Pemulihan Ekonomi
Luhut Perintahkan Padat Karya Digelar Sampai Idul Fitri Padat Karya Kementerian PUPR. (Foto: Kementerian PUPR).

MerahPutih.com - Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) padat karya proyek infrastruktur diusulkam untuk bisa dilanjutkan hingga Mei 2021, sehingga bisa mendukung daya beli masyarakat pada Ramadhan dan Idul Fitri.

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Panjaitan menyebutkan, program padat karya proyek infrastruktur telah mempekerjakan sebanyak 1,2 juta orang untuk proyek perbaikan jalan dan drainase.

Baca Juga:

Serap Pengangguran, Anggaran Padat Karya 2021 Naik Jadi Rp18,4 Triliun

"Saya ingin agar program ini bisa direalisasikan hingga April dan Mei 2021 sehingga ketika memasuki bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, mereka para pekerja dari program ini dapat memiliki uang untuk membeli kebutuhan-kebutuhan pokok dan kebutuhan tambahan di hari Lebaran," kata Menko Luhut.

Ia menegaskan, dengan adanya padat karya, daya beli masyarakat akan mulai menggeliat karena mereka memperoleh penghasilan bulanan dan tidak berharap dari bantuan sosial (bansos).

Luhut perintahkan agar program padat karya menargetkan daerah padat penduduk sehingga pemerintah bisa berpatokan pada jumlah orang yang dipekerjakan dan diserap dari program tersebut.

Padat karya. (Foto: Antara)
Padat karya. (Foto: Antara)

"Saya meminta adanya perencanaan yang matang agar program ini dapat diatur untuk memenuhi kriteria tersebut," ujarnya dikutip Antara.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menggulirkan 16 Program Padat Karya Tunai (PKT/cash for work) pada 2020 dengan target menyerap 638.990 tenaga kerja.

Adapun pekerjaan PKT utamanya meliputi pembangunan infrastruktur kerakyatan yang mendukung produktivitas masyarakat perdesaan seperti peningkatan irigasi kecil, perbaikan jalan lingkungan, rumah subsidi, penanganan kawasan kumuh, peningkatan kualitas air minum dan sanitasi. (*)

Baca Juga:

Orang Kaya dan Miskin Semakin Timpang

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[Hoaks atau Fakta]: Air Keran Tunjukkan Hasil Positif COVID-19 Saat Dites Pakai Alat Antigen
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Air Keran Tunjukkan Hasil Positif COVID-19 Saat Dites Pakai Alat Antigen

Ketika yang diuji bukan merupakan sampel yang semestinya, seperti air maka bisa menyebabkan alat tes tersebut rusak sehingga hasil yang dikeluarkan tidak valid.

Masih Banyak PR, Pemprov DKI Diminta Tak Berpuas Diri Usai Terima ST Award 2021
Indonesia
Masih Banyak PR, Pemprov DKI Diminta Tak Berpuas Diri Usai Terima ST Award 2021

Jalur sepeda masih perlu dipastikan faktor keamanan dan kenyamanannya

Pengusaha Tunggu Bantuan Khusus Kala PPKM Darurat Diperpanjang
Indonesia
Pengusaha Tunggu Bantuan Khusus Kala PPKM Darurat Diperpanjang

Pemerintah diminta untuk mengeluarkan kebijakan yang mempermudah dunia usaha, khususnya UMKM, untuk mendapatkan modal kerja dengan skema khusus.

Pegawai KPK Gagal TWK Ditawari Bekerja di BUMN, Novel Baswedan: Penghinaan
Indonesia
Pegawai KPK Gagal TWK Ditawari Bekerja di BUMN, Novel Baswedan: Penghinaan

"Beberapa kawan-kawan dihubungi oleh insan KPK yang diyakini dengan pengetahuan Pimpinan KPK diminta untuk menandatangani dua lembar surat. Yaitu permohonan pengunduran diri dan permohonan agar disalurkan ke BUMN. Bagi kami itu adalah suatu penghinaan," kata Novel kepada wartawan, Selasa (14/9).

Pasukan AS Tinggalkan Afghanistan, Pendukung Taliban Rayakan 'Kemerdekaan'
Dunia
Pasukan AS Tinggalkan Afghanistan, Pendukung Taliban Rayakan 'Kemerdekaan'

Massa pendukung Taliban merayakan 'kemerdekaan' setelah pasukan Amerika Serikat pergi dari Afghanistan pada Senin (30/8) waktu setempat.

Amnesty Tegaskan Ancaman Bui karena Tolak Divaksin Pelanggaran HAM
Indonesia
Amnesty Tegaskan Ancaman Bui karena Tolak Divaksin Pelanggaran HAM

Manfaat ilmiah dari vaksin harus dijelaskan dan disebarkan dengan cara yang dapat dimengerti oleh semua orang

Kamera ETLE Mobile Dinilai Bakal Bingungkan Masyarakat
Indonesia
Kamera ETLE Mobile Dinilai Bakal Bingungkan Masyarakat

Padahal, setelah hakim mengetok palu baru denda tilang yang harus dibayar

Sidang Eksepsi, Eks Politikus Nasdem Andi Irfan Jaya Merasa Diperlakukan Tidak Adil
Indonesia
Sidang Eksepsi, Eks Politikus Nasdem Andi Irfan Jaya Merasa Diperlakukan Tidak Adil

Andi Irfan Jaya merasa diperlakukan secara tidak adil oleh Kejaksaan Agung lantaran menahan dirinya di Rumah Tahanan KPK.

Pemerintah Pusat Monitor Hitung Suara Pilkada Sumbawa
Indonesia
Pemerintah Pusat Monitor Hitung Suara Pilkada Sumbawa

Pilkada Sumbawa sejatinya diikuti lima pasangan calon

Pengamat Nilai Peluang Ganjar Jadi Capres dari PDIP Pupus
Indonesia
Pengamat Nilai Peluang Ganjar Jadi Capres dari PDIP Pupus

"Sudah sangat jelas bahwa sudah hampir dapat dipastikan Puan yang akan diusung PDIP. Sudah tertutup peluang bagi Ganjar untuk dicalonkan dari PDIP pada pilpres 2024 yang akan datang," kata Fernando