Ludwig Goransson Raih Piala Oscar Kedua Bersama 'Oppenheimer'

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 11 Maret 2024
Ludwig Goransson Raih Piala Oscar Kedua Bersama 'Oppenheimer'

Piala Oscar kedua untuk Ludwig Goransson. (Foto: Oscar)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ludwig Göransson memenangi Academy Award atau piala Oscar 2024 untuk musik orisinal terbaik dalam film Oppenheimer. Penghargaan ini sekaligus menjadi yang kedua dalam kariernya.

Sebelumnya, Göransson telah meraih berbagai penghargaan bergengsi seperti Grammy, Golden Globe, BAFTA, Critics Choice, dan Society of Composers & Lyricists atas kontribusinya dalam musik film-film karya Christopher Nolan.

Göransson sebelumnya memenangi Oscar untuk musik orisinal dalam film Black Panther pada 2018, demikian diwartakan Variety, Senin (11/3).

Baca juga:

Segini Hadiah Tunai yang Diperoleh Pemenang Oscar 2024

Prestasi lainnya termasuk dua Emmy untuk musik dalam serial The Mandalorian, nominasi Oscar untuk lagu dalam Black Panther: Wakanda Forever pada 2022, serta tiga Grammy lagi untuk Black Panther dan karya produksi penulisan lagunya bersama Childish Gambino.

Proses kreatif Göransson dalam menciptakan lebih dari tiga jam musik untuk Oppenheimer melibatkan penulisan tema biola yang menciptakan kesan 'kesepian yang menghantui' untuk karakter utama, serta penggunaan synthesizer untuk menyampaikan 'malapetaka yang akan datang' dari uji coba bom atom.

Menariknya, musiknya tidak melibatkan drum atau perkusi. Kemampuan Göransson dalam memilih proyek secara cermat dan kemauannya untuk terlibat secara mendalam dalam setiap proyek telah membuatnya menjadi salah satu komposer yang paling dicari saat ini.

Baca juga:

Billie Eilish Raih Piala Oscar Berkat Soundtrack Film 'Barbie'

Film-film lain yang telah Göransson garap termasuk Fruitvale Station, Creed I dan II, Turning Red, dan Tenet yang menjadi soundtrack film pertamanya untuk Christopher Nolan. Perlu dicatat Göransson juga mencetak skor untuk serial TV Community sejak 2009.

Prestasi Göransson juga mencerminkan tren pengakuan terhadap komposer dari luar Amerika di ajang penghargaan Oscar, di mana komposer kelahiran AS hanya memenangi enam kali dalam 25 tahun terakhir.

Göransson juga menjadi artis kelahiran Swedia kelima yang memenangkan lebih dari satu Oscar, bergabung dengan nama-nama besar seperti Ingrid Bergman, Ingmar Bergman, Sven Nykvist, dan Per Hallberg. (waf)

Baca juga:

Pecah Telur, Christopher Nolan Bawa Pulang Piala Oscar Pertamanya

#Musik #Soundtrack Film #Oscar #Academy Awards
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
'Feather Lungs' Laura Gibson, Lagu Tenang yang Mengajak Pendengar Menyelami Sisi Paling Rapuh
'Feather Lungs' Laura Gibson menghadirkan nuansa folk yang lembut dan puitis, mengeksplorasi kerentanan, kerinduan, hubungan, serta perubahan hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 25 Agustus 2026
'Feather Lungs' Laura Gibson, Lagu Tenang yang Mengajak Pendengar Menyelami Sisi Paling Rapuh
ShowBiz
'BISA GAK SIH?' Jadi Ruang Quinn Salman untuk Bicara soal Jeda
Lirik 'BISA GAK SIH?' mengajak pendengarnya untuk sesekali berhenti, mengambil napas, dan memberikan kesempatan beristirahat.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'BISA GAK SIH?' Jadi Ruang Quinn Salman untuk Bicara soal Jeda
ShowBiz
'Head Over Heels' JD McPherson, Lagu yang Menghidupkan Kembali Nuansa Musik Era Klasik
'Head Over Heels' menjadi salah satu lagu JD McPherson dalam album Let The Good Times Roll yang memadukan rock and roll, rhythm and blues, dan nuansa retro.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
'Head Over Heels' JD McPherson, Lagu yang Menghidupkan Kembali Nuansa Musik Era Klasik
ShowBiz
'Kasih (IBU) tak Sampai', Cara Pink Tomiyang Merawat Rindu kepada sang Ibu
Lagu ini lahir dari pengalaman personal Tomiyang setelah kehilangan sang ibu.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'Kasih (IBU) tak Sampai', Cara Pink Tomiyang Merawat Rindu kepada sang Ibu
ShowBiz
Keluar dari Atmosfer Klub, Barry Can't Swim Bawa Eksplorasi Baru Lewat 'Dance Dance Dance!'
Barry Can't Swim merilis single terbaru 'Dance Dance Dance!' yang terpengaruh French touch, dengan synth berkilau, keytar, dan vokal berbahasa Prancis.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Keluar dari Atmosfer Klub, Barry Can't Swim Bawa Eksplorasi Baru Lewat 'Dance Dance Dance!'
ShowBiz
Petra Sihombing Rilis 'Bangga', Lagu tentang Kagum Melihat Seseorang Meraih Impian
Petra Sihombing kembali dengan single 'Bangga', lagu yang bercerita tentang rasa kagum dan bangga melihat seseorang yang dikenal lama akhirnya meraih impian.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Petra Sihombing Rilis 'Bangga', Lagu tentang Kagum Melihat Seseorang Meraih Impian
ShowBiz
'Cinta Diri Sendiri', Lagu Terbaru Budi Doremi tentang Cinta yang tak Seimbang
Budi Doremi mengangkat kisah seseorang yang mulai menyadari bahwa perasaan yang ia berikan tidak mendapatkan balasan yang setara.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'Cinta Diri Sendiri', Lagu Terbaru Budi Doremi tentang Cinta yang tak Seimbang
ShowBiz
510 Buka Babak Baru lewat 'Heavy Lies The Crown', Padukan Musik Agresif dan Pergulatan Spiritual
510 kembali dengan 'Heavy Lies The Crown'. Single ini mengangkat tema spiritual dan pergulatan batin.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
510 Buka Babak Baru lewat 'Heavy Lies The Crown', Padukan Musik Agresif dan Pergulatan Spiritual
ShowBiz
NiMBY Lanjutkan Kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' Bersama Ombags NTRL
NiMBY melanjutkan kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' bersama Ombags NTRL. Lagu ini mengajak pendengar berani bangkit dan mengejar mimpi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
NiMBY Lanjutkan Kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' Bersama Ombags NTRL
ShowBiz
Bukan Sekadar Album Electro-pop, 'Ritual' Jadi Cara Icona Pop Merayakan Luka, Cinta, dan Perubahan
Icona Pop kembali dengan album 'Ritual' dan single 'Hurt'. Album electro-pop ini mengangkat persahabatan, motherhood, patah hati, penyembuhan, dan transformasi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
Bukan Sekadar Album Electro-pop, 'Ritual' Jadi Cara Icona Pop Merayakan Luka, Cinta, dan Perubahan
Bagikan