Lubang AC di Atas Harus Selalu Terbuka Lubang AC jangan pernah ditutup untuk menghindari dari bakteri. (Foto: Hans/pixabay)

JIKA Anda naik pesawat terkadang lubang AC yang ada di atas seperti mengganggu. Bisa jadi menyemburkan angin dingin atau hanya sekedar mengganggu istirahat Anda. Maka lubang AC itu Anda tutup agar lebih nyaman.

Padahal sangat penting tetap membuka lubang ventilasi AC. Dengan lubang AC yang terbuka Anda mendapatkan ruang yang memisahkan antara diri Anda dengan mikroorganisma yang ada di dalam pesawat selama penerbangan.

Seperti yang dituliskan pada laman travelandleisure, Dr. Mark Gendreau dari Lahey Center-Peabody, menjelaskan bahwa penularan penyakit bisa terjadi selama perjalanan menggunakan pesawat.

Sistem sirkulasi udara di dalam pesawat sudah didesain dengan baik untuk menyaring debu dan bakteri. Sistem ventilasi udara ini dikembangkan sejak dahulu saat merokok masih diperbolehkan selama penerbangan. Jadi untuk menghilangkan asap rokok dibutuhkan penyaringan yang baik.

Dalam satu jam udara di dalam pesawat disaring sebanyak 15-30 kali. Udara yang diambil 50% dari dalam dan 50 % dari luar. Jadi udara yang ada di dalam pesawat sudah disaring dan didistribusikan melalui lubang-lubang AC.

Dengan demikian jika lubang AC itu dibuka sama dengan Anda mendapatkan udara bersih.

Angin yang menyembur dari lubang AC itu menjadi semacam penghalang bagi bakteri, kuman dan virus yang ada di udara atau berada di bawah.

Kabin pesawat cenderung pula memiliki tingkat kelembaban yang tinggi yang menyebabkan membran menjadi mudah kering. Jika ini terjadi Anda semakin mudah untuk terserang virus. Makanya dibutuhkan penghalang berupa lubang AC yang menyemburkan angin. (psr)

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH