Logistik Belum Mandiri, Politikus Perempuan Minta Sistem Pemilu Jadi Tertutup Pilkada. (MP/ Rizky).

MerahPutih.com - Sistem pemilu proporsional terbuka atau kemenangan berdasarkan suara terbanyak diyakini merugikan perempuan yang menjadi calon anggota legislatif karena adanya persaingan yang ketat. Hal ini akibat perempuan mengalami kekurangan dari segi persiapan logistik kampanye sebab tidak seluruhnya dapat bersikap mandiri.

"Tidak semua perempuan atau calon anggota legislatif ini mandiri semuanya. Itulah menjadi faktor yang menimbulkan atau menyebabkan perempuan tidak bisa menjadi anggota legislatif," kata Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Bidang Kesehatan, Perempuan, dan Anak Sri Rahayu di Jakarta, Rabu (17/11).

Baca Juga:

DPR Waspadai Manuver Halangi Penetapan Tanggal Pemilu

Ia mengatakan, untuk mengatasi kendala tersebut, diperlukan evaluasi terhadap sistem pemilu terbuka ataupun kebijakan perubahan menjadi tertutup sehingga keterwakilan perempuan di lembaga legislatif pun dapat meningkat.

Selain itu, tantangan lain yang dihadapi perempuan saat ingin menjadi anggota legislatif adalah keberadaan budaya patriarki yang mendominasi tata nilai sosial budaya di Indonesia. Gambaran tersebut dapat dilihat ketika perempuan dihadapkan pada pilihan di antara bergabung dalam dunia politik atau berpihak kepada keluarga, mereka cenderung akan memilih ataupun dituntut untuk berpihak kepada keluarga.

Simulasi TPS. (Foto: Antara)
Simulasi TPS. (Foto: Antara)

Selain itu, ada pula kurang rasa percaya diri terhadap penilaian kemampuan dirinya yang mendominasi perempuan sehingga mereka merasa kurang mampu bersaing dengan laki-laki.

Sri Rahayu menyarankan agar peningkatan kepercayaan diri secara berkelanjutan dapat diagendakan oleh partai politik maupun organsasi masyaraka ke dalam program kerjanya sehingga perempuan dapat terjun ke dalam dunia politik.

"Perempuan ini harus dibuat memiliki percaya diri yang betul-betul mantap. Oleh karena itu, kami selalu mendorong kepada perempuan dalam pendidikan dan kaderisasi partai itu bagaimana bisa percaya diri sehingga kekuatan itu muncul dari dalam," kata Sri Rahayu dikutip Antara. (*)

Baca Juga:

Tahapan Pemilu Dirancang 22 Bulan Sampai 25 Bulan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pedagang di Luar Pasar Gemolong Juga Dapat 'Rezeki' dari Jokowi
Indonesia
Pedagang di Luar Pasar Gemolong Juga Dapat 'Rezeki' dari Jokowi

Jokowi tiba di Pasar Gemolong pukul 08.50 WIB

Bandung Masuk Zona Oranye, Tetap Jangan Lengah Prokes
Indonesia
Bandung Masuk Zona Oranye, Tetap Jangan Lengah Prokes

Setelah dirundung gelombang penularan COVID-19 sejak Juni lalu, statistik data COVID-19 Kota Bandung cenderung menurun memasuki Agustus.

[Hoaks atau Fakta]: 1 Juta Vaksin Kiriman AS ke Indonesia Hilang
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: 1 Juta Vaksin Kiriman AS ke Indonesia Hilang

Kedatangan vaksin tersebut merupakan dukungan kerja sama Amerika Serikat melalui jalur multilateral COVAX Facility. Pada tahap pertama, sebanyak 3.000.060 dosis vaksin Moderna tiba pada Ahad lalu, 11 Juli 2021.

Puan Minta Pemerintah Lakukan Segala Upaya Cabut Sanksi WADA
Indonesia
Puan Minta Pemerintah Lakukan Segala Upaya Cabut Sanksi WADA

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta jajaran pemerintah bekerja cepat menyelesaikan persoalan terkait sanksi dari Badan Anti-Doping Dunia atau World Anti-Doping Code (WADA)

[Hoaks atau Fakta]: Dukun Meninggal Setelah Hirup Napas Dari Pasien COVID-19
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Dukun Meninggal Setelah Hirup Napas Dari Pasien COVID-19

Video seorang dukun dan meninggal karena Covid-19 setelah melakukan menghirup napas pasien Covid-19 secara bergantian dari facebook

Saat Ditangkap, Munarman Sudah Jadi Tersangka
Indonesia
Saat Ditangkap, Munarman Sudah Jadi Tersangka

Ramadhan juga mengungkapkan alasan mengapa Munarman ditutup mata dan diborgol

[Hoaks atau Fakta]: Gubernur Sumut Perintahkan Rumah Ibadah Dibuka Total
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Gubernur Sumut Perintahkan Rumah Ibadah Dibuka Total

Klaim di gambar tangkapan layar yang diunggah oleh sumber klaim tersebut sudah beredar sejak pertengahan Maret 2020.

Rekor Lagi! Hari Ini Kasus COVID-19 Indonesia Tambah 29.745
Indonesia
Rekor Lagi! Hari Ini Kasus COVID-19 Indonesia Tambah 29.745

Pada periode 4-5 Juli 2021, ada 558 pasien COVID-19 yang tutup usia

Ketua DPR: Prokes Tetap Nomor Satu, Syarat Sertifikat Vaksin Nomor Dua
Indonesia
Ketua DPR: Prokes Tetap Nomor Satu, Syarat Sertifikat Vaksin Nomor Dua

“Harus terus dijelaskan kepada masyarakat bahwa prokes itu tetap nomor satu, syarat sertifikat vaksin nomor dua,” tegas Puan di Jakarta, Kamis (12/8).

Polri Gagalkan Penyelundupan 13.865 Butir Ekstasi dari Jaringan Internasional
Indonesia
Polri Gagalkan Penyelundupan 13.865 Butir Ekstasi dari Jaringan Internasional

Tim Subdit IV Dit Tipid Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan 13.865 butir ekstasi jaringan internasional Eropa yakni Jerman dan Belgia.