Lucinta Luna Baru Bisa Ajukan Hukuman Rehab Setelah Keluar Hasil Tes Rambut Lucinta Luna ditangkap terkait kasus narkoba (Foto: IG/LucintaL)

Merahputih.com - Polisi menyebut Lucinta Luna baru bisa mengajukan permohonan hukuman rehabilitasi setelah keluarnya hasil tes rambutnya di Laboratorium Badan Narkotika Nasional Lido, Bogor, Jawa Barat rampung.

"Nanti (kalau rehabilitasi), ada mekanismenya. Itu melalui assesment dulu. Ini kan masih didalami dulu," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Kamis (13/2).

Baca Juga:

Polda Metro Jaya Targetkan Ibu Kota Jakarta Bersih dari Narkoba

Apabila hasil tes rambutnya telah keluar, Lucinta bisa mengajukan assesment ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta.

Selebritis Lucinta Luna (topi warna cokelat) saat menjalani pemeriksaan terkait dugaan kepemilikan narkoba di Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (11/2/2020). (ANTARA/HO/Polrestro Jakarta Barat)
Selebritis Lucinta Luna (topi warna cokelat) saat menjalani pemeriksaan terkait dugaan kepemilikan narkoba di Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (11/2/2020). (ANTARA/HO/Polrestro Jakarta Barat)

Tapi, perlu diingat bukan berarti permohonan rehab akan langsung diterima. Bisa saja permohonan yang diajukannya ditolak. Pasalnya, memang ada pertimbangan terlebih dulu.

"Kalau sudah selesai semua kalau dia (Lucinta Luna) mengajukan ke sana (BNNP DKI), rehabilitasi kan ada asesmen dulu. Kalau enggak boleh, ya enggak boleh. Kalau boleh, ya kita enggak bisa ngomong," kata Yusri.

Baca Juga:

Pakai Narkoba, Selebgram Lucinta Luna Dibekuk Polisi

Seperti diketahui Lucinta ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkoba. Hasil tes urin menyatakan dia positif mengkonsumsi riklona yang merupakan obat penenang golongan psikotropika.

Polisi pun menyita riklona dan tramadol dari tasnya saat dicokok. Lucinta Luna sendiri diketahui dicokok pada Selasa 11 Februari 2020 di suatu apartemen di Jakarta Pusat. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Alasan Polisi Tak Gelar Razia Selama Operasi Zebra Jaya 2020
Indonesia
Alasan Polisi Tak Gelar Razia Selama Operasi Zebra Jaya 2020

Persentase penindakan hanya sebesar 20 persen

Pembuat Soal Ujian 'Anies Diejek Mega' Minta Maaf, Mengaku Khilaf
Indonesia
Pembuat Soal Ujian 'Anies Diejek Mega' Minta Maaf, Mengaku Khilaf

Ia juga menyampaikan maaf pada Gubernur Anies Baswedan

Alasan Ditjenpas Belum Putuskan Tindakan ke John Kei Usai Kembali Berulah
Indonesia
Alasan Ditjenpas Belum Putuskan Tindakan ke John Kei Usai Kembali Berulah

Pada 26 Desember 2019, John Kei memperoleh bebas bersyarat setelah menghuni Lapas Nusakambangan sejak 2014

Abu Janda Dipolisikan atas Dugaan Penyebaran SARA
Indonesia
Abu Janda Dipolisikan atas Dugaan Penyebaran SARA

Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) melaporkan Permadi Arya alias Abu Janda ke Bareskrim Polri.

Dinamika Bisnis Saat Pandemi, Kisah Kuli Tinta Merangkap Peracik Herbal
Indonesia
Dinamika Bisnis Saat Pandemi, Kisah Kuli Tinta Merangkap Peracik Herbal

Nama produknya adalah Mponix yang berarti empon-empon mix.

Pasien Positif COVID-19 di Secapa AD Tinggal 1.182 Orang
Indonesia
Pasien Positif COVID-19 di Secapa AD Tinggal 1.182 Orang

Swab ke-2 baru bisa dilakukan satu minggu setelah swab pertama

Fadli Zon Sambangi RS Polri Bersama Keluarga Pengawal Rizieq
Indonesia
Fadli Zon Sambangi RS Polri Bersama Keluarga Pengawal Rizieq

Politisi Partai Gerindra Fadli Zon menyambangi Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (8/12) sore.

Ratusan Pengungsi Merapi Kembali ke Rumah
Indonesia
Ratusan Pengungsi Merapi Kembali ke Rumah

Pemerintah sudah menyiagakan seluruh posko pengungsian

BI Longarkan Uang Muka KPR, Bank Diminta Ikutin Aturan BI
KPR
BI Longarkan Uang Muka KPR, Bank Diminta Ikutin Aturan BI

BI meluncurkan relaksasi berupa pelonggaran uang muka KPR paling tinggi 100 persen berlaku 1 Maret-31 Desember 2021.

FSGI Desak Kemendikbud Perbaiki Regulasi PPDB
Indonesia
FSGI Desak Kemendikbud Perbaiki Regulasi PPDB

Ia mengatakan, alokasi untuk zonasi murni harus tetap dipertahankan.