berita-singlepost-banner-1
Ma'ruf Amin Enggak Pernah Bilang Masjid Bakal Dijaga dan Diawasi Polisi K.H. Robikin Emhas (dua dari kanan) menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Kebangsaan Nahdlatul Ulama di Aula Bappeda Aceh Barat di Meulaboh, Minggu (22/12) (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

Merahputih.com - Staf Khusus Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Robikin Emhas menegaskan bahwa isu yang selama ini beredar luas di masyarakat Indonesia bahwa masjid akan dijaga dan diawasi oleh petugas kepolisian sebagai hoaks.

"Terkait isu masjid akan dijaga dan diawasi oleh polisi itu hoaks, Kiai Ma'ruf (Wakil Presiden RI, red.) tidak pernah bilang begitu," ujar Robikin saat menjadi pemateri dalam Seminar Nasional Kebangsaan Nahdlatul Ulama di Meulaboh, Senin (23/12).

Baca Juga:

Anaknya Maju Pilwalkot Tangsel, Wapres Ma'ruf: Tut Wurihandayani Saja

Dia menjelaskan Ma'ruf Amin tidak pernah memberikan pernyataan yang menyatakan setiap masjid akan dijaga atau dikawal oleh polisi.

"Menempatkan polisi di satu masjid itu punya biaya, biayanya darimana?" katanya.

Ia juga menyatakan berapa banyak jumlah masjid di Indonesia, dan jika ditempatkan polisi untuk melakukan penjagaan maka jumlah biaya yang harus dikeluarkan oleh negara tentu banyak.

Wapres Ma'ruf Amin (Foto: ANTARA/ I.C.Senjaya)
Wapres Ma'ruf Amin (Foto: ANTARA/ I.C.Senjaya)

Emhas menegaskan yang dimaksudkan oleh Kiai Ma'ruf Amin saat menghadiri kegiatan di Cirebon, Provinsi Jawa Barat itu, yaitu selama ini banyak masjid di Indonesia diduga telah disalahgunakan untuk mengumbar kebencian sehingga meresahkan umat Islam.

Untuk itu, katanya, Wapres Ma'ruf Amin menyarankan di masjid dilakukan penjagaan oleh pengurus masjid (takmir) sehingga tidak disalahgunakan oleh para pihak yang berusaha mengumbar kebencian di masyarakat.

"Masjid itu banyak fungsinya, untuk kegiatan ibadah, ekonomi masyarakat, dan kegiatan masyarakat yang positif," katanya.

Baca Juga:

Polisi Cokok Jafar Shodiq FPI Penghina Wapres, PP Muhammadiyah: Bukan Kriminalisasi

Saat ini, pemerintah berupaya mengembalikan fungsi masjid yang sesungguhnya seperti pada masa Rasullah Nabi Muhammad SAW serta tidak menggunakan masjid sebagai tempat mengumbar kebencian. (*)


berita-singlepost-mobile-banner-3
Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6