LSI Denny JA: Prabowo Unggul di Kalangan Masyarakat Terpelajar Peneliti LSI, Ikrama Masloman. (MP/Kanuraga)

MerahPutih.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis data baru hasil survei tentang pemilihan presiden 2019 mendatang. Dalam keterangannya, pasangan calon presiden, Prabowo-Sandi unggul dari Jokowi-Amin dalam hal pemilih terpelajar.

"Sebanyak 45,4 persen kaum terpelajar memilih Prabowo-Sandi. Sementara, kalangan terpelajar yang memilih pasangan Jokowi-Amin jumlahnya 36 persen," kata Peneliti LSI, Ikrama Masloman di Jakarta, Selasa (19/3).

Meski menang di kalangan terpelajar, paslon nomor urut 02 ini kalah telak dari Jokowi-Ma'ruf di sekmen pemilih minoritas. Dalam segmen ini pasangan tersebut unggul dari Prabowo-Sandi dengan selisih 68,7 persen.

Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Foto: Twitter/@sandiuno
Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Foto: Twitter/@sandiuno

Segmen ini pasangan Jokowi-Ma'ruf mendapat suara 80,3 persen, sedangkan pasangan Prabowo-Sandi pemilihnya hanya 11,6 persen. Hal ini akan menjadi petaka bagi Jokowi-Amin jika di segmen ini banyak yang memilih golput.

"Jokowi-Ma'ruf akan sangat dirugikan jika golput banyak terjadi di segmen minoritas, milenial, wong cilik, dan muslim moderat (NU dan lainnya)," katanya.

Sementara, Prabowo-Sandi sangat dirugikan jika golput banyak terjad di segmen kalangan terpelajar dan muslim dari FPI, HTI, jaringan PKS, dan lainnya.

Namun yang palng menguntungkan pihak Prabowo-Sandi adalah pemilih yang militan. Ikrama mengatakan, kemungkinan golput sangat masif di kalangan Jokowi-Amin, sedangkan di kalangan Prabowo-Sandi pemilihna militan ke TPS. Hal ini akan berdampak besar pada hasil akhir.

Sebagai informasi, survei kali ini LSI melakukan pada 18-25 Februari 2019, dengan proses wawancara tatap muka kepada 1.200 responden. Peneliti kemudian menanyakan pasangan calon mana yang akan dipilih oleh 9,3% responden yang tergolong sebagai kalangan terpelajar.

Adapun, margin of error dalam penelitian ini lebih kurang 2,9 persen. Peneliti menggunakan dana corporate social responsibility (CSR) internal dalam penelitian. Adapun, sumber dana tersebut berasal dari keuntungan jasa konsultan yang dilakukan di bidang politik. (Knu)

Baca Juga: Sahabat Prabowo-Sandi Hadir Untuk Sinergi Perbaiki Ekonomi Indonesia


Tags Artikel Ini

Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH