Logistik Penting untuk Industri Bisnis Erwin Aksa (ketiga dari kiri) memberikan materi kepemimpinan dalam Diklatda Hipmi Jaya 2018.(foto: MP/Rizki Fitrianto)

DUNIA bisnis tidak pernah lepas dari bidang jasa. Adanya suatu produk akan kurang tanpa adanya jasa logistik. Keberadaan jasa ini akan menjadi poin penting dalam kemajuan suatu usaha, apalalagi di Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

Kelancaran arus distribusi barang atau produk perlu didukung dengan adanya jasa logistik yang memadai, sebab adanya jasa logistik akan semakin menghemat waktu.

Hal tersebut diungkapkan pengusaha Erwin Aksa saat ditemui di acara Diklatda Hipmi Jaya, di Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Kamis (12/4).

"(Jasa yang dibutuhkan) ya logistik, tranpostasi, mindahin barang ke tempat lain dengan mudah kita kan negara kepulauan. Tantanganya bagaimana mindahin barang dari satu tempat lain dengan mudah dan cepat," papar Erwin.

Erwin menambahkan, saat ini Indonesia memiliki banyak perusahaan logistik, tapi masih dalam tahap berkembang. Erwin berharap kehadiran perusahaan seperti itu harus semakin menjamur. Tanpa adanya jasa logistik, aktivitas bisnis bisa-bisa tidak berjalan mulus.

"Kalau saat ini lagi tumbuh, banyak perusahaan logistik yang berkembang bisnis modal yang sudah berjalan kayak Gojek itu, belum banyak yang berhasil. Tapi itu kan cara orang memindahkan produk ke satu tempat ke tempat lain dengan mudah dan gampang, nah kita butuh semacam itu," terangnya.

Selain itu, perkembangan bisnis juga harus diliputi adanya marketplace. Menurut Erwin, marketplace akan sangat membantu pelaku usaha untuk semakin memperkenalkan produk andalan mereka kepada calon pelanggan.

"Untuk manufaktur sudah ada Tokopedia. Itu menjadi solusi untuk memindahkan barang-barang UKM dari lapangan ke konsumen dengan cepat," paparnya.

Kendati demikian, lanjut Erwin, pengembangan dunia bisnis juga membutuhkan para tenaga asing, dengan catatan tetap dalam batasan. Erwin belum yakin selama ini pebisnis Indonesia mandiri. Mereka masih membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan tingkat tinggi dalam menjalankan suatu persahaan.

Tenaga asing pun menjadi solusisnya meskipun sebenarnya Tanah Air memiliki beberapa individu dengan latar belakang pendidikan yang tinggi, bahkan mereka menimba ilmu di negeri orang. Akan tetapi, tetap saja kapasitas tenaga asing selalu menjadi favorit perusahaan di Indonesia.

"Tenaga kerja asing harus dibatasi lah, khusunya siftanya tenaga non-skill. Bagaiamnapun kita butuhkan tenaga kerja asing untuk yang skill, kita kekurangan orang juga untuk menjalankan usaha-usaha yang ber-skill tinggi," jelasnya.(Ikh)

Kredit : digdo


Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH