LPSK Siap Lindungi ABK WNI di Kapal Tiongkok yang Jadi Korban TPPO Jenazah ABK WNI di kapal berbendera Tiongkok (Tangkapan layar youtube MBCnews)

MerahPutih.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi perbudakan modern yang dialami sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia di kapal penangkap ikan berbendera Tiongkok, Long Xing. Selain itu, LPSK menyatakan siap melindungi sejumlah ABK tersebut.

LPSK akan melakukan tindakan proaktif dalam kasus ini dan siap bekerja sama serta berkolaborasi dengan pihak Kementerian Luar Negeri dan Kepolisian, untuk memberikan perlindungan kepada ABK WNI yang telah mengalami peristiwa nahas ini, mulai dari proses pemulangannya ke tanah air hingga pendampingan proses hukumnya nanti.

Baca Juga:

Pemerintah Diminta Investigasi Meninggalnya ABK WNI di Kapal Tiongkok

“Sebagai langkah awal, LPSK akan turut serta menjemput sejumlah ABK yang pulang ke Indonesia, besok, Jum’at, (hari ini) ke bandara” kata Ketua LPSK Hasto Atmojo dalam keterangan tertulis yang diterima MerahPutih.com, Kamis (7/4).

LPSK sudah beberapa kali menerima permohonan perlindungan untuk korban TPPO yang peristiwanya mirip dengan kasus yang dialami oleh 18 ABK kapal Tiongkok. Salah satunya adalah kasus perbudakan di Benjina, Maluku, pada medio 2015 lalu yang juga ditangani oleh LPSK. Kasus ini sempat menyita perhatian publik, bahkan hingga di luar negeri.

Tragedi yang dialami oleh 18 ABK di kapal Tiongkok seperti yang banyak diberitakan media itu jelas menunjukan adanya indikasi Tindak Pidana Perdagangan Orang. Untuk itu, Hasto berharap agar pihak kepolisian untuk menulusuri pihak atau perusahaan yang melakukan perekrutan dan menyalurkan para ABK ke kapal Tiongkok tersebut, serta mengambil tindakan tegas bila terbukti adanya pelanggaran pidana.

Jenazah ABK WNI di kapal berbendera Tiongkok dilarungkan ke laut (Tangkapan layar youtube MBCnews)

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu menyatakan, kasus TPPO yang menyasar ABK bukan kali pertama terjadi. Selain kasus di Benjina, LPSK pernah beberapa kasus TPPO yang peristiwanya mirip dengan apa yang terjadi dengan ABK di kapal Long Xing, diantaranya kasus di Jepang, Somalia, Korea Selatan dan Belanda.

Menurut catatan akhir tahun LPSK 2019, permohonan perlindungan untuk kasus TPPO menempati posisi empat besar setelah kasus kekerasan seksual anak, terorisme dan pelanggaran HAM berat.

“Pada tahun 2018, permohonan perlindungan untuk kasus TPPO berjumlah 109, sedangkan di tahun 2019 naik menjadi 162 permohonan. Sedangkan ihwal jumlah terlindung, pada 2018 terdapat 186 terlindung kasus TPPO dan naik menjadi 318 terlindung di tahun 2019” tegas Edwin.

Baca Juga:

Pemerintah Keluarkan Sikap Atas Kasus Pelarungan WNI Meninggal di Kapal Tiongkok

Dari pengalaman LPSK melakukan investigasi kasus TPPO khususnya pada sektor kelautan dan perikanan ditemukan fakta banyaknya perlakukan tidak manusiawi yang dialami oleh para korban. Biasanya korban mengalami penipuan dalam proses rekrutmen, pemalsuan identitas, jam kerja yang melebihi aturan, tindakan kekerasan dan penganiayaan, penyekapan, gaji yang tidak layak, hingga ancaman pembunuhan.

“Kami pernah mendengarkan pengakuan korban yang tidak mendapatkan air minum yang layak, mereka terpaksa minum air laut yang disaring, bahkan ada yang meminum air AC” pungkas Edwin. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus Positif Corona di DKI Melonjak, Ini Penyebabnya
Indonesia
Kasus Positif Corona di DKI Melonjak, Ini Penyebabnya

"Dari hasil ini kita dapatkan jumlah konfirmasi positif sebanyak 1.043," kata Yurianto

Kasus COVID-19 DKI Kamis (21/5): 6.220 Positif, 1.536 Orang Sembuh
Indonesia
Jokowi Apresiasi Para Tenaga Medis yang Bekerja Penuh Dedikasi
Indonesia
Jokowi Apresiasi Para Tenaga Medis yang Bekerja Penuh Dedikasi

Ia mengingatkan seluruh masyarakat agar disiplin

118 Rumah Makan Ditutup Karena Langgar PSBB DKI, Denda Capai Rp313 Juta
Indonesia
118 Rumah Makan Ditutup Karena Langgar PSBB DKI, Denda Capai Rp313 Juta

Tim gabungan juga menutup 118 rumah makan yang mengabaikan protokol kesehatan. Mereka yang ditutup karena membolehkan pelanggan makan di tempat.

Pandemi Corona, Gereja Minta Umat Pakai Masker dan Menyanyi Dalam Hati
Indonesia
Pandemi Corona, Gereja Minta Umat Pakai Masker dan Menyanyi Dalam Hati

Ada song leader yang menyanyi dengan face shield

Begini Aturan Penampilan Lucinta Luna di Dalam Tahanan
Indonesia
Begini Aturan Penampilan Lucinta Luna di Dalam Tahanan

Penampilan artis Lucinta Luna berbeda sejak semalam sudah mulai ditahan di ruang khusus sel perempuan.

Indonesia-Australia Saling Tukar Informasi Pajak
Indonesia
Indonesia-Australia Saling Tukar Informasi Pajak

DJP akan menerima informasi terkait penghasilan yang diperoleh oleh wajib pajak Indonesia yang bersumber dari subjek pajak Australia.

 Fraksi PAN Interupsi Desak Wagub Secepatnya, PKS: Kata Ketua Januari Ada
Indonesia
Fraksi PAN Interupsi Desak Wagub Secepatnya, PKS: Kata Ketua Januari Ada

"Kosongnya Wagub 1 tahun 4 bulan lebih kurang, sebaiknya dari partai saudara kami dari partai PKS dan partai Gerindra, untuk mengusulkan secepatnya (nama Wagub) biar penyerapanya nanti maksimal," pinta dia.

Bamsoet Minta Sri Mulyani Jelaskan Pengelolaan dan Pemanfaatan Utang Luar Negeri
Indonesia
Bamsoet Minta Sri Mulyani Jelaskan Pengelolaan dan Pemanfaatan Utang Luar Negeri

Bamsoet berharap dan terus mengingatkan Menteri Keuangan agar tetap berhati-hati

Sultan HB X Minta Jangan Ada Diskriminasi Agama di Barak Pengungsian
Indonesia
Sultan HB X Minta Jangan Ada Diskriminasi Agama di Barak Pengungsian

Sri Sultan Hamengkubuwono X melakukan peninjauan ke barak pengungsian Merapi Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Selasa (10/11).