Lomba Agustusan Diminta Kedepankan Pendekatan Virtual Ilustrasi lomba 17 agustus (ANTARA FOTO/Zabur Karuru/pras/15)

Merahputih.com - Pengamat media sosial Hariqo Wibawa Satria menilai lomba perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di masa pandemi COVID-19 dapat mengedepankan pendekatan virtual. Hal itu guna menghindari penularan virus SARS-CoV-2 tanpa menghilangkan semangat nasionalisme.

"Perlu dicontohkan lomba-lomba berbasis virtual sehingga bisa dicontoh masyarakat. Ambil semangat dari balap karung, panjat pinang, kemudian masukkan ke dalam lomba-lomba yang menggunakan internet," kata Direktur Eksekutif Komunikonten Hariqo saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (14/8).

Baca Juga

Jakarta Cetak Rekor Provinsi Paling Demokratis Se-Indonesia, Ini Kata Anies

Menurut dia, pendekatan Agustusan virtual merupakan perwujudan penerapan protokol kesehatan yang tidak jauh dari gerakan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencegah kerumunan).

Dengan begitu, dia mengatakan 3M itu adalah protokol yang nyata saat perayaan HUT Ke-75 RI. Gerakan tersebut harus lebih masif yang berbeda dengan hari besar keagamaan karena perayaan kemerdekaan tersebut dirayakan seluruh masyarakat Indonesia, di dalam dan luar negeri.

Pegawai di lingkungan Pengadilan Negeri Jombang mengikuti lomba kipas balon di Jombang, Jawa Timur, Selasa (11/8). Berbagai perlombaan diadakan Pengadilan Negeri Kabupaten Jombang untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-70 Republik Indonesia. ANTARA FOTO/Syaiful Arif/foc/15.

Hariqo mengimbau para pejabat negara dan pemengaruh (influencer) untuk secara spesifik, singkat dan padat dalam mempromosikan protokol kesehatan.

"Sering pejabat mengatakan ayo kita taat protokol kesehatan, itu masih terlalu umum. Semakin singkat dan sedikit pesan kunci, semakin strategis dampaknya dan semakin mudah mengukurnya. Setelah membaca berbagai protokol kesehatan, saya kira inti dari semuanya adalah 3M itu," kata dia.

Baca Juga

Di Ulang Tahunnya ke-130, Bio Farma Mulai Uji Klinis Tahap Ketiga Vaksin COVID-19

COVID-19, sebagaimana dikutip Antara, merupakan musuh bersama dalam perang semesta. Setiap upaya kreatif harus dilakukan dalam perang tersebut seperti melibatkan para pemengaruh. Tetapi yang lebih penting dari itu adalah para penggaung (buzzer) yang menyebarkan pesan dari ahli kesehatan dan pakar terkait untuk memberi sosialisasi tentang corona secara benar.

"Jangan karena merasa influencer lalu bikin konten sendiri terkait COVID-19 tanpa rujukan yang jelas. Lebih baik jadi buzzer yang menyebarkan pesan dari para ahli kesehatan masyarakat. Jadi buzzer para ahli kesehatan itu sangat mulia," kata dia. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kekurangan Oksigen Medis, Jabar Minta Pasokan dari BUMN
Indonesia
Kekurangan Oksigen Medis, Jabar Minta Pasokan dari BUMN

Kekurangan oksigen medis melanda wilayah Jawa Barat sejak melonjaknya kasus COVID-19, sebulan terakhir.

Dinkes DKI Tegaskan Moderna Bukan untuk Vaksin Booster Masyarakat Umum
Indonesia
Dinkes DKI Tegaskan Moderna Bukan untuk Vaksin Booster Masyarakat Umum

Vaksin COVID-19 jenis Moderna tidak diberikan untuk vaksinasi dosis ketiga atau booster masyarakat umum.

MKD DPR Minta Warga Awasi Kendaraan Anggota Dewan
Indonesia
MKD DPR Minta Warga Awasi Kendaraan Anggota Dewan

"Kami ingin menjadi DPR itu 24 jam, kami ingin masyarakat mengawasi kami. Sehingga tidak ada yang merasa jadi DPR lalu melakukan kesewenang-wenangan, " kata Maman.

Telkom Catatkan Laba Bersih Rp 12,5 Triliun
Indonesia
Telkom Catatkan Laba Bersih Rp 12,5 Triliun

Pada segmen Mobile, pendapatan digital business Telkomsel mencapai Rp 33,36 triliun atau tumbuh 4,7 persen YoY. Kontribusi pendapatan layanan digital terhadap total revenue Telkomsel naik dari 72,4 persen per kuartal II/2020 menjadi 77,3 persen per kuartal II/2021.

18 Pegawai KPK Positif COVID-19
Indonesia
18 Pegawai KPK Positif COVID-19

Sebanyak 18 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkonfirmasi positif COVID-19.

Pemerintah Diminta Selidiki Dugaan Mafia Kesehatan di Balik Mahalnya Harga Tes PCR
Indonesia
Pemerintah Diminta Selidiki Dugaan Mafia Kesehatan di Balik Mahalnya Harga Tes PCR

Pemerintah diminta menyelidiki penyebab mahalnya harga tes PCR di dalam negeri. Pasalnya, harga tes PCR di Indonesia mencapai Rp 1 juta rupiah sekali tes.

Soal Vaksin COVID-19 Mandiri Berbayar, Wamen BUMN: Percepat Herd Immunity
Indonesia
Soal Vaksin COVID-19 Mandiri Berbayar, Wamen BUMN: Percepat Herd Immunity

"Tujuannya untuk mencapai herd immunity secepat-cepatnya," kata Pahala

Kemarahan Kapolda Irjen Fadil Soal Anggotanya Tolak Laporan Korban Perampokan
Indonesia
Kemarahan Kapolda Irjen Fadil Soal Anggotanya Tolak Laporan Korban Perampokan

Fadil menilai, perlakuan anggota SPKT Polsek Pulogadung tersebut menyakiti hati masyarakat.

PTM 100 Persen di Tengah Ancaman Omicron, Pemerintah Diminta Percepat Vaksinasi Anak
Indonesia
PTM 100 Persen di Tengah Ancaman Omicron, Pemerintah Diminta Percepat Vaksinasi Anak

Politikus Partai Dakwah, Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah mempercepat vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 12-17 tahun dan usia 6-11 tahun.

Menpora Tindak Lanjuti Usulan KOI soal Diskresi Pelaku Olahraga dari Luar Negeri
Indonesia
Menpora Tindak Lanjuti Usulan KOI soal Diskresi Pelaku Olahraga dari Luar Negeri

Menanggapi usulan tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali akan menindaklanjuti usulan KOI agar bisa dibahas di Rapat Terbatas, pekan depan.