Longsor di Gunung Slamet Dibantah Akibat Aktivitas Penambangan

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Longsor di Gunung Slamet Dibantah Akibat Aktivitas Penambangan

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memobilisasi jembatan darurat dan alat berat untuk mempercepat pemulihan akses terdampak banjir di Pemalang dan Purbalingga, Jawa Tengah. (ANTARA/HO - Kementerian PU)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sejumlah wilayah di lereng Gunung Slamet, khususnya di Kabupaten Pemalang dan Purbalingga, mengalami longsor.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memastikan bahwa bencana tanah longsor yang terjadi area gunung tersebut tidak disebabkan oleh aktivitas penambangan.

Kepala Dinas ESDM Jateng Agus Sugiharto menyampaikan, pihaknya secara rutin melakukan upaya mitigasi bencana melalui penyampaian informasi potensi gerakan tanah kepada seluruh bupati/wali kota setiap bulan.

Terutama, sejak memasuki musim penghujan. Informasi tersebut bersumber dari hasil overlay antara peta rawan longsor dengan data prakiraan cuaca dan curah hujan dari BMKG.

Baca juga:

48 Rumah Warga Korban Longsor Cisarua Bakal Direlokasi, Segera Dapat Huntara

"Setiap bulan kami merilis peta potensi gerakan tanah yang dilengkapi tabulasi curah hujan dan tingkat kerawanan, mulai dari rendah hingga tinggi. Ini kami sebarkan sebagai peringatan dini agar daerah bisa meningkatkan kewaspadaan," katanya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan penataan kegiatan penambangan serta memberikan surat peringatan kepada seluruh pelaku usaha tambang agar menjalankan aktivitas sesuai ketentuan administratif, teknis, "good mining practice", dan ketentuan lingkungan.

Sosialisasi kepada masyarakat di wilayah rawan bencana juga terus dilakukan agar warga segera mengamankan diri apabila terjadi hujan lebat atau intensitas tinggi dan durasi panjang.

Terkait penyebab longsor di lereng Gunung Slamet, ia menjelaskan bahwa longsoran terjadi pada lereng-lereng terjal di tubuh gunung akibat curah hujan ekstrem yang berlangsung selama beberapa hari.

Kondisi tersebut membuat tanah menjadi jenuh air, sehingga kekuatan dan kestabilan lereng menurun.

"Tanah yang gembur memiliki porositas tinggi. Ketika terisi air hingga mencapai titik jenuh, ditambah kemiringan lereng yang curam, maka kestabilannya terganggu dan terjadi longsor," katanya.

Faktor utama pemicu longsor, meliputi intensitas hujan tinggi, kondisi litologi atau jenis batuan yang mudah lapuk, serta kelerengan yang terjal.

Agus juga menegaskan, lokasi penambangan berada di kaki Gunung Slamet, dengan elevasi lebih rendah sekitar ratusan meter dari mahkota longsoran sehingga tidak berkaitan sebagai pemicu bencana.

"Tidak ada penambangan yang masuk ke tubuh Gunung Slamet. Lokasi tambang berada jauh dari titik longsor," katanya.

Kondisi tersebut klaim ia, berdasarkan hasil tinjauan lapangan dan kajian teknis yang dilakukan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng.

#Gunung Slamet #Longsor #Bencana Alam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Kementerian PU merampungkan tanggul darurat 200 meter di Padang setelah banjir bandang merendam 120 rumah. Simak rencana normalisasi sungai dan pembangunan check dam.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Dunia
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Air bah yang dahsyat menerjang lembah dan menyapu seluruh kompleks bangunan.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Indonesia
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Damkarmat serta Satgas SAR masih berada di lapangan untuk melakukan observasi, pendataan kerugian materiil, serta membantu proses evakuasi warga terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Indonesia
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Rumah sakit hingga sekolah terdampak bencana Sumatra kini sudah kembali beroperasi. Hal itu diungkapkan Ketua PRR Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Dunia
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Sejauh ini, tim penyelamat telah menemukan setidaknya 1.455 jenazah, tetapi 5.285 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan warga negara asing.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Indonesia
2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Tim petugas gabungan termasuk dari BPBD Pekalongan saat ini sedang melakukan kaji cepat terhadap dampak dari longsor ini.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
 2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Dunia
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Ratusan pendaki di Jalur Annapurna, yang sangat krusial bagi perekonomian Nepal, harus menghentikan pendakian lebih awal untuk menyelamatkan diri.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Dunia
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Perempuan berusia 64 tahun itu diselamatkan dari lantai teratas sebuah bangunan empat lantai yang tertimbun reruntuhan di Betrawati, Nuwakot
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Bagikan