Lurah Grogol Selatan Dinonaktifkan Terkait e-KTP Djoko Tjandra Djoko Tjandra. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali membenarkan jika Lurah Grogol Selatan Asep Subahan dinonaktifkan dari jabatannya, terkait pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra.

"Iya dinonaktifkan. Kayaknya masalah itu (pembuatan E-KTP Djoko Tjandra)," kata Marullah saat dihubungi wartawan, Jumat (10/7).

Baca Juga

Djoko Tjandra Buat e-KTP Setengah Jam, Ini Penjelasan Dukcapil Jaksel

Dinonaktifkan sementara itu, kata Marullah, karena Asep harus menjalani pemeriksaan oleh Inspektorat Pemprov DKI. Menurut dia, kalau Asep masih bertugas akan mengganggu pelayanan kelurahan karena ia harus bolak-balik menjalani pemeriksaan dan agar Asep fokus mengikuti pemeriksaan.

Marullah Matali
Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali

"Karena banyak yang lagi periksa-periksa jadi selesain dulu, memeriksa kan tentu kantor lurah perlu pelayanan. kalau lurahnya perlu masih panggil sana sini sementara cariin dulu orang lain," tuturnya.

Namun Marulla tak menyebutkan sejak kapan Asep Subahan dinonaktifkan dari Lurah Grogol Selatan. Ia juga tidak mengungkapkan siapa pengganti Asep di pimpinan tertinggi kelurahan Grogol Selatan itu.

Baca Juga

Djoko Tjandra tak Berstatus DPO Saat Bikin e-KTP

"Tanya Camatnya aja," singkat Marulla.

Marulla menegaskan bahwa Asep hingga kini belum dicopot dari Lurah Grogol Selatan, hanya saja dinonaktifkan sementara. "Iya (belum dicopot), iya," tutupnya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Survei Voxpopuli: Elektabilitas PDI-P dan Gerindra Turun Tajam
Indonesia
Survei Voxpopuli: Elektabilitas PDI-P dan Gerindra Turun Tajam

Survei Voxpopuli Research Center dilakukan pada 26-31 Desember 2020

Likuiditas Kering, Garuda Dapat Talangan Rp8,5 Triliun
Indonesia
Likuiditas Kering, Garuda Dapat Talangan Rp8,5 Triliun

Garuda Indonesia memastikan perusahaan tidak melakukan Pemutusan Hubungan Karyawan (PHK) melainkan memberikan penawaran pensiun dini.

[Hoaks atau Fakta]: Ditemukan Ranjau Laut di Sekitar KRI Nanggala-402
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Ditemukan Ranjau Laut di Sekitar KRI Nanggala-402

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memastikan kapal selam bahwa KRI Nanggala 402 yang hilang di Perairan Utara Pulau Bali tak meledak.

Gerindra: Hasil Tes Swab Edhy Prabowo Negatif
Indonesia
Gerindra: Hasil Tes Swab Edhy Prabowo Negatif

Dasco juga membenarkan Menteri Edhy masuk unit perawatan intensif atau ICU

Pegawai KPK Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya
Indonesia
Pegawai KPK Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya

Kabar duka datang dari KPK. Pegawai KPK yang bertugas pada unit Setpim-Stranas Joko Susilo meninggal dunia.

Wejangan Megawati Kepada Calon Kepala Daerah, Termasuk Anak Jokowi
Indonesia
Wejangan Megawati Kepada Calon Kepala Daerah, Termasuk Anak Jokowi

Pemimpin yang mumpuni itu adalah pemimpin yang kokoh dalam menjalankan Pancasila

Terseret Kasus Bansos, Pedangdut Cita Citata Bakal Diperiksa KPK
Indonesia
Terseret Kasus Bansos, Pedangdut Cita Citata Bakal Diperiksa KPK

Matheus Joko Santoso mengakui aliran uang senilai Rp 16,7 miliar yang berasal dari fee pengadaan bansos, salah satunya untuk pembayaran Rp 150 juta kepada pedangdut Cita Citata.

KPU Solo: DPS Pilwakot 419.287 Orang, Pemilih Pemula Tembus 9.300 Orang
Indonesia
KPU Solo: DPS Pilwakot 419.287 Orang, Pemilih Pemula Tembus 9.300 Orang

Jumlah DPS tersebut terdiri dari 203.465 orang laki-laki dan 215.822 orang perempuan.

Kasus Edhy Prabowo, KPK Bakal Panggil Saksi Terkait Dugaan Keterlibatan PT PLI
Indonesia
Kasus Edhy Prabowo, KPK Bakal Panggil Saksi Terkait Dugaan Keterlibatan PT PLI

KPK memastikan bakal memanggil sejumlah pihak ihwal keterkaitan PT Perishable Logistic Indonesia dalam kasus dugaan suap penetapan izin ekspor benih lobster.

Polres Klaten Bongkar Sindikat Pembuatan Uang Palsu Setengah Miliar
Indonesia
Polres Klaten Bongkar Sindikat Pembuatan Uang Palsu Setengah Miliar

Barang bukti diamankan dalam kasus ini berupa upal pecahan Rp50.000 dan Rp100.000 siap edar dengan total Rp465,7 juta.