LPSK Pastikan Lindungi Saksi dan Jurnalis Tempo Ilustrasi stop kekerasan terhadap jurnalis. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Jurnalis Tempo, Nurhadi, selaku korban penganiyaan di Surabaya dipastikan mendapat perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Langkah tersebut dititik beratkan pada tiga alasan, yakni kasus ini menarik perhatian publik, terkait profesi korban sebagai jurnalis, dan dugaan keterlibatan oknum aparat pada kasus penganiayaan tersebut.

Baca Juga

LPSK Turun Tangan Lindungi Jurnalis Tempo yang Dianiaya Oknum Aparat

"Ya memang ada potensi ancaman pada saksi dan korban. Selain korban, LPSK juga akan melindung terhadap saksi,” kata Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu dalam keterangan tertulisnya, Rabu, (7/4).

Keputusan tersebut ditetapkan melalui Sidang Mahkamah Pimpinan LPSK, Senin (05/04/2021). Perlindungan terhadap korban dan saksi ini diharapkan pihak Polda Jawa Timur bisa bekerja optimal guna mengusut tuntas kasus ini.

Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu saat ditemui MerahPutih.com.di kantor KontraS Surabaya. Foto: MP/Andika Eldon
Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu saat ditemui MerahPutih.com.di kantor KontraS Surabaya. Foto: MP/Andika Eldon

Polda Jatim juga diharapkan lebih memprioritaskan hak-hak korban. Di antaranya hak saksi dan korban, tak bisa dituntut secara hukum, baik pidana atau perdata atas kesaksian dan atau laporan yang akan, sedang, atau bahkan telah diberikannya.

“Kami mengimbau kepada saksi dan pihak-pihak terkait lain agar terus konsisten, khususnya mengawal penegakan hukum pada kasus kekerasan yang dialami jurnalis Tempo, Nurhadi ini,” pungkas Edwin.

Wartawan Tempo, Nurhadi, menjadi korban kekerasan oknum aparat saat menjalankan tugas jurnalistiknya di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (27/3).

Saat itu, Nurhadi mendapatkan tugas dari kantornya untuk mengonfirmasi kasus suap pajak Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Kemenkeu, Angin Prayitno Aji yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Andika Eldon/Surabaya)

Baca Juga

Jurnalis Tangerang Minta Jenderal Listyo Sigit Tangkap Penganiaya Jurnalis Tempo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Imbas Larangan Mudik, Pengusaha Bus Harus Kembalikan Uang Penumpang
Indonesia
Imbas Larangan Mudik, Pengusaha Bus Harus Kembalikan Uang Penumpang

Organda siap mengikuti peraturan Pemerintah terkait larangan mudik ini demi mengurangi penularan COVID-19.

Enggan Mengungsi, Warga Sekitar Gunung Merapi Diminta Buat Surat Pernyataan
Indonesia
Enggan Mengungsi, Warga Sekitar Gunung Merapi Diminta Buat Surat Pernyataan

BPPTKG Yogyakarta menyatakan Gunung Merapi telah memasuki tahap erupsi.

Dipanggil KPK, Anies: Insya Allah Saya Hadir
Indonesia
Dipanggil KPK, Anies: Insya Allah Saya Hadir

"Tapi Insya Allah saya akan hadir sesuai dengan undangan yang diberikan oleh KPK besok," ucap Anies

Kejagung Siap Gelar Perkara Kasus Dugaan Korupsi PT Asabri
Indonesia
Kejagung Siap Gelar Perkara Kasus Dugaan Korupsi PT Asabri

Febrie pun tidak menyebut identitas para calon tersangka

Lima Jubir Bakal Saling Melengkapi Komunikasi dan Sosialisasi Vaksin COVID-19
Indonesia
Lima Jubir Bakal Saling Melengkapi Komunikasi dan Sosialisasi Vaksin COVID-19

Mereka berperan membangun pemahaman yang tepat terkait kebijakan serta membangun partisipasi publik untuk mensukseskan program vaksinasi

NasDem Ngotot Ingin Pilkada di 2022 dan 2023
Indonesia
NasDem Ngotot Ingin Pilkada di 2022 dan 2023

Dalam Undang Undang Nomor 10/2016 tentang Pilkada, pilkada tahun 2022 dan 2023 dilakukan serentak pada 2024 bersamaan dengan Pemilu dan Pilpres.

Aturan Baru PPKM Level 4 Jawa-Bali, WFO Maksimal 25 Persen
Indonesia
Aturan Baru PPKM Level 4 Jawa-Bali, WFO Maksimal 25 Persen

Untuk sektor esensial diberlakukan kerja dari kantor atau work from office (WFO) dengan maksimal 25 persen dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

PPKM Darurat, Oh PPKM Darurat...
Indonesia
PPKM Darurat, Oh PPKM Darurat...

Yang dikhawatirkan banyak pihak seolah benar. Banyak masyarakat di Ibu Kota yang masih memaksa diri untuk berangkat ke kantor.

Prajurit TNI Tewas Ditembak KKB di Intan Jaya Setelah Salat Subuh
Indonesia
Prajurit TNI Tewas Ditembak KKB di Intan Jaya Setelah Salat Subuh

Aksi teror kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua kembali terjadi pada Jumat (22/1), menewaskan dua prajurit TNI.

Jokowi Perintahkan Daerah Segera Cairkan Bantuan Sosial
Indonesia
Jokowi Perintahkan Daerah Segera Cairkan Bantuan Sosial

Presiden juga meminta agar para kepala daerah rajin turun ke lapangan untuk mengontrol langsung kondisi di lapangan.