Luhut Ungkap Alasan Mahalnya Biaya Pesawat Ilustrasi tiket pesawat Foto : net

Merahputih.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menilai mahalnya tiket pesawat berbiaya rendah atau Low Cost Carrier karena adanya inefisiensi biaya operasional maskapai penerbangan nasional.

"Inefisiensi di Indonesia super tinggi," ujar Luhut di Jakarta, Jumat (21/6).

BACA JUGA: Menhub: Seluruh Moda Transportasi Saat Lebaran Naik, kecuali Pesawat

Inefisiensi itu terjadi pada harga pembelian pesawat terbang, harga avtur, dan persoalan pajak.

Menurut Luhut, seharusnya maskapai penerbangan di Indonesia bisa diberi harga yang lebih murah dengan negosiasi dengan produsen pesawat.

"Selain itu, harga avtur di dalam negeri juga menjadi salah satu beban tertinggi perusahaan penerbangan," ungkap Luhut.

Sejumlah pesawat dari beberapa maskapai antre untuk terbang di bandar udara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (18/2). (Antara Foto/Lucky R)

Padahal, penyedianya di Indonesia tunggal hanya ada PT Pertamina (Persero). "Presiden sudah bilang jangan hanya satu penyedia, tapi ada dua atau tiga," papar Luhut.

Permasalahan selanjutnya, sebagaimana dikutip Antara, perusahaan maskapai penerbangan turut terbebani diskon pajak yang menjadi kewajiban mereka.

BACA JUGA: Tiket Pesawat Mahal, Kunjungan Wisatawan ke Papua Turun

Luhut menilai komitmen Kementerian Keuangan untuk memberikan insentif pajak kepada industri akan memperbaiki neraca keuangan perusahaan.

Oleh karena itu, lanjut Luhut, efisiensi biaya operasional maskapai yang sedang diupayakan pemerintah saat ini akan menekan harga tiket pesawat yang masih dinilai mahal oleh masyarakat. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH