Lobi Qatar dan Mesir Sukses, Gencatan Senjata Hamas-Israel Diperpanjang Dua Hari

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 28 November 2023
Lobi Qatar dan Mesir Sukses, Gencatan Senjata Hamas-Israel Diperpanjang Dua Hari
Rumah Sakit Al Quds di Kota Gaza, Jalur Gaza, Palestina. (Anadolu/ANTARA)

MerahPutih.com - Kabar baik datang dari Timur Tengah. Israel dan Hamas telah sepakat memperpanjang masa gencatan senjata selama dua hari. Kesepakatan itu dicapai dalam perundingan yang difasilitasi Qatar dan Mesir.

"Kesepakatan untuk perpanjangan dua hari gencatan senjata kemanusiaan telah dicapai di Jalur Gaza," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar dalam cuitan di media sosial X, Senin (27/11) waktu setempat.

Baca Juga:

Israel Bakal Lanjutkan Serangan ke Gaza Setelah Gencatan Senjata

Namun, hingga berita diturunkan belum ada pernyataan langsung dari Israel. Sebaliknya, Hamas membenarkan sepakat perpanjangan dua hari gencatan senjata kepada Qatar dan Mesir yang telah memfasilitasi perundingan tidak langsung antara Israel-Hamas.

"Satu kesepakatan telah dicapai bersama para rekan di Qatar dan Mesir untuk memperpanjang gencatan senjata kemanusiaan hingga dua hari dengan kondisi yang sama saat gencatan senjata sebelumnya," kata pejabat Hamas dalam sambungan telepon kepada Reuters, dilansir dari Antara, Selasa (28/11).

Sebelum pernyataan itu diumumkan, Kepala Badan Informasi Negara Mesir Diaa Rashwan mengatakan perjanjian perpanjangan sudah hampir tercapai dan mencakup pembebasan 20 sandera Israel yang ditangkap Hamas dalam serangan pada 7 Oktober di Israel selatan. Sebagai gantinya, 60 tahanan Palestina yang ditahan di sejumlah penjara Israel akan dibebaskan.

Baca Juga:

Duka Hewan dalam Konflik Israel - Hamas

Untuk diketahui, gencatan senjata sebelumnya berakhir pada Senin malam. Gencatan senjata yang disepakati pada pekan lalu adalah penghentian pertama pertempuran dalam tujuh pekan sejak Hamas menyerang Israel yang diklaim pihak Israel menewaskan 1.200 jiwa dan menawan 240 tahanan ke Jalur Gaza.

Israel pun menggempur kawasan Palestina dan meluncurkan serangan darat di Gaza utara. Otoritas kesehatan Jalur Gaza mencatat sebanyak 14.800 warga Palestina tewas dan ratusan ribu lainnya mengungsi.

Hamas hingga Minggu telah membebaskan 17 orang, termasuk gadis empat tahun keturunan Israel-Amerika Serikat, sehingga jumlah tawanan dibebaskan sejak Jumat mencapai 58 orang termasuk warga negara asing. Sementara Israel membebaskan 39 remaja Palestina pada Minggu dengan total tawanan dilepas saat gencatan senjata sebanyak 117 orang. (*)

Baca Juga:

Jokowi: Tragedi Kemanusiaan di Palestina Tidak Bisa Ditolerir

#Konflik Palestina #Breaking
Bagikan
Ditulis Oleh

Wisnu Cipto

Bagikan