Luhut Beri Amplop ke Kiai, BPN: Politik Uang Pembunuh Utama Demokrasi Wakil Ketua BPN Mardani Ali Sera (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.Com - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mardani Ali Sera menyebut politik uang dalam Pemilu menjadi pembunuh utama demokrasi di Indonesia.

"Kalau menurut kami mari kita bangun politik yang bersih, berintegritas, perangi politik uang karena itu pembunuh utama demokrasi," kata Mardani saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (4/4).

Mardani meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menindaklanjuti temuan video Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat memberikan amplop kepada seorang salah seorang Kiai di Pondok Pesantren Nurul Cholil.

Luhut Panjaitan memberikan uang kepada kiai
Ketua Dewan Pembina Bravo 5 Luhut Panjaitan di Solo (MP/Ismail)

"Ini tentu menjadi perhatian Bawaslu untuk segera menindaklanjuti dari informasi yang ada di media sosial. Sebab, yang ada di media sosial bisa benar, bisa tidak, itu perlu diverifikasi," ujar Mardani.

Mardani menegaskan peserta pemilu 2019 harus menjauhi praktik politik uang. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga mendesak Bawaslu mengusut dugaan pelanggaran kampanye politik uang.

"Kami menilai bahwa politik uang musuh semuanya, karena itu apa yang ditemukan, mau ada cap jempol ataupun tidak ada cap jempolnya, siapapun pelakunya harus dibongkar sampai tuntas," jelas dia.

Meskipun demikian, BPN Prabowo-Sandi, kata Mardani, belum berencana melaporkan Luhut ke Bawaslu. Pasalnya, sudah ada laporan dari beberapa pihak terkait dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan Luhut.

"Kami dapat infonya sudah ada tim lain dari masyarakat yang melaporkan. Kalau sudah ada yang melaporkan BPN menganggap itu cukup," tandasnya.

BACA JUGA: Disindir BPN Soal Konsesi Lahan, Luhut Siap Tanahnya Diambil Pemerintah

Demokrat Minta Bawaslu Turun Tangan Soal Pemberian Amplop Luhut ke Kiai

Luhut Kritik Pernyataan Prabowo Soal Pertahanan Indonesia Rapuh

Sebelumnya, Luhut Binsar Panjaitan terekam kamera memberikan amplop kepada seorang kiai di Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Selain itu, Luhut juga meminta sang kiai agar memobilisasi massa agar datang ke tempat pemungutan suara (TPS) pada 17 April untuk mencoblos yang pakai baju putih.

“Tanggal 17, tolong disampaikan kepada semua umat, santri untuk datang ke TPS,” ucap Luhut dalam video di Twitter mantan Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief, Selasa (2/4).

Dalam video tersebut, Luhut bersama timnya tampak berdiskusi dengan kiai pengasuh pondok pesantren.

Tak berselang lama, Luhut menyerahkan kantongan plastik kepada seorang kiai di dalam ruangan. Setelah itu, Luhut mengeluarkan amplop dari saku celananya, kemudian menyerahkan ke kiai.

“Ini cara Jokowi membeli suara,” cuit Andi Arief.(Pon)

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH