timur memegang peranan penting dalam pertarungan elektoral Pilpres 2019.

"Jawa Timur sangat penting. Pokoknya kalau menang Jatim, Jateng, Jabar, selesai. Tambah dikit misal Lampung, Kalimantan," ucap Cak Imin usai menemani Kiai Ma'ruf di Jombang, Jawa Timur.

Cak Imin memastikan mesin pemenangan PKB di Jawa Timur berjalan solid. Apalagi Jatim merupakan basis partai hijau itu. Dia optimistis pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin mengantongi 70 persen suara di sana.

"Jombang ini bisa sampai 80 persen solid. Jatim bisa sampai 70 persen. Target kita Jatim 70 persen," ucapnya.

Kepercayaan Cak Imin bukan tanpa sebab, Jatim adalah markas Nahdlatul Ulama. Ormas Islam besar itu, bakal mendukung Jokowi. Ganjalannya, kata Imin, hanya di zona yang terjangkit paham di luar NU.

"Ada beberapa zona yang kemasukan di luar NU . Kira-kira begitulah. Ide-ide baru sepeti ide khilafah. Sedikit sih," tandas Cak Imin.

Adapun cara mengurangi ganjalan itu dengan mengandalkan Ma'ruf Amin berkeliling di Jawa Timur. Misalnya dalam safari politik kali ini Mustasyar PBNU itu bakal ke Pulau Madura untuk mengubah suara agar ke Jokowi.

Di kesempatan yang sama, Kiai Ma'ruf pun mengamini pernyataan dari Cak Imin.

"Tinggal kita mengambil kembali yang kecil-kecil atau di sudut-sudut tertentu yang masih dipengaruhi oleh mereka. Kita akan ambil semua itu. Itu kemudian yang kita konsolidasi sudah siap melakukan penyisiran-penyisiran di seluruh wilayah di Jatim," ucapnya memperkuat yang disampaikan Cak Imin.(Knu)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Munas Alim Ulama yang Dihadiri Mbah Moen Putuskan Dukung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019


berita-singlepost-banner-3

Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4