Ini Versi LPDP Tagih Beasiswa Pada Veronica Koman Ilustrasi mahasiswa Indoonesia di luar negeri. (Foto: LPDP)/

MerahPutih.com - Penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) diminta tidak memiliki kaitan dengan politik dan harus kembali ke Indonesia. Alasannya, ada sanksi jika melanggar komitmen sesuai perjanjian yang disepakati. Hal ini termasuk dalam kasus Veronica Koman Liau (VKL).

Dalam keterangannya, Kementerian Keuangan menegaskan, setiap penerima beasiswa LPDP yang telah menyelesaikan studi diwajibkan untuk kembali serta berkontribusi di Indonesia sesuai perjanjian. Apabila alumni tidak kembali ke Indonesia, terdapat kewajiban pengembalian dana beasiswa. Surat pernyataan bersedia kembali ke Indonesia diberikan penerima beasiswa saat mendaftar.

Jika ada penerima beasiswa LPDP yang tidak memenuhi kontrak dan kewajiban kembali ke Indonesia, LPDP melakukan serangkaian proses surat peringatan, pengenaan sanksi pengembalian dana studi dan penagihan kepada seluruh alumni, termasuk atas nama Veronica Koman Liau (VKL), yang dinilai LPDP tidak kembali ke Indonesia.

Baca Juga:

PSI Minta Pemprov DKI Evaluasi Ganjil Genap

Terkait VKL, LPDP menegaskan, berdasarkan informasi dan sistem LPDP bahwa VKL sempat kembali ke Indonesia pada tahun 2018 untuk mendampingi aksi para mahasiswa Papua di Surabaya, namun kemudian kembali lagi ke Australia. Tetapi, kembalinya VKL ke Indonesia pada 2018, ketika VKL belum lulus dari studinya sehingga kepulangan VKL bukan dalam sebagai alumni, namun masih berstatus penerima beasiswa.

LPDP menegaskan, Kondisi itu tidak dapat dianggap kembali ke Indonesia dalam konteks pemenuhan kewajiban sebagai alumni. Sedangkan VKL lulus pada Juli 2019 dan baru melaporkan kelulusan pada aplikasi sistem monitoring dan evaluasi LPDP pada 23 September 2019 namun belum disampaikan secara lengkap.

Setelah menjadi alumni, VKL tidak memenuhi kewajibannya kembali dan berkarya diIndonesia sehingga LPDP memberikan peringatan sampai dengan penagihan. Sehingga, VKL diminta mengembalikan dana beasiswa sebesar Rp773.876.918 melalui surat penagihan pertama pada 22 November 2019.

Ilustrasi mahasiswa
Ilustrasi Mahasiswa. (Foto: Antara)

Pada 15 Februari 2020, lanjut LPDP, VKL mengajukan metode cicilan 12 kali dengan cicilan pertama dibayar ke kas negara pada April 2020 sebesar Rp64,5 juta. Lalu, cicilan selanjutnya belum dibayarkan hingga diterbitkannya surat penagihan terakhir 15 Juli 2020.

Maka, jika belum dipenuhi VKL hingga batas waktu tertulis, maka penagihan selanjutnya diserahkan ke Panitia Urusan Piutang Negara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan.

LPDP menyebutkan hingga Agustus 2020 terdapat 24.926 penerima beasiswa dan 11.519 di antaranya telah menjadi alumni. Dari data tersebut, teridentifikasi sejumlah 115 kasus alumni yang tidak kembali ke Indonesia dengan rincian sebanyak 60 kasus alumni telah diberi peringatan dan telah kembali serta melakukan pengabdian. Sebanyak 51 kasus dalam proses pengenaan sanksi, sementara empat kasus masuk dalam tahapan penagihan termasuk VKL.

Baca Juga:

Kasus COVID-19 Melonjak, Wakapolri Tambah Personel Awasi Protokol Kesehatan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tersangka Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Ditangkap
Indonesia
Tersangka Pelecehan Seksual di Bandara Soetta Ditangkap

Polisi menangkap EF, tersangka pelecehan seksual terhadap korban LHI, di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang.

Anies Liburkan Sekolah 2 Pekan, Ujian Nasional di Jakarta Ditunda
Indonesia
Anies Liburkan Sekolah 2 Pekan, Ujian Nasional di Jakarta Ditunda

Social distancing measure harus diterapkan

Eks Anggota DPRD Sumut yang Dijebloskan ke Penjara Bertambah
Indonesia
Eks Anggota DPRD Sumut yang Dijebloskan ke Penjara Bertambah

Tersangka Nurhasanah, akan ditahan selama 20 hari pertama terhitung mulai 14 Oktober 2020

Nekat Pulang Kampung, Pemkot Solo Siapkan 5 Bus Antar Pemudik ke Tempat Karantina
Indonesia
Nekat Pulang Kampung, Pemkot Solo Siapkan 5 Bus Antar Pemudik ke Tempat Karantina

"Pemudik nanti kita karantina selama 14 hari," kata Rudy

 Pekan Depan DPRD Bentuk Panlih Wagub DKI Jakarta
Indonesia
Pekan Depan DPRD Bentuk Panlih Wagub DKI Jakarta

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta ini memperkirakan pembentukan Panlih akan rampung pada Selasa (25/2) minggu depan.

Terungkap! Segini Harta Anggota DPR Termuda Anak Kapolda Metro Jaya
Indonesia
Terungkap! Segini Harta Anggota DPR Termuda Anak Kapolda Metro Jaya

Harta Farah Puteri terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak

Renovasi Gedung Kejagung Butuh Rp161 Miliar
Indonesia
Renovasi Gedung Kejagung Butuh Rp161 Miliar

“Itu estimasi yang bisa memberi gambaran berapa kebutuhan anggaran pembangunan kembali," ucap Isa.

Pelajar Rusuh Tak Paham Arti Omnibus Law, Kartu KJP Bakal Dicabut
Indonesia
Pelajar Rusuh Tak Paham Arti Omnibus Law, Kartu KJP Bakal Dicabut

80 persen orang yang diamankan polisi masih berstatus pelajar

Siti Zuhro: Revisi UU Pemilu Harus Bisa Hadirkan Banyaknya Paslon Capres dan Cawapres
Indonesia
Siti Zuhro: Revisi UU Pemilu Harus Bisa Hadirkan Banyaknya Paslon Capres dan Cawapres

Siti berharap revisi UU Pemilu bisa membuka ruang demokrasi bagi lebih banyak pasangan calon

Pansus: Anies Tak Ada Keinginan Politik Atasi Masalah Banjir
Indonesia
Pansus: Anies Tak Ada Keinginan Politik Atasi Masalah Banjir

Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta menggelar rapat dengan mengundang tiga ahli terkait penanganan banjir di Jakarta.