LPSK Minta Para Saksi Lapor Soal Pembakaran Halte TransJakarta Halte Busway. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) siap memberikan perlindungan bagi para saksi yang melihat dan mengetahui pelaku dugaan pembakaran halte TransJakarta di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat.

LPSK mendorong para saksi untuk tidak takut melapor dan memberikan keterangan demi terungkapnya motif, alat bukti, dan pelaku dalam peristiwa yang terjadi di tengah unjuk rasa penolakan Undang-Undang Cipta Kerja pada Kamis, (8/10) lalu.

"Proses hukum terhadap pelaku harus ditegakkan sesuai dengan aturan yang berlaku," ujar Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi dalam keterangannya, Sabtu (7/11).

Baca Juga:

Sejumlah Halte Busway Dirusak Sebabkan Kerugian Puluhan Miliar

LPSK juga mendukung kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut dan siap berkoordinasi perihal perlindungan para saksi yang ingin memberikan informasi agar dapat mendapat jaminan perlindungan.

Edwin menegaskan, LPSK membuka diri apabila ada saksi dugaan kasus pembakaran halte TransJakarta yang ingin mengajukan permohonan perlindungan. Menurutnya, perlindungan kepada para saksi penting dilakukan agar mereka bisa merasa lebih tenang dalam memberikan keterangan.

"Posisi LPSK pada kasus ini, kami berharap saksi bisa dengan aman memberikan keterangan tanpa rasa cemas dan ancaman," kata Edwin.

Edwin berharap aksi destruktif seperti ini tidak terulang kembali di masa yang akan datang. Menurutnya, peristiwa tersebut justru akan merugikan masyarakat umum yang hendak beraktifitas menggunakan fasilitas publik. (Pon)

Baca Juga:

Transjakarta Perketat Pengamanan di Halte

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PT Angkasa Pura II Sediakan Layanan PCR Test dan Rapid Test Antigen
Indonesia
PT Angkasa Pura II Sediakan Layanan PCR Test dan Rapid Test Antigen

Hasil PCR test dapat diketahui dalam waktu 15 menit dengan biaya Rp1,385 juta, dan dalam 24 jam dengan biaya Rp885 ribu.

Rizieq Shihab Tak Larang Pendukung Geruduk Sidang di PN Jaktim
Indonesia
Rizieq Shihab Tak Larang Pendukung Geruduk Sidang di PN Jaktim

Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur (Jaktim) akan kembali menggelar sidang terdakwa Rizieq Shihab atas perkara kasus karantina kesehatan.

Misteri Ratusan Kepala Sapi Terpenggal di Jalur 40 Kupang Terjawab
Indonesia
Misteri Ratusan Kepala Sapi Terpenggal di Jalur 40 Kupang Terjawab

Temuan ratusan kepala sapi terpenggal itu viral di Facebook.

Update COVID-19 DKI Minggu (14/6): 8.863 Positif, 4.091 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 DKI Minggu (14/6): 8.863 Positif, 4.091 Sembuh

Kemudian sampai dengan hari ini ada 1.368 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 2.833 orang melakukan isolasi mandiri di rumah

Ketua DPRD DKI Dukung Ali Maulana Jadi Cawalkot Jakarta Utara
Indonesia
Ketua DPRD DKI Dukung Ali Maulana Jadi Cawalkot Jakarta Utara

"Saya liat Ali Maulana setelah difit and proper itu dia bisa menjawab semua," ujar Prasetyo

PPKM di DKI, Lalu Lintas Kendaraan Bermotor Turun 4 Persen
Indonesia
PPKM di DKI, Lalu Lintas Kendaraan Bermotor Turun 4 Persen

Dishub DKI Jakarta mencatat ada penurunan volume lalu lintas dalam Penerapan Pelaksaanaan Kegiatan Masyarakat selama 6 hari.

Pam Swakarsa Dinilai Hadirkan Rasa Takut Ketimbang Rasa Aman di Masyarakat
Indonesia
Pam Swakarsa Dinilai Hadirkan Rasa Takut Ketimbang Rasa Aman di Masyarakat

Sebaiknya calon Kapolri Komjen Listyo fokus mengembangkan sistem keamanan lingkungan berbasis komunitas mulai dari tingkat rukun tetangga (RT).

Kasus Bansos, Ketua Komisi VIII Yandri Susanto Penuhi Panggilan KPK
Indonesia
Kasus Bansos, Ketua Komisi VIII Yandri Susanto Penuhi Panggilan KPK

Yandri Susanto datang bertepatan dengan kehadiran bekas Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara.

20 Koruptor Dapat Potongan Hukuman dari MA
Indonesia
20 Koruptor Dapat Potongan Hukuman dari MA

Catatan ICW, sepanjang 2019 rata-rata vonis untuk terdakwa kasus korupsi hanya dua tahun tujuh bulan.

Penjelasan Polisi Soal Viral Tulisan Arab Melintang di Tengah Jalan Raya Bekasi
Indonesia
Penjelasan Polisi Soal Viral Tulisan Arab Melintang di Tengah Jalan Raya Bekasi

Tulisan ini pertama kali ditemukan warga setempat pada Selasa (17/11).