Luhut, Terawan hingga Sri Mulyani Terancam Didepak Jokowi Kemenko Kemaritiman Luhut B Panjaitan. (ANTARA/HO Kemenko Kemaritiman dan Investasi)

MerahPutih.com - Direktur Eksekutif Political and Public Studies Jerry Massie menilai tepat langkah Presiden Joko Widodo yang berencana merombak kabinetnya karena dinilai berkinerja buruk selama penanganan COVID-19.

Jerry menduga, mayoritas menteri yang bakal segera dirombak yakni menteri yang menangani langsung COVID-19 baik dari bidang ekonomi maupun kesehatan.

Baca Juga

PAN: Wajar Presiden Marah, Kinerja Menterinya Belum Ada yang Memuaskan

"Saya lihat yang perlu diganti misalkan Menteri Sosial, Menko Ekonomi, Menko Maritim dan Investasi, Menteri Kesehatan, Menteri Tenaga Kerja, Menteri Desa dan Daerah Tertinggal dan juga Menteri Keuangan," jelas Jerry kepada MerahPutih.com di Jakarta, Senin (29/6).

Direktur Eksekutif Political and Public Studies Jerry Massie
Direktur Eksekutif Political and Public Studies Jerry Massie

Ia mencontohkan Menteri Desa Abdul Halim Iskandar yang sejauh ini dana desa Rp70 triliun peruntukannya belum jelas apakah itu dialokasikan ke COVID-19 atau.

Lalu, Menteri Keungan Sri Mulyani dianggap kurang maksimal karena nilai rupiah terhadap dolar jadi terlemah di Asia yakni Rp14.239.

Lebih parah lagi Bank Indonesia mencatat utang luar negeri Indonesia per April 2020 mencapai US$ 400,2 miliar atau Rp 6.065 triliun, naik 2,9% dibanding periode yang sama tahun lalu.

"Ini alasan Menkeu diganti dan kasus COVID-19 tertinggi di Asia Tenggara dengan 54.010 kasus, 2.754 orang meninggal jadi Menkes perlu di reshuffle,"jelas dia.

Lalu, serapan anggaran di Kementerian Kesehatan pimpinan Terawan Agus Putranto juga dinilai belum maksimal.

"Kementerian Kesehatan, itu dianggarkan Rp75 triliun. Rp75 triliun itu baru terpakai 1,53 persen;" sebut Jerry.

Jerry melihat, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga berpotensi terkena imbas perombakan. Pasalnya, beberapa kali ia kerap menganulir dan mengambil kebijakan yang berseberangan dengan penanganan COVID-19. Seperti memperbolehkan angkutan umum beroprasi dan melonggarkan mudik.

"Waktu lalu kurang tegas soal mudik hingga Jatim jadi zona hitam. Menhub plin-plan dalam mengambil kebijakan," sebut Jerry.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. (Antaranews)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. (Antaranews)

Jerry menilai, pergantian menteri ada indikatornya, mana menteri yang tak bertaji saat COVID-19, selanjutnya mana yang peduli dengan rakyat yakni ikut membantu meringangkan korban. Persoalanya banyak menteri jalan sendiri-sendiri tak mu ikut arahan presiden Jokowi.

"Ada pula yang one man show serta do less but talk more (sedikit berbuat bicara lebih) atau kata lain banyak bicara," jelas Jerry.

Baca Juga

Jokowi Kembali Sentil Menkes Soal Insentif Tenaga Kesehatan Yang Belum Cair

Ada beberapa kebijakan bertabrakan satu sama lain. Belum lagi bukan ranah dan domain kementeriannya justru diambil alih. Jerry pun meminta Jokowi cermat dalam merotasi para menteri dan

"Inilah yang membuat Presiden berang dan geram. Kalau yang kerjanya baik kenapa harus digusur kan tidak mungkin apalagi berprestasi. Misalkan Nadiem Makarim di switch posisinya ke BKPM ataupun tempat Bahlil Lahaladia," imbuh dia. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Istri Ridwan Kamil Positif COVID-19
Indonesia
Istri Ridwan Kamil Positif COVID-19

Atalia meminta kepada orang-orang yang pernah berkontak dengannya untuk memeriksa dan memantau kesehatannya.

Polisi Berlakukan Contraflow dan Buka Tutup Rest Area Saat Libur Idul Adha
Indonesia
Polisi Berlakukan Contraflow dan Buka Tutup Rest Area Saat Libur Idul Adha

"Jika ternyata contraflow juga tidak bisa menolong, skenario terakhir tentu kita akan melaksanakan one way," jelasnya.

Ini Kriteria Orang Yang Boleh Keluar Masuk Jakarta Saat Larangan Mudik
Indonesia
Ini Kriteria Orang Yang Boleh Keluar Masuk Jakarta Saat Larangan Mudik

SIKM bagi pelaku perjalanan bisa diajukan apabila bagi PNS dan karyawan swasta melakukan perjalanan dinas atau bisnis.

Polisi Tidak Tahan Tersangka Penghina Keluarga Ahok
Indonesia
Polisi Tidak Tahan Tersangka Penghina Keluarga Ahok

EJ diketahui sebagai ketua sekaligus admin di komunitas Veronica Lovers, sebuah grup di WhatsApp dan Telegram, yang berisi perempuan-perempuan pengagum mantan istri Ahok, Veronica Tan.

LBH Jakarta: Omnibus Law Bentuk Kejahatan Konstitusi
Indonesia
LBH Jakarta: Omnibus Law Bentuk Kejahatan Konstitusi

LBH menyesalkan langkah pemerintah dan DPR yang secara kilat melakukan pembahasan Rancangan Undang-Undang Omnibus Law tentang Cipta Kerja.

HUT JCH Ke-4, DKI Gelar Pelatihan ke Warga untuk Jadi Entrepreneur
Indonesia
HUT JCH Ke-4, DKI Gelar Pelatihan ke Warga untuk Jadi Entrepreneur

Jakreator 4.0 merupakan acara perdana dari serangkaian acara yang digelar untuk memperingati hari jadi ke-4 JCH yang hadir di tengah warga DKI.

Libur Panjang Berakhir, 13 Ribu Orang Tinggalkan Bali Pakai Pesawat
Indonesia
Libur Panjang Berakhir, 13 Ribu Orang Tinggalkan Bali Pakai Pesawat

Meskipun Bandara Ngurah Rai dipadati oleh ribuan penumpang pada puncak arus balik liburan, namun suasana di bandara tetap lancar dan terkendali.

KPK Tahan Ketua DPRD Jambi Cornelis Buston
Indonesia
KPK Tahan Ketua DPRD Jambi Cornelis Buston

Penahanan terhadap tiga pimpinan DPRD Jambi itu mengikuti protokol kesehatan

Vaksinasi COVID-19 Bagi Lansia di Jabar Masih Sangat Rendah
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 Bagi Lansia di Jabar Masih Sangat Rendah

Ada sejumlah keterbatasan bagi lansia untuk mengikuti vaksinasi, seperti faktor usia yang tidak memungkinkan berangkat ke lokasi pelayanan vaksinasi sendirian.

[HOAKS atau FAKTA]: Rizieq Sakit Tidak Normal Akibat Diracun
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Rizieq Sakit Tidak Normal Akibat Diracun

Unggahan tersebut mendapatkan 305 balasan, 354 suka, dan 166 retweet