Lonjakan Kasus COVID-19 di India Jadi Pelajaran Berharga Bagi Warga Indonesia Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam acara virtual temu media bertema "Perkembangan Perekonomian Terkini dan Kebijakan PC-PEN" di Jakarta, Jumat (23/4). Foto: ANTARA/Andi Firdaus

MerahPutih.com - Lonjakan kasus COVID-19 di India bisa jadi pelajaran berharga bagi warga Indonesia. Sebab, fakta itu terjadi setelah mereka melakukan kegiatan keagamaan di mana mayoritas penduduk di tanah air akan menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, penyebab kasus COVID-19 di India meningkat tajam karena ada mutasi baru dan longgarnya protokol kesehatan.

Baca Juga

Pemerintah Tutup Penerbangan dari India, Kecuali Kiriman Logistik

"Karena terjadi penurunan drastis sejak di September banyak pelonggaran-pelonggaran dilakukan terlalu cepat, protokol kesehatan yang dilonggarkan terlalu cepat," ujar Budi saat konferensi pers Media Gathering Perkembangan Perekonomian Terkini dan Kebijakan PC-PEN, yang disiarkan di YouTube Perekonomian RI, Jumat (23/4).

Budi mengatakan saat COVID-19 di India menurun, festival keagamaan besar diizinkan hingga terciptanya kerumunan. Menurut Budi, itu salah satu alasan penyebab COVID di India meningkat tajam.

"Festival keagaamaan yang besar-besar itu diizinkan, sehingga akibatnya penularan terjadi kembali dengan mutasi baru dan naik sangat tinggi," jelasnya.

Dia mengingatkan masyarakat agar tetap taat pada protokol kesehatan COVID meski nantinya kasus COVID di Indonesia menurun.

“Nah belajar dari pengalaman dari India, di mana kita harus selalu ingat dan waspada kita masih hati-hati melihat bahwa tren ini seperti apa,” sambung Budi.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin dalam perayaan ulang tahun kelima Halodoc secara virtual pada Rabu (21/4/2021) (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)
Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin dalam perayaan ulang tahun kelima Halodoc secara virtual pada Rabu (21/4/2021) (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Budi mengatakan sejak liburan Paskah dua minggu yang lalu, kasus COVID-19 di Indonesia mulai terjadi kenaikan.

“Dan rumusnya sama terapkan saja protokol PPKM Mikro yang sudah terbukti bagus. Tidak usah terburu-buru kemudian melonggarkan dari standar PPKM Mikro yang sebelumnya ya,” imbuh Budi.

Budi pun menambahkan bahwa pada saat PPKM Mikro mobilitas mulai menurun.

“Gimana mobilitas di jalanannya kalau kemudian berbeda, nah kita tahu bahwa itu sudah berlebih dari PPK dipergunakan saja protokol PPKM Mikro yang sudah terbukti bisa menurunkan laju kasusnya kita ya,” tutupnya.

Sekedar informasi, sebanyak 127 warga negara asing (WNA) asal India masuk ke Indonesia menggunakan pesawat carter. Mereka melengkapi diri dengan Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) saat kasus COVID-19 di India semakin mengganas.

"Betul, mereka melalui Bandara Soekarno-Hatta naik pesawat carter dari India pada tanggal 21 April 2021 pukul 19.30 dengan pesawat carter QZ9BB ex MMA," kata Kepala Sub Direktorat Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Benget Saragih.

Menurut Benget, ratusan WN India itu diperbolehkan masuk ke wilayah Indonesia karena mereka dilengkapi dengan Kitas yang diberikan otoritas terkait kepada WNA yang akan tinggal di Indonesia untuk beberapa bulan.

"Jumlah WNA India 127 orang. Ya boleh masuk karena ada Kitas," katanya.

Namun Kemenkes telah melakukan langkah antisipasi dengan mewajibkan mereka menjalani karantina selama 5x24 jam. Petugas kesehatan juga melakukan pemeriksaan swab sebanyak dua kali pada saat mereka tiba di hotel dan saat hari kelima proses karantina.

Di hotel tidak diperkenankan keluar dari kamar dan jika ada hasil pemeriksaan swab positif, maka akan dilakukan isolasi di faskes sampai sembuh.

"Untuk hasil PCR yang CT value-nya kurang dari 30 akan dilakukan surveilans genom squensing di Litbangkes untuk melihat varian baru," katanya. (Knu)

Baca Juga

Kabur ke Indonesia, Belasan WN India Positif COVID-19

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KRI Teluk Ende Dikerahkan Kirim Kebutuhan Pokok dan Relawan ke Sulbar
Indonesia
KRI Teluk Ende Dikerahkan Kirim Kebutuhan Pokok dan Relawan ke Sulbar

Awalnya Kapal Angkatan Laut (KAL) Mamuju II-6-64 akan digunakan untuk upacara tabur bunga

KPK Serahkan Kasus Bupati Nganjuk ke Bareskrim Polri
Indonesia
KPK Serahkan Kasus Bupati Nganjuk ke Bareskrim Polri

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mennyerahkan perkara dugaan suap jual beli jabatan yang menyeret Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat, ke Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri.

Elemen Buruh Bakal Geruduk DPR dan Kemenko Perekonomian
Indonesia
Elemen Buruh Bakal Geruduk DPR dan Kemenko Perekonomian

Aksi unjuk rasa itu berkaitan dengan penolakan rencana panitia kerja (panja) Badan Legislasi (Baleg) DPR yang akan menggelar pembahasan pembahasan omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja.

Aksi Risma Temui Pengemis dan Tuna Wisma di Ibu Kota
Indonesia
Aksi Risma Temui Pengemis dan Tuna Wisma di Ibu Kota

Kemensos menyediakan pendamping bagi pemulung dan pengemis agar mendapatkan keterampilan, seperti membuat kue dan memanfaatkan sampah menjadi kerajinan layak jual.

Pemkot Surabaya Wajibkan Pelajar Tes GeNose C-19 Sebelum Ikuti Belajar Tatap Muka
Indonesia
Pemkot Surabaya Wajibkan Pelajar Tes GeNose C-19 Sebelum Ikuti Belajar Tatap Muka

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mewajibkan pelajar test GeNose C-19 sebelum mengikuti belajar tatap muka jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) pada bulan Juli 2021 mendatang.

Rahayu Saraswati: Balas Hoaks dengan Visi Misi dan Program
Indonesia
Rahayu Saraswati: Balas Hoaks dengan Visi Misi dan Program

Rahayu Saraswati mengaku geregetan, gemas dan prihatin kalau ada anak-anak muda yang apatis terhadap politik, padahal mereka berperan penting terhadap daerahnya.

Anies Perpanjang PSBB Transisi Selama 2 Pekan
Indonesia
Anies Perpanjang PSBB Transisi Selama 2 Pekan

Pemprov DKI Jakarta telah melakukan 3 gelombang PSBB. Tahap I berlangsung dari 10 April hingga 21 April 2020. Tahap II dilakukan pada 22 April hingga 21 Mei 2020. Fase ke III berlangsung dari 22 Mei dan akan berakhir pada 4 Juni 2020 besok.

Pemerintah Diminta Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Oknum Aparat dalam Sengketa Tanah di Labuan Bajo
Indonesia
Pemerintah Diminta Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Oknum Aparat dalam Sengketa Tanah di Labuan Bajo

"Ini belum tuntas proses pemilikannya, namun dikemas seolah-olah Pemda Mabar pemegang Hak yang sah," jelas Petrus.

Selain Black Box, Tim SAR Berhasil Kumpulkan 24 Kantong Jenazah
Indonesia
Selain Black Box, Tim SAR Berhasil Kumpulkan 24 Kantong Jenazah

TNI AL berhasil menemukan black box atau kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ 128 di sekitar Pulau Laki-Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

Gempa Majene, Doni Monardo dan Risma Terbang ke Mamuju
Indonesia
Gempa Majene, Doni Monardo dan Risma Terbang ke Mamuju

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo bersama Menteri Sosial Tri Rismaharani atau Risma segera berangkat ke Mamuju, Sulawesi Barat.