Luhut Dorong Pemkab Sleman Tingkatkan Vaksinasi 15 Ribu Orang Per Hari Kegiatan vaksinasi COVID-19 di kantor Bupati Sleman, Jalan Parasamya, DIY. (Foto: MP/Teresa Ika)

MerahPutih.com - Menko Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Panjaitan mendorong Pemkab Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta meningkatkan jumlah sasaran vaksinasi COVID-19 hingga 15 ribu orang per hari.

Hal ini dilakukan guna mendukung target vaksinasi pemerintah pusat di Jawa dan Bali sebanyak 2,3 juta orang per hari.

Luhut menjelaskan, pemerintah menargetkan ada 72 juta warga Indonesia yang sudah divaksin pada September 2021. Untuk mencapai jumlah tersebut, ditargetkan vaksinasi menyasar 2,3 juta orang per hari di Jawa dan Bali.

Hingga kini, Pemkab Sleman hanya mampu memvaksin 2.700 orang per hari.

Baca Juga:

Kartu Vaksin COVID-19 Bakal Jadi Syarat Kegiatan di Tempat Umum

"Saya sudah bilang ke Ibu Bupati Sleman untuk dinaikkan 4 kali dari jumlah yang sekarang 2.700 orang. Sehingga bisa menjadi 15.000 per hari. Ini supaya kita bisa memerangi varian Delta," jelas Luhut saat memantau pelaksanaan kegiatan vaksinasi COVID-19 di kantor Bupati Sleman, Jalan Parasamya, DIY, Jumat (6/8).

Ia memastikan stok vaksin untuk tahap pertama maupun kedua mencukupi. Selain itu, ia juga menjamin distribusi vaksin ke daerah lancar dan tidak mengalami kendala.

Selain ngebut vaksinasi, pemerintah juga memperbanyak upaya testing dan tracing. Jika ada yang positif, maka pemerintah akan gerak cepat melakukan tracing dan testing ke keluarga lainnya hingga mencapai 15 orang.

"Tujuan tracing dan testing adalah bisa segera menemukan keluarga yang positif. Saat ketemu bisa segera diobati dini," tegas Luhut.

 Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan saat memantau pelaksanaan kegiatan vaksinasi Covid-19 di kantor Bupati Sleman jalan Parasamya Sleman, DIY. (Foto: MP/Teresa Ika)
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan saat memantau pelaksanaan kegiatan vaksinasi COVID-19 di kantor Bupati Sleman, Jalan Parasamya, DIY. (Foto: MP/Teresa Ika)

Luhut sempat memuji penurunan kasus di Kabupaten Sleman selama PPKM Darurat dan Level 4 diberlakukan. Namun, ia meminta masyarakat untuk tetap menerapkan prokes serta mengikuti vaksinasi.

Lantaran dua hal tersebut masih menjadi senjata ampuh menurunkan kasus COVD-19.

Sekretaris Daerah Pemkab Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Hada Kiswaya menyanggupi target yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Dalam waktu dekat, Pemkab Sleman akan memperbanyak jumlah peserta vaksinasi COVID-19.

"Kami yakin bisa. Saat ini Kami punya 1.000 orang vaksinator," tegas Hada di lokasi vaksinasi.

Baca Juga:

Pemerintah Targetkan Vaksinasi 70 Juta Orang Tercapai Pada September 2021

Pemkab Sleman turut akan menggandeng mahasiswa untuk menjadi sukarelawan membantu para tenaga kesehatan.

Saat ini, Pemkab Sleman masih memiliki banyak stok vaksin Sinovac serta Astrazeneca untuk kegiatan vaksinasi.

Kegiatan vaksinasi yang digelar di kantor bupati Pemkab Sleman adalah salah satu upaya mempercepat proses tersebut.

Kegiatan ini menargetkan sekitar 700 warga Sleman yang terdiri atas lansia, anak sekolah, serta penyandang difabel. (Teresa Ika/Yogyakarta)

Baca Juga:

Anies Targetkan Vaksinasi Dosis Ketiga bagi Nakes Selesai Akhir Agustus

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hasil Survei Elektabilitas Capres, Prabowo Jauh Tinggalkan Nama Calon Lain
Indonesia
Hasil Survei Elektabilitas Capres, Prabowo Jauh Tinggalkan Nama Calon Lain

Elektabilitas Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto tertinggi dalam temuan survei nasional Survey and Polling Indonesia (SPIN) Pilpres 2024.

Jumlah Sekolah Negeri Masih Minim, Jateng Buka Kelas Virtual
Indonesia
Jumlah Sekolah Negeri Masih Minim, Jateng Buka Kelas Virtual

Gibran menyerahkan kekurangan sekolah pada Pemprov Jateng, mengingat status sekolah SMAN/SMKN sudah diambil alih pemprov.

Lemhannas Tegaskan Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Segera Diterapkan
Indonesia
Lemhannas Tegaskan Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Segera Diterapkan

Pancasila mengandung mulai dari nilai demokrasi, keagamaan, kebudayaan, keadilan, kedaulatan, sampai dengan solidaritas.

BPK Temukan 14.501 Masalah di APBN 2021, Negara Bisa Tekor!
Indonesia
BPK Temukan 14.501 Masalah di APBN 2021, Negara Bisa Tekor!

Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK, terdapat 8.483 temuan yang memuat 14.501 permasalahan dengan nilai total sebesar Rp 8,37 triliun.

50 Persen Jemaah Haji Indonesia Kembali ke Tanah Air
Indonesia
50 Persen Jemaah Haji Indonesia Kembali ke Tanah Air

Pelaksanaan Ibadah Haji 1443 Hijriah/2022 memasuki fase pemulangan. Hingga kini, setidaknya 50 persen jemaah haji asal Indonesia juga sudah tiba di tanah air.

Komisi VI DPR Ungkap Alasan Bentuk Panja Pangan ketimbang Minyak Goreng
Indonesia
Komisi VI DPR Ungkap Alasan Bentuk Panja Pangan ketimbang Minyak Goreng

Komisi VI DPR RI lebih memilih membentuk panita kerja atau panja komoditas pangan ketimbang minyak goreng (migor).

Beras Melimpah, Pemerintah Siap Hadapi Potensi Krisis Pangan Dunia
Indonesia
Beras Melimpah, Pemerintah Siap Hadapi Potensi Krisis Pangan Dunia

Tahun ini Indonesia memiliki surplus produksi beras sebanyak 7 juta ton.

[HOAKS atau FAKTA] MUI dan Arab Saudi Pasang Badan Bebaskan Rizieq Shihab
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] MUI dan Arab Saudi Pasang Badan Bebaskan Rizieq Shihab

“HAKIM & JAKSA TERKEJUT! ARAB SAUDI & MUI AKAN PASANG BADAN BEBASKAN HABIB RIZIEQ DARI JERUJI BESI!”

Omicron Makin Meluas, Mabes Polri Gempur Vaksinasi
Indonesia
Omicron Makin Meluas, Mabes Polri Gempur Vaksinasi

Jumlah vaksinasi gabungan untuk menyasar masyarakat yang mendapatkan vaksin dosis satu, dua, dan tiga atau booster.

35 Persen Warga Indonesia Sudah Disuntik Vaksin COVID-19
Indonesia
35 Persen Warga Indonesia Sudah Disuntik Vaksin COVID-19

Dari total dosis vaksin yang telah didistribusikan tersebut, sebanyak 125,7 juta dosis sudah disuntikkan kepada masyarakat. Sejak bulan September laju suntikan meningkat 10 juta per 7 hari.