LPSK Siap Lindungi Saksi dan Korban Bentrok Polisi-FPI Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi Pasaribu. Foto: ANTARA News/Pamela Sakina

MerahPutih.com - Awal pekan ini, publik disuguhi kabar bentrok antara pihak kepolisian dengan anggota Front Pembela Islam (FPI).

Dari kejadian Senin (7/12) dini hari ini, Polda Metro Jaya kemudian merilis anggota mereka terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga menyebabkan enam anggota FPI meregang nyawa terkena tembakan.

Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi Pasaribu mengatakan, proses hukum yang profesional dan akuntabel, hendaknya dikedepankan dalam menyelesaikan kasus ini.

Baca Juga:

FPI: Karena Aparat yang Melakukan, Ini Pelanggaran HAM Berat

“Agar tidak menjadi opini publik yang sulit dikontrol, penegakan hukum atas peristiwa ini penting disegerakan,” tegas Edwin, Senin (7/12).

Untuk membantu pengungkapan kasus ini, Edwin mengatakan, LPSK siap memberikan perlindungan kepada korban dan saksi yang mengetahui peristiwa yang dilaporkan terjadi di sekitar pintu Tol Karawang Timur itu.

“Korban maupun saksi yang memiliki keterangan penting dan khawatir adanya ancaman, LPSK siap beri perlindungan,” imbuh Edwin.

Konferensi pers terkait penyerangan polisi oleh pengawal Rizieq Shihab di Polda Metro Jaya, (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Konferensi pers terkait penyerangan polisi oleh pengawal Rizieq Shihab di Polda Metro Jaya, (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Menurut Edwin, dari informasi awal, bentrok bersenjata itu terjadi di ruang publik. Sangat dimungkinkan ada saksi yang mengetahui peristiwa dini hari itu, termasuk dari anggota FPI sendiri, yang mengaku menjadi korban pada kasus ini.

“Faktor keamanan dan bebas dari ancaman, menjadi hal penting bagi mereka untuk berikan keterangan,” katanya.

Dari pihak FPI sendiri, seperti dilansir sejumlah media, membantah apa yang disampaikan keterangan dari Polda Metro Jaya. Bahkan bertolak belakang, FPI menyebut pihaknya yang menjadi korban serangan kelompok tertentu. (Pon)

Baca Juga:

Polisi Berani Buktikan Baku Tembak dengan Pengawal FPI Bukan Rekayasa

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Temukan Tisu Magic di Lokasi Penggerebekan Pesta Gay
Indonesia
Polisi Temukan Tisu Magic di Lokasi Penggerebekan Pesta Gay

Benda yang banyak dijual bebas ini sebetulnya adalah tisu antiseptik, namun kadang disalahgunakan untuk berbagai macam hal.

 Larangan Mudik Kurang Ampuh, Ratusan Kendaraan Masih Berupaya Keluar dari Jabodetabek
Indonesia
Larangan Mudik Kurang Ampuh, Ratusan Kendaraan Masih Berupaya Keluar dari Jabodetabek

"Itu termasuk kendaraan mobil pribadi, kendaraan umum dan sepeda motor yang diputarbalikkan di jalan arteri," kata Sambodo saat dikonfirmasi, Rabu (13/5).

1.371 Kerumunan Massa Dibubarkan TNI-Polri Sejak Kapolri Keluarkan Maklumat
Indonesia
1.371 Kerumunan Massa Dibubarkan TNI-Polri Sejak Kapolri Keluarkan Maklumat

Polisi juga menindak sebanyak 46 kasus dugaan penyebaran berita bohong

Penanganan COVID-19 Terhambat Ego Sektoral dan Regulasi
Indonesia
Penanganan COVID-19 Terhambat Ego Sektoral dan Regulasi

Wapres juga menyoroti persoalan data yang harus dibenahi bersama di birokrasi. Sampai saat ini, pengelolaan data di instansi pemerintahan belum optimal.

17 Warga Solo Diisolasi Seusai Kontak dengan Nakes Positif, Warga Gotong Royong Suplai Makanan
Indonesia
17 Warga Solo Diisolasi Seusai Kontak dengan Nakes Positif, Warga Gotong Royong Suplai Makanan

Selama menjalani karantina mandiri, semua kebutuhan logistik disiapkan warga atau jogo tonggo di Kelurahan Gandekan secara gotong royong.

KPU Solo Ajukan Pelantikan Gibran-Teguh ke DPRD
Indonesia
KPU Solo Ajukan Pelantikan Gibran-Teguh ke DPRD

KPU Solo hanya punya waktu sehari untuk mengajukan usulan pelantikan Gibran-Teguh ke DPRD Solo.

BMKG Pasang Informasi Diseminasi Antisipasi Gempa Susulan di Sulawesi Barat
Indonesia
BMKG Pasang Informasi Diseminasi Antisipasi Gempa Susulan di Sulawesi Barat

BMKG mencatat hingga Senin (18/1), Sulawesi Barat telah diguncang gempa bumi sebanyak 31 kali.

Polisi Cokok 51 Penyebar Hoaks COVID-19, Pelaku Akui Cuma Iseng dan Bercanda
Indonesia
Polisi Cokok 51 Penyebar Hoaks COVID-19, Pelaku Akui Cuma Iseng dan Bercanda

Menurutnya, puluhan kasus hoaks tersebut diungkap oleh jajaran Mabes Polri dan Polda yang ada di semua wilayah Indonesia.

75 Juta Jiwa Perlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kemensos Luncurkan Program Atensi
Indonesia
75 Juta Jiwa Perlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kemensos Luncurkan Program Atensi

Program ATENSI ini akan diimplementasi oleh 41 unit pelaksana teknis (UPT) Kemensos yaitu balai besar/balai/loka rehabilitasi sosial di seluruh Indonesia.

MA Diminta Konsisten Memutus Kasus Korupsi
Indonesia
MA Diminta Konsisten Memutus Kasus Korupsi

Peraturan itu ditetapkan dengan pertimbangan penjatuhan pidana harus memberikan kepastian dan proporsionalitas pemidanaan