LMKN Dikritik Tak Punya Arah Jelas, DPR Pertanyakan Potensi Royalti Nasional dan Nilai yang Dilaporkan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 28 November 2025
LMKN Dikritik Tak Punya Arah Jelas, DPR Pertanyakan Potensi Royalti Nasional dan Nilai yang Dilaporkan

Anggota Baleg DPR RI, Yanuar Arif Wibowo (DPR RI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - DPR RI mengkritik secara konstruktif Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) terkait tata kelola royalti musik di Indonesia. Kritik tersebut mencakup mandat kelembagaan, progres pembangunan Sistem Informasi Lagu dan Musik (SILM), hingga maraknya somasi terhadap pelaku usaha.

Dalam Rapat Kerja Baleg di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (27/11), Anggota Baleg DPR RI, Yanuar Arif Wibowo menegaskan bahwa LMKN belum menjalankan tugas utama yang diamanatkan dalam Peraturan Pelaksana, yaitu pembangunan SILM.

“LMKN ini tugasnya cuma tiga, yaitu memungut, menghimpun, dan mendistribusikan. Tapi tugas utama yang mandatori dalam PP, yakni pembangunan SILM, justru tidak muncul dalam paparan ini. Saya cari beberapa kali, tidak ada kata SILM sama sekali,” ujar Yanuar dalam keterangannya, Jumat (28/11).

Yanuar menegaskan, ketiadaan sistem informasi terpadu ini menjadi indikator lemahnya fondasi pengelolaan royalti dan akan terus menimbulkan kegaduhan, khususnya bagi UMKM, industri perhotelan, hingga sektor komersial yang memanfaatkan karya musik.

Baca juga:

Kisruh Royalti Lagu, Pelaku Usaha dan Seniman Desak DPRD Solo Bubarkan LMKN

Sorotan Somasi dan Mekanisme Royalti yang Tidak Relevan

Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Baleg DPR RI dengan LMKN ini digelar dalam rangka harmonisasi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan atas UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Politisi Fraksi PKS tersebut juga secara tegas mempertanyakan dasar hukum LMKN melakukan somasi kepada pelaku usaha seperti kafe atau hotel. Ia menekankan perlunya kejelasan atribusi kewenangan lembaga, mengingat Undang-Undang Hak Cipta adalah ranah keperdataan antar pihak, jauh dari aspek pidana.

“Apa dasar LMKN melakukan somasi? Siapa yang memberikan mandat? Sementara Undang-Undang Hak Cipta itu ranahnya keperdataan antar para pihak, jauh dari aspek pidana. Pidana pun hanya untuk pembajakan,” tegasnya.

Yanuar menilai tindakan somasi tersebut berpotensi menimbulkan ketakutan bagi UMKM. Oleh karena itu, ia mendesak agar moratorium somasi yang telah disepakati harus benar-benar diimplementasikan hingga revisi UU Hak Cipta rampung.

Selain itu, ia mengkritisi mekanisme penarikan royalti yang didasarkan pada jumlah kursi (seat-based charging), yang dinilai tidak lagi relevan di era digitalisasi. Ia berpendapat bahwa SILM seharusnya menjadi alat perhitungan yang lebih presisi.

Ia juga mempertanyakan peran LMKN apabila terjadi hubungan keperdataan langsung antara pencipta dan pengguna, mencontohkan kasus pencipta yang membebaskan lagunya untuk diputar.

Usulan Pembentukan Badan Khusus Royalti di Bawah Negara

Baca juga:

Tata Kelola Aturan Royalti Musik Diperkuat, Biaya Operasional LMKN Hanya 8 Persen

Melihat kompleksitas persoalan, Yanuar mengajukan gagasan perlunya pembentukan badan khusus di bawah negara untuk mengelola royalti secara transparan, adil, dan memberikan kepastian hukum.

Ia menyebut bahwa jika pembangunan SILM membutuhkan biaya besar, negara harus turun tangan. Badan baru ini berpotensi menjadi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mengelola pendaftaran hak cipta, proses transaksi, performa, hingga distribusi royalti.

Revisi UU Hak Cipta wajib memberikan rasa keadilan bagi semua pihak dalam ekosistem musik nasional dan mendesak LMKN untuk segera memperbaiki tata kelola internal.

“Nah ini jadi catatan kita semua. Banyak pihak mengeluh: pencipta, performer, produser. Semoga dalam perumusan lebih detail nanti kita bisa lebih tajam,” tutupnya.

#LMKN #DPR #DPR RI #Royalti Musik #Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Dari Kelelawar Malam hingga Sarasvati, 5 Musisi Indonesia dengan Nuansa Horor
Kenali 5 musisi Indonesia yang mengangkat kisah horor, mitos, ritual, dan dunia gaib dalam musik, dari Kelelawar Malam hingga Sarasvati.
Ananda Dimas Prasetya - 15 menit lalu
Dari Kelelawar Malam hingga Sarasvati, 5 Musisi Indonesia dengan Nuansa Horor
ShowBiz
'Lingsir Wengi' Lagu Pemanggil Kuntilanak, Mitos atau Fakta?
Reputasi Lingsir Wengi sebagai lagu pemanggil makhluk halus menguat setelah muncul di film 'Kuntilanak' yang disutradarai Rizal Mantovani dan dirilis pada 2006.
Dwi Astarini - 1 jam, 30 menit lalu
'Lingsir Wengi' Lagu Pemanggil Kuntilanak, Mitos atau Fakta?
Indonesia
DPR Belum Susun Draf RUU Perampasan Aset, Subtansi Baru Akan Dibahas Awal November
Sejauh ini sudah ada sebanyak 86 narasumber yang hadir menyampaikan masukan untuk RUU itu
Alwan Ridha Ramdani - 2 jam, 46 menit lalu
DPR Belum Susun Draf RUU Perampasan Aset, Subtansi Baru Akan Dibahas Awal November
ShowBiz
The Weeknd Kejutkan Penggemar di Hong Kong dengan Lagu Baru 'Hong Kong' yang Belum Dirilis
The Weeknd mengejutkan penggemar di Hong Kong dengan membawakan lagu baru “Hong Kong” yang belum dirilis resmi, tentang hubungan singkat yang membekas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
The Weeknd Kejutkan Penggemar di Hong Kong dengan Lagu Baru 'Hong Kong' yang Belum Dirilis
ShowBiz
Pee Wee Gaskins Rilis 'Kami Kembali', Tegaskan Perjalanan Mereka Belum Berakhir
Pee Wee Gaskins merilis single 'Kami Kembali', lagu yang menegaskan semangat untuk terus berkarya dan melanjutkan perjalanan bersama penggemar.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Pee Wee Gaskins Rilis 'Kami Kembali', Tegaskan Perjalanan Mereka Belum Berakhir
ShowBiz
Gabriella Fernaldi Siap Rilis Album Perdana 'Sentosa', Angkat Cerita Kehidupan Dewasa lewat Nuansa Bossa Nova
Gabriella Fernaldi merilis album penuh perdana Sentosa pada 30 Oktober 2026. Angkat cerita kehidupan dewasa dan memadukan vintage pop, soul, serta bossa nova.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Gabriella Fernaldi Siap Rilis Album Perdana 'Sentosa', Angkat Cerita Kehidupan Dewasa lewat Nuansa Bossa Nova
ShowBiz
Olivia Rodrigo Kembali ke Puncak Billboard 200, Geser Posisi Album Taylor Swift
Album Olivia Rodrigo, You Seem Pretty Sad for a Girl So in Love, kembali memuncaki Billboard 200 dengan 75.000 unit album ekuivalen.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Olivia Rodrigo Kembali ke Puncak Billboard 200, Geser Posisi Album Taylor Swift
ShowBiz
Jay-Z Diumumkan Tampil di Half-Time Super Bowl, Perdana setelah 8 Tahun di Belakang Layar
Ini kali pertama Jay-Z tampil di depan layar Super Bowl sejak keterlibatannya dalam acara itu mulai 2019.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
Jay-Z Diumumkan Tampil di Half-Time Super Bowl, Perdana setelah 8 Tahun di Belakang Layar
ShowBiz
Anthropic Digugat atas Dugaan Penggunaan 274 Lagu Elvis Presley untuk Latih AI
Perkara ini menjadi salah satu gugatan berskala besar yang melibatkan pihak pemegang hak atas karya musisi secara langsung dengan perusahaan pengembang AI.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
Anthropic Digugat atas Dugaan Penggunaan 274 Lagu Elvis Presley untuk Latih AI
ShowBiz
Dari King Nassar hingga NDX AKA, Catat nih Agenda Musik Dangdut November 2026
Mulai dari konser tunggal King Nassar di Jakarta hingga festival dangdut koplo di Yogyakarta, agenda bulan ini menawarkan beragam pilihan.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
Dari King Nassar hingga NDX AKA, Catat nih Agenda Musik Dangdut November 2026
Bagikan