Luhut Sebut Indonesia Negara Tujuan Investasi Nomor 4 Dunia Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. (Antaranews)

Merahputih.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Indonesia menjadi negara tujuan investasi nomor empat di dunia.

"Indonesia saat ini menjadi tujuan investasi nomor empat di dunia dan fokus kita ke green economy untuk mengurangi risiko perubahan iklim," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5).

Baca Juga:

Bantuan Sembako Anies untuk Korban COVID-19 di Jakarta Dinilai Terlalu Kecil

Luhut menyampaikan hal itu dalam konferensi video bersama para rektor Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dan perguruan tinggi negeri di Jakarta, Rabu.

Adapun fokus area investasi yang didorong yakni hilirisasi mineral, pengembangan baterai litium, transportasi, energi baru terbarukan, dan penurunan emisi karbon.

Luhut menjelaskan Indonesia memiliki aturan untuk negara-negara yang ingin berinvestasi di Indonesia, seperti ramah lingkungan, mendidik tenaga kerja lokal atau transfer knowledge, transfer teknologi, dan memberikan nilai tambah bagi Indonesia dalam mengolah sumber daya mineral.

Menteri Perhubungan ad interim Luhut Panjaitan sebut larangan mudik mulai tanggal 24 April
Menko Marves yang juga Menhub ad interim Luhut Panjaitan (Foto: antaranews)

Ia juga menyinggung soal tenaga kerja asing (TKA) Tiongkok yang kerap dinilai terlalu banyak masuk ke Indonesia. Padahal, menurut Luhut, jumlah TKA Tiongkok sangat kecil. Di kawasan industri Konawe, Sulawesi Tenggara, misalnya, TKA Tiongkok hanya sekitar delapan persen dari total tenaga kerja yang terserap dalam proyek.

Jumlah TKA Tiongkok pun diharapkan akan semakin berkurang dengan dibangunnya politeknik di Morowali.

"Terkait TKA Tiongkok, sebenarnya jumlah mereka seperti di Konawe hanya kurang lebih delapan persen dari para pekerja yang ada. Saat ini jumlah TKA juga makin berkurang dengan adanya politeknik di Morowali," katanya.

Baca Juga:

Bea dan Cukai Bantu 21 Ribu Masker N95 Bagi Tenaga Medis yang Menangani Pasien COVID-19

Menanggapi penjelasan Luhut, para rektor pun menyarankan pemerintah lebih banyak melakukan sosialisasi terkait TKA Tiongkok kepada masyarakat. Hal itu, sebagaimana dikutip Antara, dinilai perlu agar masyarakat lebih paham akan isu yang bergulir.

Pertemuan virtual itu dilakukan bersama Rektor UIN SMH Banten, Rektor UIN Raden Intan Lampung, Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua, Rektor IAIN Jember, IAIN Surakarta, UIN Raden Fatah Palembang, Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Rektor UIN Alauddin Makassar, dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH