LPSK Siap Lindungi Saksi Penembakan Pendeta Yeremia Zanambani di Intan Jaya Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi Pasaribu. Foto: ANTARA News/Pamela Sakina

Merahputih.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) siap menindaklanjuti permohonan perlindungan dari gereja untuk saksi kasus penembakan Pendeta Yeremia Zanambani di Intan Jaya, September lalu.

Permohonan yang diajukan Badan Pengurus Pusat Gereja Kemah Injil Indonesia untuk keluarga dan saksi terkait dengan tertembaknya Pendeta Yeremia sudah diterima LPSK.

"Permohonan sudah masuk dan akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10).

Baca Juga

Usai Tertembak, Anggota TGPF Kasus Intan Jaya Diterbangkan ke Jakarta

Menindaklanjuti permohonan tersebut, LPSK akan mendalami kembali keterangan para saksi yang sudah ditemui Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

LPSK juga akan mencermati pihak mana yang memiliki keterangan penting dalam pengungkapan kasus, baik saksi yang sudah dimintai keterangan TGPF maupun yang belum.

Dari hasil temuan tim TGPF, Edwin mengungkapkan terdapat tujuh saksi warga sipil yang memiliki keterangan penting saat pendalaman TGPF ke Intan Jaya.

LPSK juga melihat tingkat ancaman yang dihadapi para saksi. Ia mengatakan bahwa tingkat ancaman sangat penting mengingat kondisi di Intan Jaya yang sangat tidak aman.

"Bisa dikatakan di sana sulit untuk mencari tempat yang aman. Ini tentu menjadi catatan terkait dengan bentuk perlindungan terhadap saksi kasus ini," ujar Edwin yang juga tergabung dalam TGPF penembakan pendeta Yeremia.

Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Edwin Partogi Pasaribu. ANTARA/HO-Humas LPSK/pri.

Oleh karena itu, LPSK juga meminta dukungan semua pihak, baik masyarakat,TNI, maupun Polri untuk keamanan para saksi. Keamanan para saksi penting karena terkait pula dengan kenyamanan mereka memberikan kesaksian.

"Karena keterangan yang diberikan dalam kondisi aman dan nyaman, bisa terungkap peristiwa yang menyebabkan beberapa orang menjadi korban, baik Pendeta Yeremia, masyarakat, maupun anggota TNI sendiri," kata Edwin.

Lebih lanjut, LPSK juga membuka ruang jika ada pelaku dengan peran minor yang bersedia menjadi saksi pelaku atau justice collaborator untuk kasus ini. Perlindungan terhadap justice collaborator sendiri diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban.

"Ada penghargaan kepada justice collaborator seperti yang sudah diatur dalam UU Perlindungan Saksi dan Korban, oleh karenanya selain dari saksi kami memiliki harapan pengungkapan kasus ini dari peran justice collaborator," ujar Edwin.

Baca Juga

Begini Kondisi Korban Penembakan KKB di Intan Jaya

Edwin memastikan tim LPSK akan segera turun untuk menindaklanjuti permohonan perlindungan tersebut. Pihaknya juga akan bekerja sama dengan segala pihak yang terkait.

Selain agar dapat dipetakan saksi yang potensial membantu mengungkap kasus penembakan ini, juga agar terwujud layanan perlindungan yang tepat untuk para saksi.

"Sekali lagi, peran semua pihak penting untuk mewujudkan perdamaian di Bumi Papua," ucap Edwin. (Pon)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PSI Puji Anies Bekali 5.000 ASN Tes Corona Saat Jaga Pasar
Indonesia
PSI Puji Anies Bekali 5.000 ASN Tes Corona Saat Jaga Pasar

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, William Aditya Sarana mengatakan tes swab harus terus digalakkan bukan hanya untuk petugas ASN tapi juga pedagang dan pekerja pasar

Risma 'Bantu' Kemenangan Eri-Armuji
Indonesia
Risma 'Bantu' Kemenangan Eri-Armuji

Salah satu faktor dominan kemenangan Er-Ji, Faktor keunggulan Eri Cahyadi-Armuji, lanjut Imam, disebabkan kuatnya Risma Effect

5000 Alat Deteksi COVID-19 GeNose Bakal Didistribusikan Februari 2021
Indonesia
5000 Alat Deteksi COVID-19 GeNose Bakal Didistribusikan Februari 2021

Satu unit Genose C19 dijual Rp62 juta dan dapat digunakan mendeteksi Covid-19 melalui embusan napas dengan sangat cepat sekitar 2 menit tanpa memerlukan reagen.

Edhy Prabowo Klaim Villa yang Disita KPK Bukan Miliknya
Indonesia
Edhy Prabowo Klaim Villa yang Disita KPK Bukan Miliknya

Bangunan beserta tanah itu diduga berkaitan dengan kasus dugaan suap perizinan ekspor benih lobster

Mungkinkah Gibran Punya Lawan di Pilwakot Solo?
Indonesia
Mungkinkah Gibran Punya Lawan di Pilwakot Solo?

Di luar eksistensi perpol pendukung Gibran-Teguh makin gemuk dan sulit untuk mencari lawan, justru muncul gebrakan dengan munculnya pasangan bakal cawali dan cawawali dari jalur independen, Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) yang selangkah lagi lolos verifikasi faktual.

Romo Benny Tegaskan Agama Harus Jadi Inspirasi Batin
Indonesia
Romo Benny Tegaskan Agama Harus Jadi Inspirasi Batin

Benny menekanan bahwa agama hadir membawa rahmat perdamaian keadilan

Update COVID-19 Jumat (19/6): 43.803 Positif, 17.349 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Jumat (19/6): 43.803 Positif, 17.349 Sembuh

Jumlah orang dalam pemantauan mencapai 46.464

Update Corona DKI Kamis (28/5): Positif 6.929, Sembuh 1.719 Orang
Indonesia
Update Corona DKI Kamis (28/5): Positif 6.929, Sembuh 1.719 Orang

2.055 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit

[HOAKS atau FAKTA]: Luhut Perintahkan TNI-Polri Tangkap Pemda Tutup Bandara
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Luhut Perintahkan TNI-Polri Tangkap Pemda Tutup Bandara

Lalu, apa benar Luhut memerintahkan aparat tangkap pemda yang tutup bandara selama corona?

Putusan Etik Firli Bahuri Tetap Digelar Meski Satu Anggota Dewas KPK Positif COVID-19
Indonesia
Putusan Etik Firli Bahuri Tetap Digelar Meski Satu Anggota Dewas KPK Positif COVID-19

Firli diduga melanggar kode etik karena menggunakan helikopter milik perusahaan swasta saat perjalann pribadinya ke Baturaja, Sumatera Selatan.