LPSK Tolak Permohonan Perlindungan Anita Kolopaking Pengacara dari buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra, Anita Kolopaking. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/pras.

MerahPutih.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) secara resmi menolak permohonan perlindungan yang diajukan oleh pengacara Djoko Soegiarto Tjandra, Anita Kolopaking (AK).

Keputusan diambil melalui Rapat Paripurna Pimpinan (RPP) LPSK pada Senin, (31/8) kemarin. Terdapat beberapa hal yang menjadi dasar pertimbangan LPSK dalam mengambil keputusan.

Baca Juga:

Anita Kolopaking Dipersilakan Gugat Penyidik ke Pengadilan

LPSK berpendapat permohonan perlindungan yang diajukan AK tidak memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam pasal 28 ayat (1) UU Nomor 31 tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Status tersangka yang disandang oleh AK juga menjadi salah satu alasan yang melatarbelakangi keputusan dalam menolak permohonan, sehingga LPSK beranggapan tidak ada dasar untuk memberikan perlindungan kepadanya. Selain itu, masih terdapat informasi atau data lainnya yang tidak sepenuhnya disampaikan AK kepada LPSK.

Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo mengatakan, keputusan LPSK untuk menolak permohonan perlindungan AK sudah berdasarkan telaah/analisa dengan informasi/data yang dimiliki saat ini, serta berdasarakan koordinasi dengan berbagai pihak. Hasilnya menunjukan bahwa permohonan perlindungan yang diajukan tidak memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan.

”Sebelum keputusan diambil, LPSK juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, khususnya kepolisian dan Kejaksaan Agung," kata Hasto dalam keterangannya, Selasa (1/9).

Pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking keluar ruangan usai menjalani pemerikaan di Gedung Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejagung, Jakarta, Senin (27/7). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/pras.
Pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking keluar ruangan usai menjalani pemerikaan di Gedung Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejagung, Jakarta, Senin (27/7). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/pras.

Meski begitu, kata Hasto, LPSK mengeluarkan rekomendasi terkait penangan kasus Anita Kolopaking ini. Di antaranya adalah meminta Polri dan Kejaksaan Agung untuk profesional dan proporsional dalam menangani kasus terkait Djoko Tjandra. Kemudian meminta penyidik di Kepolisian dan Kejaksaan untuk mendorong perlindungan bagi saksi dan saksi Pelaku (JC) ke LPSK.

Sebab menurut Hasto, pihaknya tidak menutup pintu bila ke depannya terdapat perkembangan-perkembangan dalam penanganan perkara yang terkait dengan skandal Djoko Candra, bilamana AK benar-benar memenuhi persyaratan diberikannya perlindungan baik dalam statusnya sebagai saksi atau mungkin juga sebagai saksi pelaku (justice collaborator) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

”Sebelumnya kami telah memberikan gambaran kepada AK mengenai saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum untuk mengungkap kasus dan pelaku lain yang memiliki kedudukan atau peran yang lebih besar,” ujar Hasto.

Hasto berharap agar penegak hukum yang saat ini sedang menuntaskan perkara Djoko Tjandra untuk dapat bersinergi dalam pemberian perlindungan kepada saksi-saksi kunci agar dapat secara maksimal berkontribusi dalam pengungkapan perkara pidana. Menurut Hasto, kasus Djoko Tjandra nyata-nyata telah melibatkan berbagai pihak yang memiliki posisi di institusi penegak hukum.

”Tentunya diperlukan kebijakan yang bisa meyakinkan publik agar semua orang yang terlibat dan memberikan kesaksian bisa menyampaikannya secara bebas tanpa rasa takut akan adanya ancaman atau intimidasi," imbuh Hasto.

Baca Juga:

Alasan Polri Tak Hadiri Sidang Perdana Praperadilan Anita kolopaking

Masih kata Hasto, dalam praktik di berbagai negara, kasus-kasus yang memiliki dampak besar, biasanya para saksi—termasuk justice collaborator—akan diserahkan perlindungannya kepada institusi yang secara khusus bertugas untuk memberikan perlindungan saksi, sehingga kredibilitas kesaksiannya dapat dipertanggungjawabakan tanpa adanya dugaan terjadi intervensi oleh institusi yang terseret dalam kasus tersebut.

”Dalam kerangka menjalankan tugas dan kewenangannya, LPSK tentunya siap bekerja sama dengan penegak hukum agar kasus-kasus yang terkait dengan kasus Djoko Tjandra dapat diungkap dengan tuntas,” pungkas Hasto.

Sebagai informasi, LPSK menerima surat permohonan perlindungan tertanggal 29 Juli 2020 dari Dr. Ir. Anita D.A. Kolopaking, S.H., M.H., FCBArb, pada saat yang bersangkutan mengajukan permohonan perlindungan kepada LPSK mengacu status hukumnya sebagai saksi pada perkara yang menyeret Brigjen Pol. Prasetijo Utomo, S.I.K., M.Si. yang dijerat dengan Pasal 263 KUHP dan Pasal 426 KUHP dan/atau Pasal 221 KUHP oleh Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. Belakangan, Bareskrim Polri menetapkan Anita Kolopaking sebagai tersangka pada 8 Agustus 2020. (Pon)

Baca Juga:

Menolak Ditahan, Anita Kolopaking Gugat Penyidik ke Pengadilan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jumatan di Masa Bencana, Imam Besar Istiqlal: Hujan Deras Nabi Salat di Rumah
Indonesia
Jumatan di Masa Bencana, Imam Besar Istiqlal: Hujan Deras Nabi Salat di Rumah

Kebijakan-kebijakan itu bisa menghambat penularan

HMI Minta Omnibus Law Disahkan
Indonesia
HMI Minta Omnibus Law Disahkan

"Omnibus law akan mengatur sistem pajak dan penciptaan lapangan kerja. Semoga RUU ini cepat selesai," ungkapnya

MUI DKI: Salat Id di Rumah tidak Kurangi Pahala
Indonesia
MUI DKI: Salat Id di Rumah tidak Kurangi Pahala

Meskipun situasi penyebaran COVID-19 di DKI sedang dalam kondisi baik karena adanya penurunan kasus.

Pilkada Klaten, 40 Anggota KPPS Terpapar COVID-19
Indonesia
Pilkada Klaten, 40 Anggota KPPS Terpapar COVID-19

Sebanyak 40 orang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah terapar COVID-19.

Bajo Raih 24 Suara, Gibran Menang Telak di TPS Keluarga Jokowi
Indonesia
Bajo Raih 24 Suara, Gibran Menang Telak di TPS Keluarga Jokowi

"Hasil perhitungan TPS 22 Manahan paslon Gibran-Teguh meraih 171 suara dan Bajo 24 suara. Jmlah DPT TPS 22 senyak 314 orang," kata dia

Belva Devara Mundur, Jokowi Harus Batalkan Program Kartu Prakerja
Indonesia
Belva Devara Mundur, Jokowi Harus Batalkan Program Kartu Prakerja

Permasalahan terkait Kartu Prakerja tidak serta merta tuntas dengan mundurnya CEO Ruangguru itu.

Jerman dan Lebanon Temukan Kasus Pertama COVID-19 Varian Baru
Indonesia
Jerman dan Lebanon Temukan Kasus Pertama COVID-19 Varian Baru

Pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium Kota Berlin menunjukkan pasien positif itu terserang virus B.1.1.7, nama varian baru COVID-19 yang saat ini mewabah di Inggris.

Peningkatan Kasus COVID-19 saat Libur Imlek Terjadi Dua Pekan Lagi
Indonesia
Peningkatan Kasus COVID-19 saat Libur Imlek Terjadi Dua Pekan Lagi

peningkatan kasus positif setelah liburan Hari Raya Imlek akan terlihat pada dua hingga tiga pekan setelahnya.

Polri Ancam Penolak Pemakaman Jenazah COVID-19 Pidana 1 Tahun Bui
Indonesia
 Darurat COVID-19, Rutan Surakarta Berlakukan Besuk Napi Gunakan Video Call
Indonesia
Darurat COVID-19, Rutan Surakarta Berlakukan Besuk Napi Gunakan Video Call

"Kami membuat kebijakan video call bagi keluarga napi menjenguk di rutan setelah Solo berstatus KLB corona," ujar Kepala Rutan Kelas 1A Surakarta, Soleh Joko Sutopo